
Lysny tak hanya melampiaskan kekesalannya pada Bob. Disinilah mereka sekarang, Lysny sedang marah-marah pada bawahannya, diruangannya. Dimana ia merasa timnya yang bagian devisi keungan tidak becus dalam bekerja.
"Mau kalian apakan laporan ini? Banyak kesalahan didalamnya, tak hanya banyak salah! Laporan ini juga tidak rapi! Bagaimana saya bisa ngerti dengan laporan yang kalian berikan?" omelnya pada orang-orang didepannya. Padahal laporan itu disusun seperti biasanya, tak ada yang salah. Lysny hanya melampiaskan kekesalannya dan berimbas pada orang disekitarnya. Para bawahannya hanya bisa menghela nafas kasar. Huh!
"Ini bos kenapa sih? Nggak ada yang salah juga, laporannya kan emang kek gini. Coba bukan bos gue, udah gue timpuk pake laporan ke kepalanya," gumam seorang karyawan.
Bob yang juga berada di ruangan itu menjadi bingung dengan Lysny. Wanita itu sungguh aneh hari ini, tak hanya memarahinya, bawahannya pun kena marah. Bob melihat laporan keuangan itu, ia mengkerutkan dahinya kala tak mendapat kesalahan didalamnya. Laporan itu juga tersusun rapi.
"Bob, apa kau tidak mengajari mereka cara membuat laporan keungan dengan benar?" Tanya Lysny beralih pada Bob. Bob hanya diam saja dan mendengarkan semua omelannya.
Kena lagi,, kena lagi!. Ku telfon juga suaminya lama-lama. Bikin orang pusing aja, nggak ada salah dimarahin. Sumpah dah, aneh bener dia hari ini.
__ADS_1
Setelah bebas dari singa betina, para tim devisi keungan tadi turun kebawah dan memperingati semua karyawan yang ada. "Hati-hati lho, boss lagi jadi singa betina hari ini. Baru masuk udah dengar aumannya aja tadi kita-kita," ucap karyawan 1.
"Iya, hati-hati kena cakarannya nanti, bisa sampai dipecat ntar. Tadi kita juga udah diancam tahu, sama nona boss," timpal karyawan 3
"Nggak biasanya boss kayak gini, boss lagi kenapa sih? Mentang-mentang muka suaminya galak bossnya ikutan jadi galak kali ya?" ucap karywan yang mendengarkan tadi.
***
Sang surya akan tenggelam sebentar lagi. Saat sampai dirumah, Lysny masih sama seperti tadi pagi. Cuek. Bahkan saat ia melewati Jason didepan pintu ia tidak menyapanya.
Selesai membersihkan diri, mereka sedang makan malam saat ini. Jason meletakkan makanan kedalam piring Lysny, dengan kesal ia mengganti piring itu.
__ADS_1
Oh, dia masih kesal. Tunggu aksi ku setelah Eros terlelap nanti. Jason makan sambil menatap Lysny yang tak menatapnya sama sekali, ia fokus pada makanan yang didepannya, sambil menyuapi Eros tentunya.
Mengapa sikapnya demikian? Tentu saja karna belum mendapat rayuan atas kejadian semalam! Rasa kesalnya tidak bisa digambarkan, rasanya sangat-sangat kesal, terasa sampai ke ubun-ubun kepalanya. Sikapnya hari ini sangat tidak biasa, ini pertama kalinya dia seperti ini. Ini lebih parah daripada awal-awal mereka menikah.
Menyelesaikan makan malamnya, Lysny membawa Eros kembali ke kamar mereka, meninggalkan Jason seorang diri di meja makan.
Beberapa menit kemudian Jason juga naik keatas kamarnya. Didalam kamar ia hanya mendapati Eros yang sedang menonton film kartun kesukaannya. Ia mencari-cari keberadaan Lysny, namun nihil.
Jason naik keatas ranjang, tak lama kemudian barulah Lysny muncul. Ia habis dari kamar mandi. Jason menatap Lysny dengan iris birunya, arti tatapannya seperti sedang mendambakan Lysny. Lysny biasa saja saat ditatap Jason begitu.
__ADS_1
TBC
Budayakan meninggalkan jejak setelah membaca ya, kakak-kakak. Kirim hadiah juga boleh, apalagi vote. Tapi yang iklas ya :")