My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please

My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please
Bab 40


__ADS_3

Tok,,,,tok,,,,tok,,, pintu ruangan Lysny di ketuk.


"Masuk," pintanya. "Ada apa? Kok balik lagi?" Tanya Lysny ketika Bob masuk kembali kedalam ruangannya padahal pria itu belum lama keluar.


"Ada yang ngirim ini." Bob memberikan sebuket bunga liliy yang pastinya Lysny sudah tahu siapa pengirimnya. "Kau tahu siapa pengirimnya?" Tanya Bob karna tadi ia tidak menemukan nama pengirimnya.


Lysny mengangguk. "Iya aku tahu."


"Ya sudah aku pergi dulu, jangan lupa jam 11 nanti."


"Iya," jawabnya singkat lalu membuka kartu yang terdapat dalam bunga tadi. Setelah membacanya Lysny menyimpan kartu tadi dan memajang bunga lily kesukaannya dalam pot.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 11, Lysny segera pergi ke restoran yang sudah disepakatinya bersama tamunya yang datang dari Arab setelah Della datang dan menitipkan Eros. Sampai sekrang Lysny masih belum mau memperkerjakan baby sister, dengan alasan yang masih sama.


"Maaf Tuan Adnan sudah membuat anda menunggu lama," ucap Lysny tidak enak saat ia sudah sampai di meja yang sudah dipesan, ternyata Tuan Adnan datang lebih dulu.


"Saya tidak menunggu lama, saya juga baru sampai jadi jangan tidak enak hati," balas Adnan dengan senyum ramah. "Silahkan duduk."


"Bagaimana perjalanan dari Arab ke America? Apakah lancar?" Tanya Lysny berbasa basi setelah mereka memesan makan.


"Sangat lancar. Maksud kedatangan saya ke sini mau mengajukan kerja sama." Adnan mengutarakan niatnya yang sudah tertunda lama karna ingin bertemu dengan Lysny secara langsung dan baru sekrang terjadi.


"Apakah anda membawa proposalnya? Karna tanpa proposal saya tidak bisa menyanggupinya dan saya harus tahu dulu kerja sama mengenai apa"


Adnan memberikan sebuah map hitam yang berisi proposal kerja samanya. "Sebelumnya saya sudah pernah mangirimi proposal kerja sama kepada asisten anda Tuan Bob."

__ADS_1


Saat sedang membaca proposalnya Lysny mendapatkan pesan dari Bob. "Terima saja kerja samanya, itu akan sangat menguntungkan. Aku sudah pernah membacanya." Begitulah isi pesannya. Lysny hanya membacanya lalu melanjutkan membaca proposal kerja samanya kembali karna tidak ingin ceroboh. Sedari tadi Adnan menatapnya dengan tatapan intens dan juga berbeda, namun Lysny tidak menyadarinya karna terlalu serius membaca proposalnya.


"Selamat Tuan, saya menerima kerja samanya," ucap Lysny lalu menandatangani dokumennya.


Adnan tersenyum puas usahanya tidak sia sia jauh jauh datang kemari. " Terima kasih nona, saya pastikan project ini akan berjalan lancar. Kita akan membuat gebrekan baru." Keduanya berjabat tangan.


"Saya harap begitu," ucap Lysny sembari tersenyum.


Adnan melihat jam yang melingkar ditangannya. "Lebih baik kita makan siang dulu nona, sudah waktunya."


"Maaf tuan saya ingin tapi tak bisa, masih ada urusan yang harus saya selesaikan," ucap Lysny penuh rasa menyesal.


Adnan mengangguk. "Saya mengerti nona, nona adalah orang yang sibuk."


"Tuan bisa aja, kalau begitu saya permisi." Lysny beranjak pergi meninggalkan restoran.


***


Lysny pulang ke mansion Jason pukul 6 sore, sejam sebelum batas waktu yang diberikan Jason. Saat Lysny masuk kedalam bersama baby Er tidak ada siapa pun didalam mansion. Membuat wanita itu heran.


Kemana perginya para pelayan? Dan juga biasanya banyak bodyguard di luar kenapa sekarang satu pun tidak ada?


Lysny berjalan semakin masuk kedalam saat sudah berada di ruang tengah tiba tiba saja lampu diseluruh mansion mati.


Kok lampunya mati sih? Ada apa sih sebenarnya?


Perlahan lampu lampu yang tadinya mati berangsur hidup kembali disusul seorang pria keluar dari balik pilar dengan membawa troli makanan yang berisi satu loyang kue disertai dengan banyak bunga lily.

__ADS_1


"Cari siapa sih?" Lysny yang mendengar suara memutar badannya melihat ke sumber suara. Betapa terkejut dirinya saat sang suami Jason menghampirinya.


"Ada apa ini? Kok ada cake?" Tanyanya yang sangat bingung sekarang. Seingatnya tidak ada siapa pun yang berulang tahun diantara mereka. Lalu untuk apa semua ini?


"Apakah kau lupa ini aniversarry kita satu bulan?"


Lysny mengenyitkan dahi. "Bukannya itu dirayain setiap tahun ya? Kau ini aneh sekali," cibirnya.


Jason terkekeh mendengarnya, "setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk merayakannya, termasuk aku." Jason mengambil baby Er. "Apa kau tidak senang?"


"Bukan begitu aku senang kau ingat, cuma kau ini aneh orang nya. Mana ada orang merayakan pernikahan mereka setiap bulannya"


"Ada, kau saja yang tidak tahu. Ayo kita potong kuenya"


Lysny menghela nafas. Tidak ada guna berdebat dengan orang sepertinya.


"Iya, ayo" Lysny berucap sambil ternyum, ia tidak menyangka Jason akan melakukan semua ini.


TBC


**Foto Adnan, nanti akan terlibat lagi dalam cerita ini, jadi dikasih fotonya.


Adnan Khan**



__ADS_1


__ADS_2