
Ternyata nona masih mengingatnya dengan baik. Sekarang aku harus menjawab apa?
"Ayo jawab, kenapa diam?"
"Eummmm..... Begini nona," lidah Joe terasa keluh, tiba tiba saja ia kesulitan untuk berbicara karena gugup. "Tuan Jason belum menikah"
"........"
"Tuan Jason dan nona Velin tidak jadi menikah karena....."
"Karena?"
*
*
*
Setelah sampai diruangannya, Jason langsung menduduki singgasananya di ruangan itu. Sama seperti biasa ia akan memikirkan cara memikat hati sang istri tercinta di setiap waktu. Bahkan beberapa hari ini ia tidak konsentrasi dalam mengerjakan pekerjaannya.
Ia membuka google dan mencari apa saja yang biasa dilakukan pasangan yang baru menikah. Belum ada lima menit Jason mencari, ia sudah mendapatkannya.
"Bulan madu, kenapa tidak terpikirkan ya? Kemarin melupakan cincin kini hal yang paling penting untuk pasangan baru"
"Suruh Joe masuk jika sudah sampai," ucap Jason kepada sekretasinya yang lain lewat intercom.
Akhir penantiannya setelah satu jam lamanya ia menunggu Joe datang. "Sudah mengirim bunga?"
__ADS_1
"Sudah tuan..."
"Mmmm.... Bagus"
"Tuan ada yang ingin kubicarakan...."
"Katakan ada apa?"
"Berhati hatilah tuan ketika nona bertanya tentang nona Velin. Jangan pernah membohongi wanita seperti nona, itu hal yang paling dibenci mereka. Untung saja tadi aku kembali berhasil mengalihkan perhatiannya"
"Kau tidak sembarangan berbicara bukan?" Joe mengangguk.
"Akan kuatasi masalah ini nanti. Bersiagalah untuk menyiapkan jet jika sewaktu - waktu aku memintanya secara mendadak dengan tujuan pulau Isle Esme"
*
*
*
"Siapa yang mengirimnya?" Tanya Della pura pura tidak tahu.
"Orang yang tidak penting," ucap Lysny acuh setelah melihat isi pesan dari kartu itu. Setiap hari isi pesan itu berbeda.
"Hati hati jika berbicara, bagaimana jika suatu hari nanti orang yang tidak penting itu menjadi penting nantinya." Della mencoba untuk menggoda Lysny, suatu kesenangan yang tidak bisa ia lupakan.
"Berhenti menggoda ku Della"
__ADS_1
Lysny kembali berkonsentrasi dalam mengerjakan pekerjaannya.Namun beberapa saat kemudian sebuah pesan masuk, memecah konsentrasinya.
Ting.....
**Jason : "Apa akhir pekan ini hingga bulan depan jadwal mu sibuk?"
Lysny : "Tidak terlalu padat, masih bisa diatasi"
Jason : "Kosongkan jadwal mu mulai akhir pekan ini hingga bulan depan. Aku tidak mau mendengar alasan apa pun**"
Lysny tidak berkutik membaca pesan itu, seenaknya saja menyuruhnya mengosongkan jadwal. Pesan berikutnya yang ia kirimkan tidak dibaca. Lantaran Jason membisu pesan darinya di aplikasi WhatsApp.
Della melihat Lysny menahan kekesalannya. "Del, sepertinya sabtu ini kita tidak bisa bersenang senang"
Sebuah pesan juga masuk ke dalam ponsel Della.
Jason : "Della, tolong bantu aku membujuk Lysny mengosongkan jadwalnya mulai akhir pekan ini hingga satu bulan kedepan. Mintalah apa pun yang kau mau"
"Ahhh.... Tidak apa apa, jika kau sibuk aku akan pergi dengan kakak mu Stefan." Ucapnya sembari tersenyum.
"Kita akan pergi lain hari, aku akan mentraktir mu nantinya."
Lysny berjalan mendekati Eros, "Seharusnya kau beristirahat di rumah saja. Perut mu bertambah besar, besok sudah memasuki minggu 32 bukan?"
"Iya, tapi siapa yang akan menjaga keponakan ku yang satu ini?"
"Sepertinya aku harus mencari pengasuh, aku akan melatihnya sendiri sebelum menerimanya"
__ADS_1
"Latih la dia dengan baik, pengasuh jaman sekarang tidak bisa dipercaya." Lysny mengagguk menyutujui ucapan Della.
TBC