
Pagi yang cerah diawali dengan wajah yang cerah. "Good morning, honey!" ucap Jason dengan riang, berbeda dengan Lysny yang tidak menanggapinya dan memasang wajah datar. Dia masih kesal dengan suaminya, bukannya dirayu malah tidur semalam.
"Good morning, baby!" ucapnya pada Eros yang nyawa-nyawanya belum terkumpul sempurna. Jason menciumi seluruh wajah Eros.
"Molning daddy," balas Eros dengan tidak semangat. Lalu membalas mencium Jason.
Setelah meregangkan otot-ototnya, Lysny kekamar mandi untuk memandikan Eros. Lalu ia sendiri bersiap untuk pergi ke kantor. Suasana hatinya sedang tidak baik hari ini, jadi bisa dipastikan siapa pun yang melakukan kesalahan akan disemprotnya.
Seperti biasa saat Jason sedang mandi, Lysny menyiapkan semua keperluan Jason, walaupun ia sedang kesal sekarang. Kesal karna ketidakpekaan suaminya.
Saat sarapan pun dia tidak mengucapkan satu kata pun, begitu juga saat ia akan keluar rumah. Tidak ada ucapan selamat tinggal, tidak ada morning kiss dan tidak ada kecupan perpisahan yang mereka lakukan selama sebulan terakhir ini.
Jason serba salah jadinya. Dia tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia perbuat hingga membuat istrinya menjadi marah padanya.
Ada apa dengannya? Dia jadi aneh sejak semalam. Apa salah ku? Apa aku menjawab pertanyaan nya semalam hingga membuatnya seperti ini?
***
VX Company
__ADS_1
"Joe, datanglah ke ruangan ku. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan," panggilnya melalui sambungan intercom.
Tak lama kemudian Joe pun menunjukkan dirinya. "Ada apa? Apakah ada masalah?" Tanyanya.
"Masalah yang sangat penting malah," ucapnya membuat Joe menjadi sedikit panik. Tapi yang menjawab hanya biasa saja.
"Masalah apa?"
"Itu, istri ku. Sejak semalam sikapnya aneh, sampai pagi ini pun masih seperti itu," balasnya yang membuat Joe menatapnya dengan jengah.
Dasar! Aku pikir masalah apa, buat orang panik aja.
"Kira-kira apa penyebabnya?" lanjutnya.
Jason berpikir sejenak apa yang diperbuatnya semalam hingga membuat wanita cantik itu menjadi seperti ini. Jason merenungkan perkataan Joe, sampai ia menemukan penyebabnya.
Ahh sial! Pantas saja dia marah. Batin Jason yang sudah tahu penyebabnya. Malam ini juga aku akan menyelesaikan semuanya. Atau aku ke kantornya saja ya? Tidak, tidak lebih baik aku bertemunya malam nanti.
***
__ADS_1
Willy's. Corp
Lysny berjalan mondar mandir diruangannya, ia menunggu sesuatu. Menunggu barang itu sampai semakin membuatnya kesal. Eros pun dibuat bingung olehnya. Lysny tak seperti biasanya hari ini.
Kenapa bunganya belum datang juga?
"Mommy?" Eros menghampiri Lysny. "Mommy kenapa?"
Lysny yang mendengar putranya memanggil dengan segera menoleh kearahnya. "Mommy tidak apa-apa, baby?" Setelah memastikan ibunya baik-baik saja, Eros kembali bermain dengan mainannya.
Tok,,,tok,,,tok, terdengar suara ketukan pintu tiga kali.
"Masuk" Bob menyembul dari balik pintu dengan sebuket bunga. "Kenapa lama sekali, hah?!" ucapnya dengan nada yang sedikit tinggi, membuat Bob menatap aneh kearahnya.
"Kau ini kenapa? Bunganya baru saja sampai. Kenapa kau marah-marah pada ku? Marahi saja kurirnya," ucapnya yang tak mau disalahkan.
Ada yang salah ya dengannya? Dia seperti orang yang baru saja kerasukan jiwa orang lain. Dia sangat berbeda hari ini, biasanya dia tidak pernah marah-marah tidak jelas.
"Kalian ini semua sama saja, membuat ku kesal. Tidak dirumah, tidak dikantor. Sama saja kalian! Sudah sana keluar kau!" ucapnya yang masih marah-marah, seperti sedang PMS.
__ADS_1
TBC
Budayakan meninggalkan jejak setelah membaca ya, kakak-kakak