
Jason menjadi cemberut. "Eros yang diatas mu boleh, sedangkan aku yang membuatnya tidak boleh." Jason memanyunkan bibirnya.
"Itu hal yang berbeda, jangan kau samakan arti diatasnya!" ucap Lysny dengan kesal. Tiba-tiba Lysny teringat sesuatu. "Oh ya, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada mu." Lysny memindahkan Eros yang tertidur dengan perlahan, lalu ia mengambil ponselnya. Mencari-cari sebuah foto di galerynya. "Ini, kau lihat?" Tanya Lysny dengan mengangkat kedua alisnya. "Sedang apa kau disana?"
"Inikan foto waktu aku di Italy 2 tahun lalu, kau juga berada disana?"
"Tidak usah mengubah topik pembicaraan, jawab saja sedang apa kau disana, hah?" Foto yang 2 tahun lalu ia hapus, ternyata ada back up nya jadi walaupun dihapus fofo itu tetap ada.
"Tenanglah, tidak usah galak begitu. Aku takut jadinya."
"Hahaha... Lucu sekali, kau ini seorang mafia tapi takut pada aku. Kau masuk golongan suami takut pada istri ya?" Tanyanya yang masih tertawa pelan.
"Kalau aku tahu kau berada ditempat yang sama dengan ku, sudah ku seret pulang kau," ucapnya mendadak menjadi kesal.
"Kenapa kau kesal? Ayo jawab, kenapa kau berada disana?"
"Kerja! Aku kesana untuk kerja, puas?"
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa yakin kalau kau kesana bukan untuk mencari wanita? Kau punya bukti? Kau tahukan aku menjadi tidak mudah percaya pada orang," ucapnya mencoba membuat Jason semakin kesal.
"Tanya saja pada Joe, dia ikut bersama ku waktu itu," ucapnya dengan datar, sungguh ia sedang tak ingin berdebat. "Jika masih tidak percaya yasudah, tidak usah percaya," lanjutnya. Jason kembali berbaring tapi kali ini ia berhadap memunggungi Lysny. Lysny terkekeh melihat Jason kesal. Sepertinya akan menjadi hobi barunya membuat Jason kesal.
"Aku hanya bercanda, jangan kesal ya?" Jason bergeming tak menimpali ucapan Lysny, membuat wanita itu semakin yakin jika suaminya sedang kesal. "Padahal tadi aku ingin main, tapi karna kau โ" ucapannya terhenti kala Jason berbalik mengahadapnya lalu menggendongnya keluar kamar.
Saat sampai dikamar ujung lorong, Jason melempar Lysny dengan kasar keatas ranjang. "Kau tidak bisa pelan-pelan ya," ucapnya kesal. "Sekali saja ya, dan jangan keluarkan didalam, ingat Eros masih kecil," lanjutnya
Dengan cepat Jason membuka semua bajunya, menyisakan boxer. Ia mendekati Lysny, mengecup bibirnya, lalu **********.
Setelahnya, ia kembali menyerang Lysny secara brutal. Bibirnya beralih ke leher, puas memberikan bekas biru keunguan ciumannya turun pada dua bola kenyal. Jarinya memilin benda mungil yang berada di ujung bola kenyal. Sedangkan tangannya yang satu lagi mengocok pada inti Lysny dengan menggunakan 3 jarinya. "Ahhh... Shitt!" umpat Lysny ketika Jason mengocoknya semakin cepat hingga keluarlah cairan dari dalamnya.
Merasa ada sesuatu yang keluar, Jason menurunkan kepalanya lagi hingga sampai di inti Lysny, ia meminum habis cairan itu tanpa rasa jijik. Karna rasa nikmat, tanpa disadari Lysny menekan kepala Jason lebih dalam. Lysny menikmati permainan yang diciptakan Jason, ia menikmati setiap sentuhan yang diberikan padanya.
Jason sedang bersiap untuk memasukkan senjata laras panjangnya. Ia menggesek-gesekkannya di inti Lysny membuat wanita itu mendesah lebih keras lagi.
Rasa ini membuat Lysny frustasi kala tak kunjung dimasuki, Jason senang bisa membuat Lysny merasa frustasi. Ia sengaja melakukannya untuk melihat ekspresi Lysny. "Now!" Tak tahan lagi, Lysny memerintahkan Jason untuk segera melakukannya.
__ADS_1
"As your wish my queen." Tanpa berlama-lama, Jason langsung memasuki Lysny.
"Ahhh.... Shhhhh... Ja...son..." Tak senang dengan apa yang didengarnya, Jason membalik posisi Lysny menjadi menungging menghadapnya.
Jason menampar bokong Lysny. "Panggil aku daddy! Aku sugar daddy mu," ucapnya lalu kembali menampar bokong Lysny.
"Daddy..." panggilnya sesuai keinginan Jason.
"Nice baby..."
Malam itu mereka melakukannya tak hanya satu kali, mereka melakukannya hingga berkali-kali. Sampai subuh menjelang baru mereka menghentikan kegiatan panas itu dan kembali ke kamar mereka. Lysny kesal pada Jason, saat klimaks tadi bukannya mengeluarkannya di luar, Jason malah mengeluarkannya didalam. Membuat rahim Lysny merasa hangat.
"Kau tidak menyesal Eros lahir dari rahim ku? Aku tahu saat kita melakukannya malam itu, aku sudah tidak virgin lagi," ucapnya setelah mereka sampai dikamar.
TBC
Budayakan meninggalkan jejak setelah membaca ya, kakak-kakak
__ADS_1