
Eros merasa aneh dengan daddy dan juga mommynya, ia memutar kebelakang untuk melihat apa yang terjadi. Tadi ia hanya bisa mendengar suara bisik-bisik, tidak mendengar jelas perkataan mereka.
"Daddy sama mommy lagi main bisik-bisik ya? Elos juga mau ikut," ucap Eros yang mana membuat Lysny dan juga Jason saling memandang, bingung.
Jason hanya diam saja, tak berniat untuk membantu, padahal karna dirinyalah Eros jadi penasaran. Setelah terdiam cukup lama akhirnya Lysny mendapatkan ide juga. "Eros mau ikut ya?" Eros mengangguk sebagai jawaban. "Sini mommy bisikin sesuatu," ucap Lysny.
Eros mendekat ke mulut sang mommy, menebak kira-kira apa yang akan dibisikkan oleh sang mommy. "I love you baby." Senyum melengkung keatas terbit diwajah Eros. Eros juga membisik balik ke telinga Lysny.
"I love you too mommy," bisiknya, membuat Jason mengketutkan dahinya. Apa yang dibisikkan Lysny hingga Eros juga ikut membisikkan sesuatu.
Ingin mengerjai orang yang memulai kegiatan membisik-bisik ini, Lysny kembali membisikkan sesuatu ke telinga Eros hingga pria kecil itu mengangguk patuh.
Jason yang sudah sangat penasaran pun akhirnya bertanya. "Apa yang kalian bisikkan? Daddy juga mau tahu?" Jason mendekatkan telinganya ke mulut Eros.
"Nothing daddy," ucap Eros. Bocah itu tidak berbisik pada Jason melainkan berbicara seperti biasa. Yang mana membuat Jason mengerucutkan bibirnya. Padahal ia sudah berharap mendapat bisikan dari putranya.
__ADS_1
"Eros jahat, lain kali tidak boleh tidur diatas daddy lagi," Jason berpura-pura marah pada Eros. Eros tak mengambil pusing perkataan sang daddy.
"It's okay, daddy. Elos punya mommy," ucap bocah itu dengan santai sambil menjulurkan lidahnya, seperti sedang mengejek Jason. "Benalkan mommy?" Eros menengadah untuk melihat Lysny.
Lysny mengangguk sebagai jawaban. "Sekarang Eros tidur ya, udah malam lho?" Eros menggeleng, ia masih belum mengantuk. Malam itu Eros sulit untuk disuruh tidur, sehingga Jason harus mengalah, menerima keadaan. Akhirnya malam itu Jason tidak mendapatkan yang ia inginkan.
***
Willy's. Corp
"Kau mau apa masih disini?" Lysny menatap Jason dengan penuh selidik. Lalu menuju kursi kebesarannya diikuti Jason. "Jangan ganggu aku, masih banyak pekerjaan yang belum selesai," ucapnya ketika tangan Jason terulur untuk menyentuh lehernya. Seperti tahu apa tujuan Jason, Lysny kembali berucap, "jangan macam-macam, ini kantor!"
"Siapa bilang aku mau melakukan itu? Aku kan hanya menyentuh mu, jangan-jangan kau yang mau ya? Seperti kata mu tadi, jangan macam-macam, ini kantor,"
"Berani sekali kau menuduh ku," ucapnya tidak terima ketika disangka menginginkan lebih. Jason mengendikkan bahu, acuh. Lysny kembali fokus pada dokumen-dokumen dimejanya setelah memperbaiki posisi duduknya.
__ADS_1
Tak ingin rencananya gagal, Jason kembali memulai aksinya dengan meremas kedua gunung kembar wanita itu dari belakang, awalnya biasa saja. Tapi lama-kelamaan Lysny melenguh karna perbuatan Jason.
"Enghhh..." Eros yang masih diluar menunggu Bob mengambil sesuatu diruangannya, mendengar suara lenguhan Lysny dari dalam bersama Joe yang menemaninya.
"Uncle, itu suala apa? Kok sualanya sepelti mommy sedang kesakitan," ucap Eros melihat Joe.
Sialan! Mau berbuat seperti itu juga liat tempat kali. Lihat saja kau nanti, lain kali akan ku ganggu. Sekarang aku harus jawab apa pada Eros?
"Jangan-jangan daddy pukul mommy ya?" Eros sudah hendak mendorong pintu itu tapi sebelumnya dengan sigap Joe mencegahnya.
"Eh, Eros mommy sama daddy lagi kerja, jadi Eros nggak boleh ganggu. Nanti daddy marah lho? Eros sama uncle Joe dan uncle Bob dulu ya? Eros mau es krim tidak?"
Setelah tahu sang mommy baik-baik saja, Eros menerima ajakan Joe untuk makan es krim. "Okay uncle, Elos mau es klim yang banyak," ucapnya yang bertetapan dengan Bob yang datang. Kemudian ketiganya pergi kebawah menggunakan lift khusus CEO.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan jejak, ya, kakak-kakak. Maaf sudah menghilang selama beberapa hari.