
"Kau sudah mendapatkan semua yang ku suruh?" Tanya kakek Jullius pada anak buahnya yang ia perintahkan.
"Sudah Tuan" Ia menyerahkan hasil investigasinya kepada Tuannya. "Aku harap hasilnya memuaskan Tuan"
"Ini foto Tuan muda Jason yang sedang mengajak anaknya pergi ke pantai beberapa saat yang lalu"
Kakek Jullius tampak tak puas dengan foto pertamanya. "Kenapa tidak nampak wajahnya? Wajah ... Aku ingin melihat wajahnya, bukan punggung kekar ayahnya" Anak buah itu tampak menunduk. Habis aku, bagainana jika Tuan besar tidak puas dengan hasil kerja ku, batin anak buah itu.
Kakek Jullius menggerang. Tampak di dalam foto Jason dan baby Er sedang liburan di hamparan rumput yang luas juga beberapa pohon. "Kenapa tidak ada wajahnya? Bagaimana cara mu bekerja? Ini sangat tidak memuaskan. Tidak ada foto yang menampilkan wajah cicit ku. Semuanya foto ayahnya, aku sudah bosan melihat anak itu" Kali ini wajah anak buah itu sudah terlihat pucat. Kakek Jullius tidak tahu perjuangannya untuk mendapatkan foto-foto itu. Dengan susah payah ia mengintai Jason agar tidak ketahuan ia harus extra hati-hati.
__ADS_1
Foto ketiga tampak baby Er yang baru lahir, senyum terpasang jelas diwajah keriput kakek Jullius walaupun ia tidak puas dengan hasil investigasi anak buahnya. "Aku akan memberi mu bonus seperempat dari yang ku janjikan. Hasilnya sangat tidak memuaskan ... Hanya ada satu foto yang menampilkan wajah cicit ku" Anak buah itu tampak pasrah dengan hasil upah yang ia terima. Walau seperempat saja tapi hasilnya itu sangat banyak. "Terus pantau mereka, aku mau hasilnya setiap hari" Anak buah itu mengangguk.
***
VX Company
"Pemimpin projectnya seorang wanita, bernama Zaira Khan. Dia di tunjuk langsung oleh pemilik perusahaan, tidak bisa diganti" Jason menghela nafas, keputusan yang sulit.
"Benarkah tidak bisa diganti?" Joe mengangguk. "Ya sudah, apa boleh buat... Pergilah pantau perbaikan gedung yang sedang berjalan, 6 bulan lagi kita akan meresmikannya sebagai anak cabang perusahaan VX Company yang baru"
***
__ADS_1
6 bulan kemudian
Hari ini adalah hari yang special bagi Eros dan juga Lysny. Terutama Eros dia akan merayakan ulang tahunnya yang ke pertama. Sedangkan Lysny, hari ini akan menjadi ulang tahunnya yang ke 22. Jason juga akan meresmikan anak cabang perusahaannya hari ini, akan ia berikan pada Eros sebagai hadiah ulang tahunnya. Ulang tahun Eros hanya di rayakan di mansionnya saja, tidak banyak yang datang. Hanya Joe, Della, Jayden, Stefan, Bob, dan juga Max yang datang. Jason bahkan belum memberitahu orang tuanya. Menurutnya sekarang belum waktunya.
Peresmiannya sudah dilakukan siang tadi, Jason datang seorang diri karna jika ia membawa serta anak dan istrinya, maka semuanya akan terungkap. Dan malam ini waktunya untuk merayakan momen istimewa Eros.
Saat Eros dan juga Lysny akan meniup lilinnya, mereka dikagetkan dengan kedatangan seorang pria paruh baya yang berjalan ke arah mereka dengan tongkat yang selalu setia menemaninya. "Dasar kau cucu durhaka! Kau tidak mengundang ku ke ulang tahun cicit ku sendiri." Sontak mereka serempak menoleh ke arah suara.
"Grandpa..."
TBC
Kakak-kakak jangan lupa tinggalkan jejak ya, nanti up lagi kok.
__ADS_1