My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please

My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please
Bab 39


__ADS_3

Lysny berjalan dengan santai masuk kedalam perusahaannya dengan baby Er dalam gendongannya. Para karyawan sudah mengetahui itu anaknya atasan mereka, tapi belum tahu kalau atasan mereka sudah menikah.


Lysny menaiki lift khusus nya menuju ke lantai 49 dimana ruangannya berada. Saat sampai ia memanggil Aro melalui intercom untuk masuk ke dalam ruangannya.


Sang sekretaris pun masuk kedalam setelah mendapat perintah. "Bacakan jadwal ku hari ini Aro, pastikan jadwal ku selesai sebelum jam 7 malam." Lysny berucap setelah mendengar suara pintu ruangannya terbuka tanpa melihat sang sekretaris.


"Baik nona, jam 11 nanti nona akan bertemu dengan Tuan Adnan yang datang dari Arab untuk membahas kerja sama kita yang baru. Jam 2 nanti---" ucapan sang sekretaris terpotong karena Lysny menyelanya.


"Tunggu Aro, kenapa suara mu berbeda?" Lysny yang merasa aneh dengan suara Aro dengan segera berpaling dari dokumennya menatap sang sekretaris.


"Bob?!" Lysny beranjak dari kursi kebesarannya, mendekati Bob kemudian memeluknya. "Kenapa tidak memberitahu ku kau sudah kembali ke New York? Dan dimana Aro?"


Bob membalas pelukan Lysny. "Satu satu tanyanya Lysny, aku harus menjawab yang mana dulu" Lysny terkekeh mendengar keluhan Bob. Keduanya melonggarkan pelukan kemudian mengurainya. "Kemarin sore aku sampai di New York, dan untuk Aro aku menugaskannya ke anak cabang yang lainnya."


"Aku senang kau kembali. Bagaimana kabar mu?" Mereka bejalan mendekat ke arah sofa lalu keduanya duduk.


"Aku baik"

__ADS_1


"Bagaimana perusahaan di Perancis?"


"Berjalan dengan lancar, kau tahu adik ipar mu magang di perusahaan kita"


"Aku sudah tahu itu sejak kejadian di menara Eiffel. Biarkan saja di magang disana, malah kakaknya menyuruh ku mendisiplinkannya"


Bob mengangguk, pandangannya menyapu ke seluruh ruangan mencari sosok kecil yang sudah ia rindukan. "Cari apa?" Lysny bertanya setelah melihat gelagat aneh Bob.


"Eros, dimana dia?"


"Aku keluar dulu, ada pekerjaan yang harus ku urus, ingat jangan sampai lupa jam 11 nanti, kita akan bertemu Tuan Adnan di restoran seberang. Untuk jadwal jam 2 nanti aku akan menggantikan mu." Bob keluar setelah mendapat jawaban.


***


"Apa pernah kau jatuh cinta Joe?" Pandangan keduanya bertemu ketika Jason mengahadap ke arah Joe.


Joe tersenyum mendengar perkataan sahabatnya itu. "Belum, aku akan tahu saat aku jatuh cinta nanti"

__ADS_1


Jason mengernyitkan keningnya. "Maksudmu seperti misalnya kau mersakan aliran listrik ketika menemukan wanita yang kau cintai? Bagaimana kau bisa tahu kalau kau belum pernah jatuh cinta?"


"Seorang peramal pernah mengatakannya padaku."


"Apa yang peramal itu katakan?"


Joe melempar balik pulpen tadi kearah Jason tapi meleset. "Sudah kerjakan pekerjaan mu, ingin tahu aja." Joe mendadak kesal sahabatnya yang biasanya cuek mendadak banyak tanya.


"Dasar pelit! Aku kan hanya ingin tahu."


"Urus urusan mu sendiri, jangan mengurusku. Pikirkan saja cara memenangkan hati istrimu," ucap Joe ketika sudah berada di balik pintu, ia menujulurkan lidahnya kemudian menutup pintunya ketika melihat bahaya menyusulnya.


Jason kembali melemparkan pena kearah Joe tapi tidak kena karna pintunya yang sudah tertutup duluan. Jason melanjutkan pekerjaannya yang tertunda akibat perdebatan yang tidak berguna. Belum semenit ia mengerjakan pekerjaannya, pikirannya terpusatkan pada istrinya.


"Apa yang sedang dilakukannya ya?"


TBC

__ADS_1


__ADS_2