
Pagi yang cerah di iringi dengan suara kicauan burung yang merdu mengawali hari, Merasa sesuatu menyentuhnya, membuat Lysny terbangun dari mimpi indahnya. Perlahan tapi pasti ia mngerjapkan matanya dengan cepat, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. ia menoleh ke arah kanannya dan mendapati Jason sedang menatapnya dengan seksama.
"Sudah puas menatap ku?" Sapaan pertama yang diberikan Lysny pagi ini pada Jason.
"Belum, aku tidak akan puas hanya dengan menatap mu bahkan seumur hidup ku." Lysny menatap ke arah sesuatu yang menyentuhnya. Seketika ia tersenyum,ternyata itu putranya Eros yang menyentuhnya.
Tadi saat Jason bangun ia melihat Eros sudah terbangun jadi ia menyingkirkan guling dan meletakkan Eros di antaranya dan juga Lysny sebagai pengganti guling.
Lysny mengambil Eros dari atas ranjang dan menggendongnya, "Anak mommy sudah bangun ya....." Lysny menciumi seluruh wajah Eros membuat bocah itu tersenyum senang.
"Daddynya juga mau dicium," ucap Jaso yang sudah memonyongkan bibirnya.
"Nggak mau! Ciuman ku hanya untuk Eros." Ucap Lysny dengan ketus lalu kembali tersenyum menatap Eros, sepertinya ia tahu apa yang kedua orang tuanya ributkan membuat Eros membuka mulutnya tertawa meledek ke arah Jason.
__ADS_1
"Kau menertawakan daddy Eros? Rasakan ini.... Hahahha" Posisi Eros sudah diatas ranjang kembali membuat Jason menggelitik perut Eros. Bocah itu tertawa tanpa henti karena rasa geli yang ia rasakan.
"Ayo tertawa lagi. Daddy akan menggelitik mu lagi." Lysny ikut tertawa melihat tingkah keduanya, terutama Jason, Lysny tak pernah melihat pria itu tertawa selepas itu. Bulu bulu halus yang mengelilingi sekitar rahangnya membuatnya terkihat sexy.
"Sudah tertawanya Eros harus mandi, aku akan memandikannya." Lysny berjalan ke arah kamar mandi mempersipakan peralatan yang dibutuhkan seorang bayi untuk mandi.
"Ayo berikan Eros pada ku." Lysny membuka sedikit kedua tangannya lalu Jason memberikan Eros padanya.
"Aku juga mau memandikannya," ucap Jason dengan antusias, ia terlihat sangat bersemangat. Selama beberapa hari ini ia hanya melihat Lysny memandikan putra mereka tanpa ikut membantu, kini ia juga ingin mencobanya.
Eros menikmati perdebatan kedua orang tuanya, ia tertawa tanpa henti. Membuat ketiga nya terlihat seperti keluarga harmonis.
"Aku bilang jangan menyipratkan air lagi!" Tegas Lysny.
__ADS_1
"Kau harus mencium ku dulu baru kuhentikan." Tawar Jason sembari menjulurkan lidahnya, ia masih terus menyipratkan air pada Lysny. Sedari tadi Eros sudah selesai mandk dan sekarang Lysny sedang memakaikannya baju.
"Lagi lagi kau mencari kesempatan dalam kesempitan. Apa tidak puas setelah mencuri dua ciuman dari bibir ku?"
"Ralat sayang, aku hanya mengcup bukan mencium."
"Terserah." Lysny memutar kedua bola matanya malas.
"Aku mana puas hanya dengan dua kecupan? Setidaknya kau memuaskan ku dengan beberapa ronde diatas ranjang kita. Sudah lama aku menahannya hanya untuk mu."
"Apa pikiran mu hanya tentang semua itu? Kotor sekali pemikiran mu itu. Aku heran kenapa aku harus setuju untuk menikah dengan mu. Andai waktu bisa diputar kembali aku akan berbuat sebaliknya."
TBC
__ADS_1
Jangan lupa untuk terus mendukung karya ini, karna dukungan kalian sangatlah penting untuk menulis novel lainnya.