My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please

My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please
Bab 47


__ADS_3

Seorang pria baruh baya tengah mengerutu di dalam mobil rolls royce miliknya, mengumpati cucunya. Setelah tahu apa yang akan terjadi hari ini, atas hasil investigasi anak buahnya dengan segera ia pergi ke mansion CEO VX Company.


Sesampainya disana ia menerobos masuk, karna petugas keamanan tidak membiarkannya masuk. Ditambah lagi ia tidak pernah datang kemari, jadi mereka tidak tahu siapa pria ini. Untung saja ia membawa beberapa bodyguard serta anak buah ikut bersamanya, jadi dengan mudahnya ia bisa menerobos masuk sementara bawahannya menghalau petugas keamanan.


"Dasar kau cucu durhaka! Kau tidak mengundang ku ke ulang tahun cicit ku sendiri."


Jason yang tidak asing dengan suara yang didengarnya dengan segera menoleh ke sumber suara untuk memastikan. "Grandpa... Kenapa datang ke sini?"


"Kenapa datang ke sini? Memangnya aku tidak boleh datang ke ulang tahun cicit ku sendiri?"


Jason menggaruk lehernya yang tidak gatal. "Bukan begitu maksud ku grandpa" ia tergugu saat menjawabnya.

__ADS_1


Mereka semuanya hanya melihat interaksi keduanya tanpa berkomentar apa pun. Lysny menjadi gugup, ia menggigit bibir bawahnya. Pasalnya ini pertama kalinya ia bertemu anggota keluarga Jason setelah menikah. Sebelumnya ia sudah pernah bertemu kakek Jullius di acara penghargaan CEO 2 tahun silam, hanya bertemu tidak berbicara. Lysny hanya pernah bertemu 2 anggota keluarga suaminya, yaitu Jack dan kakek Jullius. Yang lainnya tidak pernah.


Jason berdehem untuk mengembalikan suasana seperti semula. Ia memperkenalkan semua orang pada kakeknya sebelum Lysny dan Eros kembali meniup lilinnya yang belum sempat ditiup tadi karena kerusuhan yang datang secara tiba tiba, tanpa diundang.


Saat ingin potong kue, momen itu kembali diganggu dengan petugas keamanan yang masuk. "Maaf Tuan, kami lalali dan tidak bisa bekerja dengan baik"


"Pergilah, tidak usah tahan mereka. Mereka tamu ku"


"Hei cucu durhaka, aku bukan tamu mu, tapi keluarga mu, kakek mu," ucapnya penuh penekanan. Kakek Jullius tidak terima ia disebut sebagai tamu Jason. Untung saja tongkat setianya tidak melayang ke arah Jason.


"Ternyata adik ipar selain takut dengan Lysny, dia juga takut dengan kakeknya ya" semua orang tertawa dengan ucapan Della, kecuali Jason yang menatapnya tajam. "Jangan melototi ku, atau ku bongkar semua rahasia mu" tak ingin rencananya gagal, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


"Rahasia? Apa rahasianya? Jangan-jangan Jason punya wanita lain ya?" ucap Max memanas-manasi Jason. "Kalau begitu aku bisa merebut Lysny dengan mudah" ucapnya lagi. Max hanya bercanda, ia tidak berniat melakukannya.


"Coba saja kalau berani, kau kuberi makan pada singa kesayangan ku." Ketusnya, padahal ia tahu Max sedang mencoba untuk memprovokasinya.


Mereka semua sangat senang dengan kehadiran kakek Jullius. Ia kerap kali melontarkan candaan yang mana membuat mereka merasa terhibur. Kakek Jullius mencoba mengakrabkan diri pada sang cicit, Eros. Awalnya Eros memberontak ingin turun dari pangkuan sang kakek buyut, berkat bujukan dan rayuan Lysny Eros tidak jadi turun. Ini memang sikap yang ditunjukkan Eros jika bertemu orang baru.


Hari semakin larut para tamu sudah pulang hanya terisa kakek Jullius yang akan menginap disana. Lysny sudah tidak canggung lagi dengan kakek mertuanya, hanya dalam waktu sehari mereka menjadi dekat. Sekarang mereka berada di ruang tengah. Kakek Jullius ingin berbicara dengan keduanya.


Apakah grandpa ingin mengintrogasi kami? Atau grandpa akan memarahi dan menjelek-jelekkan ku seperti mertua lainnya? Jika iya berati sedari tadi yang ia lakukan hanya berpura-pura. Asumsi Lysny. Ia sudah memasang wajah siaga jika itu terjadi. Tidak mungkin ia hanya diam saja dan tidak membela dirinya sendiri. Jantungnya sedang berdebar-debar menantikan kata yang akan keluar dari mulut pria paruh baya itu.


"Kalian..."

__ADS_1


TBC


Kakak-kakak jangan lupa tinggalkan jejak ya.


__ADS_2