My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please

My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please
Bab 69


__ADS_3

Jason dan Lysny sudah sampai di gudang tempat tawanan mereka ditahan. Semuanya sedang menunggu mereka didalam. Dalam 2 hari semua perusahaan Adnan berhasil dikuasai Jason atas usaha yang dilakukan oleh Joe dan juga Bob.


Semua orang yang terlibat dalam rencana ini sudah ditangkap, bahkan Shabaz yang tidak mengetahui rencana jahat anaknya juga ikut ditahan setelah dikelabui kakek Jullius kemarin. Kakek Jullius tidak pernah mengira mereka akan berbuat jahat, saat mengetahuinya kakek Jullius sangat murka. Ia juga mau ikut andil dalam memberi mereka pelajaran. Jadi selama mereka ditahan seluruh tubuh mereka disayat dengan menghunakan pedang. Setelah disayat kakek Jullius yang akan menaburi garam dan juga menyiram cuka serta jeruk nipis ditubuh mereka.


Senang rasanya bisa mendengar teriakan dan tangisan dari orang jahat. Tak hanya kakek Jullius yang lainnya juga ikut andil. Contohnya kemarin Stefan memanaskan arang lalu Bob menahan mulut mereka agar terbuka kemudian barulah stefan memasukkan arang itu kedalam mulut mereka.


Sedangkan Joe, ia memanasi minyak kemudian menyiramnya kearah mereka, kulit mereka melepuk karna panasnya minyak.


Sedangkan kakek Jullius, ia menggilir Zaira kepada semua anak buahnya, membuat daerah kewanitaan Zaira menjadi robek tak beraturan.Sedangkan Adnan, ia mengiris satu-satu jari pria itu.


Kini giliran Jason dan Lysny, entah apa yang akan mereka lakukan pada mereka. "Perhitungan baru saja akan dimulai. Bagaimana perasaan kalian diposisi kami saat ini? Maksudku sebagai tahanan seseorang," ucap Lysny tersenyum sinis. Matanya tak lepas dari orang yang berbuat jahat pada dirinya juga keluarganya.

__ADS_1


"Mereka sedang bersenang-senang sayang, kau tidak lihat bagainana wajah capek Zaira?" Lysny terkekeh mendengarnya. Ia puas sebelumnya keluarganya sudah membuat perhitungan dengan mereka sebelum mereka sampai. Tapi bagaimana pun juga ini belum sepadan menurutnya.


"Sayang, apakah kau mau mengabulkan permintaan ku?" Tanya Lysny. Jason melilitkan tangannya dipinggang Lysny.


"Tentu saja akan kukabulkan, apa yang tidak untuk istri ku ini," ucap Jason sambil mengecup kening Lysny. "Apa permintaan mu? Aku sudah tidak sabar mendengarnya."


"Aku mau pistol." Lysny membentuk jarinya seperti pistol lalu mengarahkannya pada Adnan. Adnan seperti tahu apa yang terjadi menjadi semakin pucat, keringat dingin membasahi tubuhnya.


Senyum tersungging diwajah Joe. "Ini Lysny," Joe mengeluarkan pistol dari dalam sakunya. Dengan senang hati Lysny menerimanya.


"Thank's Joe." Lysny menarik pelatuk pistol setelah menerima pistol jenis revolver. Tanpa aba-aba Lysny menembak kaki Adnan. Membuat pria itu berteriak kesakitan.

__ADS_1


"Agrhhhh!!!" Tak puas hanya meluncurkan sebuah peluru, Lysny menembak hingga semua peluru dalam pistol habis. "Aku mohon hentikan..." ucapnya memohon.


Lysny tersenyum sinis mendengarnya, ia mendekati Adnan, mengangkat wajah pria itu menggunakan pistol yang dipegangnya. "Apa kau berhenti disaat aku memohon pada mu untuk berhenti memukuli suami ku? Ha?! Jawab! Tidak bukan? Maka kau tidak berhak mandapatkan ampunan dari ku," teriaknya. Emosi Lysny menjadi naik kala mengingat bagaimana pria brengsek itu memukul Jason. Ia mencari tongkat dan mulai memukuli Adnan, sama seperti saat Adnan memukuli Jason.


Ini pertama kalinya mereka semua melihat Lysny emosi, sebelumnya Lysny selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. "Hentikan sayang, sekarang saatnya hukuman berikutnya. Ayo kita hukum dia sesuai keinginan Della," ucap Jason sambil mendekap Lysny agar emosi wanita itu hilang.


"Grandpa boleh aku pinjam tongkat mu?"


TBC


Budayakan meninggalkan jejak setelah membaca ya, kakak-kakak

__ADS_1


__ADS_2