
Pagi telah tiba menyambut sepasang kekasih yang masih bergelut dibawah selimut yang menutupi tubuh keduanya setelah melewati malam yang panas.
Mata biru itu perlahan terbuka menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam korneanya. Bibirnya melengkung membentuk senyuman saat mengingat kembali malam yang panjang baginya dan juga wanita yang sedang tidur di lengannya. Tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata, bagaimana semalam menjadi malam yang indah bagi keduanya.
Jason meletakkan kepala Lysny dengan pelan keatas bantal, lalu ia menurunkan badannya setinggi dada Lysny. Ia meremasnya pelan kemudian menyusu seperti bayinya kehausan. Lama-lama remasan itu mengganggu Lysny sehingga memaksanya untuk membuka mata dan melihat apa yang terjadi.
"Apa yang kau lakukan?!" Kalimat pertama yang keluar dari bibir merah itu ketika melihat Jason.
"Minum susu," ucapnya. Benar saja ada cairan yang keluar saat ia menghisapnya.
Lysny menghentikan kegiatan Jason dengan segera, ia menariknya agar sejajar dengan tingginya. "Apa yang semalam belum cukup?" Jason menjawabnya dengan senyum pepsoden.
"Mau lagi," rengek Jason dengan menunjukkan wajah imutnya.
"No! Aku capek," ucapnya sembari merapatkan kedua kakinya untuk mengantisipasi suaminya berbuat hal nekat. "I have something for you." Lysny mengambil secarik kertas yang berada di laci samping ranjang lalu memberikannya pada Jason.
"What is this?" Tanyanya dengan bingung.
"Ikuti saja instruksinya,"
"Tidak mau, aku sedang mageran (malas gerak),"
"Ikuti saja, aku jamin hasilnya akan sepadan. Malah menurut ku apa yang kau dapat nanti, tidak akan sebanding dengan yang akan kau lakukan sekarang." Penasaran apa yang sedang direncanakan istrinya. Jason pun mengikuti istruksi itu. Dikertas itu tertulis 'pergi ke ruang mainan Eros dan temukan kertas yang sama, kemudian ikuti instruksinya.
Jason keluar dengan keadaan telanjang, ia tenang karna tidak ada pelayan dirumah. Dan semua jendela tertutup horden. Setelah menemukan kertasnya Jason mengikuti perintah selanjutnya. Jason pergi keruang gymnya, lalu pergi ke kamar mandi, taman belakang, ruang tamu, kolam renang, ruang tengah. Dan disinlah dia sekarang di dapur.
"Awas saja kalau hasilnya kertas lagi," gumamnya. Ia membuka pelan lemari atas dapurnya dan menemukan sebuah kotak. Perlahan ia membuka kotak nya, ia terkejut mengetahui isi kotak itu. Rasanya ia tidak percaya.
"What the —"
Dengan segera ia berlari keatas menuju kamarnya dengan kondisi badannya basah karna harus mengambil kertas di kolam tadi. Dengan hati-hati ia melewati setiap anak tangga sampai dikamarnya ia lompat keatas ranjang.
"Is this for real?!" Lysny mengangguk membenarkan. Jason menarik tengkuk Lysny untuk menciumnya, lalu mereka berpelukan.
__ADS_1
***
10 Tahun kemudian
Mansion Jason dipenuhi dengan suara tangisan bayi yang baru saja lahir. Seorang malaikat kembali hadir dalam keluarganya. Ini kelahiran anak Lysny dan Jason yang keempat.
Anak kedua mereka lahir pada saat Eros berumur 2 tahun lewat 2 bulan. Jenis kelaminnya laki-laki yang diberi nama Eleos Willy Johnson Van Xander. Lysny kembali dinyatakan hamil dan melahirkan anak ketiga mereka saat Eros berumur empat setengah tahun. Anak ketiga mereka juga laki-laki yang diberi nama Edgar Willy Johnson Van Xander. Dan sekarang anak mereka yang keempat bernama Eliora Willy Johnson Van Xander. Putri satu-satunya dikeluarga mereka. Bahkan anak kedua Della dan Stefan juga laki-laki. Eliora sudah sangat dinantikan semua orang sejak ia tumbuh dalam rahim Lysny.
Semua orang dalam ruangan itu berebutan ingin menggendong Eliora. Ketiga kakaknya juga tak ketinggalan ingin menggendong adik perempuan mereka satu-satunya. Semua anak mereka tidak pernah bertengkar itulah yang membuat Lysny bersyukur. Lysny sangat bahagia selama pernikahannya bersama Jason.
