
Mansion utama keluarga Van Xander
Mobil mewah keluaran terbaru tampak terparkir jelas di pelataran mansion utama keluarga Van Xander. Kakek Jullius menyambut ketiganya setelah mendengar kabar kedatangan mereka.
"Apa kabar mu Tuan Jullius? Lama tidak berjumpa" Tampak kakek Jullius menyambut tamunya dengan baik. Keduanya berjabat tangan serta seutas senyum yang terbit dari wajah keduanya. Kakek Jullius mempersilahkan tamunya untuk duduk.
"Kabar ku baik Tuan Shabaz, bagaimana kabar mu? "
"Kabar ku juga baik Tuan"
"Kalau boleh tahu siapa yang kau bawa ini Tuan?"
"Ah, aku lupa memperkenalkannya pada mu. Ini Adnan, putra sulung ku. Dan ini Zaira putri bungsu ku" Kakek Jullius mengangguk. Keduanya tersenyum kepada kakek Jullius dengan maksud tersembunyi didalamnya.
"Kenapa teman ku, Aly tidak ikut kemari?"
"Ayah ku sudah meninggal 4 tahun yang lalu"
"Aku turut prihatin Tuan Shabaz, aku tidak tahu kalau teman ku sudah tidak ada didunia ini, karna komunikasi yang terputus"
***
__ADS_1
"Sudah pulang?" Jason menangguk. "Mandilah dan turun untuk makan malam. Aku akan menunggu mu" Jason naik ke atas, dengan langkah lebar ia memasuki kamarnya dan masuk ke kamar mandi membersihkan diri.
"Tidurlah lebih dulu, tidak perlu menunggu ku. Aku masih ada pekerjaan, aku pergi dulu ke ruang kerja ku"
"Ingin aku buatkan sesuatu?"
"Tidak perlu, naik dan tidurlah" Jason melangkah pergi ke ruang kerjanya.
Tok,,,,tok,,,tok,,,, pintu ruang kerja Jason diketuk sebanyak tiga kali. Setelah mendapat ijin untuk masuk, Lysny menyembul dari balik pintu. Kemudian masuk kedalam ruang kerja Jason dengan secangkir kopi ditangannya.
"Ini kopi untuk mu" Lysny meletakkan cangkir kopi itu diatas meja yang penuh dengan berkas-berkas dan juga dokumen. "Jangan terlalu capek dalam bekerja, jika lelah istirahatlah. Jangan karna terlalu lelah kau jatuh sakit," Lysny memberi nasihat setelahnya keluar dari ruangan itu.
***
Mansion utama keluarga Van Xander
"Kau sudah membaca ulasan perusahaannya? Jika ulasannya bagus kita bisa menerimanya."
"Ulasannya lumayan, tapi perusahaannya di New York itu anak cabang perusahaannya, dan baru 2 bulan lamanya berdiri"
"Apa nama perusahaannya?"
__ADS_1
"KA's Group, grandpa" Jason mengambil cangkir kopi di meja dan menyesapnya.
"KA's Group? Terima saja, grandpa mengenal pendirinya. Pendirinya merupakan teman lama grandpa."
"Baiklah grandpa, kalau begitu aku akan menerimanya. Mana mommy dan daddy, mereka tidak kelihatan dari tadi?"
"Mereka sedang liburan ke Florida, meninggalkan ku seorang diri disini" kakek Jullius mencoba membuat raut wajah se-sedih mungkin, ia mempunyai rencana.
"Tidak usah membuat wajah seperti itu grandpa, jawaban ku tetap tidak"
"Ayolah aku mau bertemu cicit ku, kenapa kau tidak mengijinkan ku tinggal di mansion mu"
"Grandpa sudah tahu?" tanyanya dengan nada tak percaya.
"Kau tinggal terpisah dengan kami, jadi aku memantau mu dari jauh. Sampai kapan kau berniat menyembunyikan mereka dari ku hah?!" tanyanya dengan nada penekanan.
"Aku sudah merencanakannya, jadi jangan khawatir. Jangan beritahu daddy dan mommy dulu grandpa. Aku pergi dulu, masih banyak pekerjaan yang harus ku kerjakan"
"Jangan lupa atur pertemuan dengan cicit ku secepatnya!" teriaknya pada Jason yang berjalan menjauh. Jason hanya menjawabnya dengan mengacungkan jempol.
TBC
__ADS_1
Kakak-kakak jangan lupa tinggalkan jejak ya