
Jason memohon pada Lysny dengan wajah memelas ditambah keduan tangannya yang berada di telinga. "Aku maafkan tapi aku tidak mau berada di sini, aku mau kembali ke America," ucapnya final tidak bisa diganggu gugat. "Masih tidak mau membawa ku pulang? Terserah saja aku tinggal menunggu jet ku datang," ucapnya dengan santai kala Jason masih diam saja.
"Ayolah kita bersenang-senang dulu disini, nanti aku akan membawa mu pulang tapi tidak sekarang."
"Tidak mau! Nanti kau berbohong lagi" Jason masih saja terus menatapnya dengan wajah memohon, "jika kau tidak mau pulang, kau sendiri saja disini. Nikmati hari mu, pasti menyenangkan. Baiklah aku beristirahat dulu bersama Eros disalah satu villa. Setelah jet datang aku pulang. Bye bye!" Lysny berjalan ke villa terdekatnya, ada rasa tidak mau pulang menikmati pemandangan yang tak kalah indah di pulau Isle Esme kemarin. Tapi apa daya jika egonya lebih tinggi?
Jason mengikuti Lysny masuk kedalam villa, Lysny hanya cuek saja membiarkan pria itu mengikutinya. "Aku ada penawaran yang bagus untuk mu," ucapnya setelah sampai di dalam villa.
Lysny mengangkat alisnya satu pertanda ingin tahu, "Kita akan tidur sekamar, tapi tidak seranjang. Bagaimana?"
"Setiap hari begitu?" tanyanya yang tidak mau kecolongan lagi. Dengan terpaksa Jason mengangguk mengiyakan permintaan Lysny.
Setelah mendapat jawaban yang ia inginkan Lysny kembali menelpon asistennya, Aro. "Batalkan perjalanan jet kemari, tidak perlu kemari." Jason bersorak senang, rencananya berhasil menghentikan Lysny untuk kembali ke America.
__ADS_1
Sangking senangnya ia mengambil ahli Eros kemudian menggendongnya sambil berputar-putar, "hei hati hati. nanti Eros bisa jatuh."
Senang sekali dia, seperti sedang menang lotre
Lysny geleng geleng kepala melihat tingkah suaminya yang seperti bocah.
*S*udah punya anak tapi kelakuan seperti bocah, aku bingung kadang kadang kenapa aku bisa setuju untuk menikah dengannya? Apa dia memakai pelet seperti
"Sudah hentikan, Eros bisa jatuh nanti." Lysny kembali mengambil ahli Eros, "apa batalnya kepergian ku ke America membuat mu begitu senang?"
"Tentu saja, aku maunya kau pulang bersama ku. Kemana pun aku pergi kau harus ikut, Kita akan melukis kenangan indah disini," ucap Jason menggengam erat satu tangan Lysny, dan menatap matanya dengan serius.
Dia sungguh sungguh akan ucapannya.
__ADS_1
Setelah bertatapan cukup lama Lysny memutuskan tatapan mereka kemudian berdehem menetralkan kembali keadaannya yang sedikit kacau.
"Aku mau istirahat dulu, aku letih. Mau membawa Eros?"
"Tidak, bawa dia untuk istirahat. Dia pasti juga capek." Lysny mengangguk kemudian berbalik badan dan berjalan. Saat hendak melangkah salah satu tangannya dicekal Jason dan membuatnya berbalik menatap Jason.
Jason menarik Lysny kedalam pelukannya, "tidurlah yang pulas, tidak akan ada yang menganggu mu." Jason mengecup puncak kepala Lysny secara bertubi tubi. Setelah beberapa saat Jason melepaskan pelukannya, "pergilah." Lysny mengangguk kemudian melangkah tanpa ada halangan kali ini.
Begitu sampainya dikamar Lysny langsung merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk, tapi sebelumnya ia meletakkan Eros kedalam box bayi yang ternyata sudah disiapkan Jason.
Sementara Jason berada diluar villa, ia menghubungi seseorang. "Halo, aku punya rencana. Kita laksanakan ketika waktunya sudah dekat. Kita akan membahasnya saat aku sudah kembali ke America." Setelahnya Jason tersenyum penuh kemenangan akan rencananya, yang ia yakini akan berhasil kembali.
TBC
__ADS_1