
"Kalian... Apa boleh aku tinggal disini selamanya?" Ternyata asumsi Lysny salah, ia membuang jauh-jauh pikiran buruknya. Kakek mertuanya ternyata sangat baik.
"Tentu sa-" ucapan Lysny terputus, siapa lagi pelakunya kalau bukan sang suami.
"Tidak boleh, hanya boleh hari ini grandpa menginap"
Aneh sekali, tidak lihat apa kakeknya sudah tidak muda lagi. Seharusnya dia tidak beradu mulut dengannya.
"Ayolah, kau ini tidak kasihan pada kakek mu sama sekali" kakek Jullius masih tetap pada pendiriannya.
"Tapi aku tidak mau mengambik resiko grandpa, mommy dan daddy tidak tahu bukan grandpa kemari?" kakek Jullius mengangguk. "Ingat ya jangan beritahu mereka. Begini saja, aku janji akan mengunjungi grandpa setiap akhir pekan, dengan catatan mommy dan daddy tidak dirumah"
Kenapa ya dia tidak mau beritahu orang tuanya? Apa dia tidak berniat memperkenalkan ku juga Eros pada mereka?
"Cih, aku tidak sudi dikunjungi oleh mu, aku hanya mau dikunjungi cicit dan cucu menantu ku" Wajah Jason hanya datar.
__ADS_1
"Ya sudah kami tidak akan pergi. Sudah dikasih penawaran yang bagus tidak mau" sindirnya.
Sepertinya tak ada pilihan selain mengiyakan, mustahil untuk membujuk orang seperti Jason. Seoertinya cuma satu orang yang bisa.
"Sayang..." Lysny yang merasa dipanggil menatap langsung wajah kakek Jullius. "Bagaimana perlakuannya pada mu selama ini? Jika ia berbuat tidak baik aku akan menghukumnya."
Lysny beralih menatap Jason, tatapannya seolah berkata; habis kau, semua kelakuan buruk mu akan ku bongkar. Jason takut-takut menatap wajah cantik itu.
"Grandpa..." ucapannya terjeda untuk menatap orang yang berada disebelahnya.
"Kenapa kau menatapnya? Dengar jangan berbohong sewaktu kau berbicara, bersumpahlah atas nama Jason."
"Makanya jangan berbohong, aku hanya ingin bukti saat kau tidak kenapa-napa itu artinya dia berkata jujur."
"Grandpa aku akan berkata jujur, tidak perlu bersumpah. Jason, selama ini dia baik pada ku"
__ADS_1
"Benarkah?" Lysny mengangguk. Merasa masih ada yang kurang, kakek kembali berbicara. "Tapi-" ucapannya terpotong.
"Grandpa ini sudah malam, sebaiknya kita istirahat" Sepertinya Jason punya kebiasaan baru, yaitu memotong pembicaraan orang. Kakek menatapanya dengan tajam, seolah akan menembus jantungnya.
"Iya grandpa, Jason benar ini sudah malam. Sebaiknya grandpa istirahat saja, tidak baik untuk kakek jika tetap terjaga dalam waktu yang sudah larut ini" Lysny ikut membantu Jason, jujur ia juga lelah, ia butuh istirahat.
"Kalian bersekongkol ya?" Kakek menatap keduanya dengan curiga.
"Tidak grandpa" jawab keduanya secara bersamaan. Tanpa banyak bicara lagi mereka kembali ke kamar masing-masing.
***
"Besok kita akan ke panti asuhan bukan? Untuk memberikan sumbangan, sudah ku putuskan setiap tahun saat Eros berulang tahun, kita akan menyumbangkan sesuatu untuk orang yang butuh" Lysny sedang menghapus makeup yang membalut wajahnya.
"Jika kau sudah memutuskan, untuk apa bertanya pada ku lagi?" Jason berucap seraya naik ke atas ranjang. Selama ini saat mereka tidur tidak ada lagi guling yang menjadi pembatas. Guling itu sudah tergantikan dengan Eros yang tidur di tengah-tengah antara mereka. Dan itu berhasil membuat mereka semakin dekat.
__ADS_1
"Aku hanya memberitahu mu, aku tidak bertanya tentang keputusan mu" Lysny juga naik ke atas ranjang. Eros sudah menggapai alam mimpi duluan. Lalu keduanya pun tertidur dengan memeluk Eros.
TBC