
"Bisakah kau tidak membahas itu sekarang? Masih ada 356 hari lagi untuk mu berjuang. Apakah hanya sebesar itu cinta mu padaku? Kita baru menikah 9 hari, tidak akan secepat itu aku jatuh cinta pada mu kembali." Keduanya terdiam cukup lama hingga pelayan datang membawakan pesanan keduanya.
"Silahkan di nikmati makanannya, permisi" pelayan itu buru buru meninggalkan pasangan itu, melihat wajah keduanya yang tidak enak dipandang.
Keduanya makan tanpa berbicara, sedikit demi sedikit makanan dihabiskan keduanya hingga ludas. "Kita bercerai saja kalau gitu caranya. Kau itu sangat tidak sabaran, sangat tidak cocok dengan ku. Aku rasa kita tidak cocok, sebaiknya kita berpisah saja. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan menjadi pasangan," ucap Lysny memberi solusi untuk masalah mereka.
"Lalu siapa yang cocok menjadi pasangan mu hah?! Maxime?! Ayo jawab kenapa diam saja?!" Emosi yang dipendam keluar begitu saja seperti gunung berapi yang memuntahkan laharnya yang panas, seperti itulah Jason saat ini. Untung saja tidak ada siapa pun selain mereka bertiga, akan sangat tidak nyaman jika orang lain melihatnya.
"Tidak usah bawa bawa Maxime, dia tidak ada hubungannya dengan ini mengerti?! Ini masalah antara kau dan aku!" Lysny juga ikut emosi kala nama sahabatnya di bawa bawa suaminya saat ini.
__ADS_1
"Tentu saja ada, pria seperti dia yang kau mau bukan?! Kau mau kita bercerai dan kau bisa menikahinya begitu?! Cih! Menjijikkan!"
Emosi Lysny semakin tersulut saat pria itu mulai menghinanya tentu saja ia tak akan terima dengan begitu mudah, "Kau bilang apa? menjijikkan? Kau yang lebih menjijikkan! Dasar orang tidak ngaca! Lihat saja kau nanti setelah sampai America apa yang akan kulakukan! Aku juga tidak kalah berkuasa dibandingkan dengan mu!" ucapany dengan kesal, ia beranjak dari kursi penumpang menuju kamar dan membanting pintunya dengan kasar tidak lupa Eros juga ia bawa.
***
"Kita di Maldives."
Setelah tau dimana ia berada Lysny segera menelpon sekretarisnya Aro, "Bawa jet pribadi ke Maldives jemput aku disini, jangan lupa bawalah bodyguard yang banyak. Aku tunggu sekarang juga!" Setelahnya menutup panggilan setelah memberi tahu keinginannya. "Kau ingin berbulan madu bukan disini?! Baiklah katakan dimana villanya tuan aku dengan senang hati memasukinya sambil menunggu jemputan datang."
__ADS_1
"Kau mau pulang?"
"Ayo cepat hentikan basa basi mu, tunjukkan villanya aku akan menempatinya sembari menunggu jemputan datang. Ayo ini bukan yang kau inginkan? Baiklah akan kuturuti juga yang satu ini." Lysny menarik tangan Jason menunjuk mana villa yang akan mereka tempati.
"Semuanya sudah kusewa khusus untuk mu, aku mohon jangan pulang. Aku janji setelah ini akan lebih bersabar lagi. Aku akan menuruti semua keinginan mu kecuali bercerai, ini belum 365 hari kau ingat? Dan aku meminta maaf untuk yang tadi, aku tidak bersungguh sungguh saat mengucapkannya," ucap Jason dengan penuh penyesalan, ia sungguh tak bermaksud melukai hati istrinya. Tiba- tiba kata-kata seperti itu terlontar saja dari mulutnya.
Jason memohon pada Lysny dengan wajah memelas ditambah keduan tangannya yang berada di telinga.
TBC
__ADS_1