"Hello, princess El," sapa Eros. "I am yours big brother," ujarnya sambil mencium pipi sang adik yang berada dalam gendongan sang grandma.
"Mommy i want more sisters," ucap Eleos.
"Yeah mommy, we want more sisters," si kecil Edgar ikut menimpali ucapan kakak-kakaknya.
"No boys, no more sisters." Jason datang dan ikut duduk disofa. Dipangkuannya terdapat Edgar dan samping kiri, kanannya terdapat Eros dan Eleos.
"Why daddy?" Tanya ketiganya serempak. Lalu melihat ke arah sang mommy yang hanya tersenyum.
"Okay," jawab ketiganya dengan lesu.
Eros berjalan menghampiri Eve. "Grandma, Eros mau gendong princess El." Eve memberikan Eliora pada Eros. "She's so beautiful mommy, just like you," pujinya.
"Aww, you're so sweet baby. Kemarilah," ujar Lysny. Dengan perlahan Eros menuju ketempat Lysny berada sambil menggendong Eliora. Kemudian memberikannya pada Lysny.
Setelah sampai Lysny mendudukkannya dipangkuannya. "Eros juga tampan kayak daddy," ujar Lysny. Eleos dan Edgar mendekati Lysny.
"Mommy kita?" Eleos dan Edgar juga ingin di puji.
"Kalian?" Keduanya mengangguk. "Tentu saja kalian juga tampan seperti daddy," Eros, Eleos, dan Edgar kompak menciumi Lysny membuat wanita itu sangat bahagia.
"Daddy dengar tadi ada yang sedang memuji daddy, ya?" Keluarga bahagia itu berkumpul ditaman belakang.
__ADS_1
"No daddy, tidak ada yang puji daddy," ucap Edgar.
"Jangan bohong,"
"Ed tidak berbohong daddy, memang tidak ada yang puji daddy," jawab Eleos membela sang adik. Keempatnya terkekeh melihat wajah masam Jason. "Tadi mommy memuji kita bukan daddy," lanjutnya.
"Malam nanti kalian bertiga tidak boleh tidur bersama daddy," ucapnya menakut-nakuti three musketeer yang super kompak.
"Daddy ganteng kok, jadi malam nanti kita tetap tidur di kamar daddy," Eros mulai mengeluarkan tak tik supaya tetap sekamar dengan orang tuanya.
"Iya daddy ganteng," ujar Eleos.
"Yups seperti kita," ujar Edgard.
Huh! Seperti kalian? Aku yang membuat kalian, seharusnya kalian yang seperti ku.
"Daddy, ayo berenang. El sudah lama tidak berenang, mommy bolehkan?"
"Boleh tapi harus ada yang jaga,"
"Let's go daddy," ketiga musketeer itu menarik kedua tangan Jason agar menuruti permintaan Eleos. Satu yang meminta, yang lainnya mencoba untuk membujuk agar yang lainnya mendapat apa yang diinginkan.
Jason yang tidak bisa berbuat apa-apa jika ketiga pria itu sudah bertindak terpaksa mengikuti permintaan Eleos. "Okay let's go."
Sore itu mereka habiskan dengan bahagia, senyum tak pernah luntur dari wajah mereka. Senyum mereka sangat berarti bagi Lysny, ia bisa melakukan apa saja agar bisa melihat senyuman mereka.
Aku beruntung bisa memiliki mu sebagai suami ku. Berkat mu aku bisa memiliki empat anak yang sangat baik dan juga menyayangi ku. Aku mencintai mu Jason Van Xander, kemarin, sekarang dan selamanya.
- Lysny Willy Johnson
Aku mencintai mu istri ku, sugar baby ku. Terima kasih kau sudah hadir dalam hidup ku. Kau dan anak-anak kita adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan pada ku. Sekali lagi aku mencintai mu my wife, my sugar baby.
- Jason Van Xander
__ADS_1
...— The End —...
Terima kasih sudah mengikuti perjalanan cinta Lysny dan Jason. Ambil pelajaran dari cerita mereka ya, dan jangan diikuti sifat tak baik dari tokoh-tokoh ceritanya. Terima kasih buat dukungan kakak-kakak selama ini, karna kalian lah author bisa menulis sampai sejauh ini. Author nggak nyangka bisa menulis cerita ini sampai tamat dari season satu sampai season dua. Sekali lagi terima kasih.