My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please

My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please
Bab 44


__ADS_3

VX Company


"Jason, ada sebuah anak cabang perusahaan yang baru buka di New York mengajukan kerja sama. Sebelumnya perusahaan mereka sudah berkembang pesat di Uni Emirat Arab. Apakah kau mau melihat ulasan tentang perusahaannya dulu, atau kau mau membaca proposal kerja samanya?"


Jason nampak menimbang keputusan yang akan diambilnya, tak mau mengambil resiko akhirnya ia mengambil keputusannya. "Berikan dulu ulasannya, baru aku pertimbangkan kerja samanya. Sangat berisiko jika perusahaannya tidak baik."


Tau apa yang harus dilakukannya, Joe menyerahkan sebuah dokumen. "Ini semua ulasan tentang perusahaannya, kau bisa membacanya dulu." Saat perusahaan itu menawarkan kerja sama, Joe langsung mencari semua hal tentang perusahaan itu.


Jason meletakkan dagunya diatas tumpuan tangannya yang terletak diatas meja lalu membaca dokumen yang diberikan Joe tadi dengan serius. "Aku harus berdiskusi dengan grandpa dulu, aku perlu mendengarkan pendapatnya dulu. Katakan pada mereka kita akan segera memberikan jawaban." Joe mengangguk kemudian keluar dari ruangan Jason setelah mendapatkan kode dengan tangan untuk keluar.


***


KA's Group


"Kak Adnan bagimana ini mereka belum menjawab tawaran kerja samanya." Zaira mulai khawatir jika tawaran mereka tidak akan diterima yang berarti rencana keduanya tidak berjalan lancar.

__ADS_1


"Apa mereka memberikan balasan?" Adnan juga khawatir ketika mendapat tawaran mereka belum diterima. Itu artinya akan semakin lama membuat Lysny jadi miliknya.


"Mereka bilang akan segera memberikan jawabannya." Adnan tersenyum lega, kekhawatiran di wajah tampannya sudah menghilang. "Kakak malah tersenyum, tahu tidak aku sedang khawatir kak."


"Aku punya rencana, Zaira." Ucapan Adnan terhenti sebentar. "Telpon Abi suruh dia segera kemari."


"Kenapa malah menelpon Abi?"


"Lakukan saja apa yang kakak mu suruh, Zaira. Atau kau mau semakin lama mendapatkan Jason?" Zaira menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Kalau tidak mau telpon saja Abi, kakak yang akan bicara nanti." Dengan sigap Zaira mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Mencari kontak nomor ayahnya dan segera melakukan panggilan.


"Ini" Zaira menyodorkan ponselnya ketika sudah melakukan panggilan.


"--------"


"Terima kasih Abi"

__ADS_1


"----------" Adnan mematikan sambungannya ketika sudah selesai berbicara.


"Apa yang Abi katakan kak?"


"Beres semuanya, tidak usah khawatir. Bersiaplah lusa kita akan pergi ke mansion utama keluarga Van Xander. Selamat menikmati permainannya." Adnan tersenyum puas dengan gerakannya. "Jika pion yang diinginkan tidak bisa berjalan sesuai apa yang kita inginkan, maka pion itu harus segera digantikan dengan pion yang lainnya." Zaira juga ikut tersenyum mengerti apa yang kakaknya katakan. "Persiapkan diri mu, kau akan memimpim project besar. Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang kau miliki" Adnan meletakkan kaki kirinya diatas kaki kanannya.


"Tentu saja kak, aku akan mempergunakannya sebaik mungkin." Zaira memandangi foto Jason yang berada di ponselnya. "Katakan selamat tinggal pada istri mu tuan. Dan sambutlah aku yang akan menjadi penggantinya. Bersenang-senanglah selama masih ada waktu." Sekretaris Adnan datang dan menyampaikan jadwal selanjutnya dan pergi lagi. "Baiklah kak aku pergi dulu, dah kak Kabeer. Ups maksudku kak Adnan"


"Zaira!"


"Maaf" Zaira keluar dari ruangan Adnan dengan riang gembira, senyum terus melekat diwajahnya.


Sebentar lagi kau akan menjadi milikku, itu pasti. Maafkan aku kak Zara.


TBC

__ADS_1


Zaira Ahmed atau Zaira Khan, adik dari Adnan Khan alias Kabeer Ahmed



__ADS_2