
Hari sudah mulai sore, langit sudah mulai berubah warna menjadi kuning keorenan. Setelah puas bermain air di air terjun pasangan suami istri itu memutuskan untuk pulang. Lebih tepatnya istrinya sih.
"Apakah Eros rewel? Dia pasti sangat menyusahkan mu ya?" Sesampainya di villa, Lysny langsung memberi pertnyaan bertubi tubi kepada pelayan.
"Tidak nona, Tuan muda tidak merepotkan sama sekali," ucap pelayan itu dengan ramah. Memang Eros tidak merepotkan, ia hanya terbangun beberapa kali dan setelahnya tertidur lagi setelah bokongnya di tepuk.
"Terima kasih ya karna sudah mau menajaga Eros." Pelayan itu tertegun, selama ia bekerja tidak ada tuannya yang mengucapkan kata 'terima kasih setelah meminta bantuan darinya.
"Nona tidak usah berterima kasih, sudah tugas saya untuk melakukan perintah nona."
Keduanya menyudahi percakapan mereka, Lysny berjalan melangkah menuju arah tangga dan menaiki anak tangga satu persatu hingga ia sampai di lantai atas dan menuju ke kamarnya.
Ia hanya melihat sekilas Eros karna badannya yang basah, ia tidak mau jika karna dirinya anaknya sakit atau kena virus jika ia memeluk Eros dengan kondisi pakaian yang masih basah.
Lysny pun memilih untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelahnya ia langsung mengambil Eros dari box bayinya karena ia sudah kangen sekali dengan anaknya itu walau hanya beberapa jam tidak bertemu. Apa jadinya jika tidak bertemu Eros satu tahun?
Lysny memandang wajah Eros dengan seksama, benar benar mirip dengannya. Apakah tidak ada gen ku yang menurun padanya? Gumam Lysny.
Setelah puas memandang wajah Eros, perlahan ia mencium pipi anaknya.
"Aku juga mau." Suara Jason mengkageti Lysny yang sibuk dengan putranya, dengan segera ia pun segera menoleh ke arah pelaku.
"Dalam mimpi mu!" Seru Lysny sambil menjulurkan lidahnya, mengejek.
__ADS_1
Jason ingin mengambil Eros tapi sebelumnya Lysny menegurnya, "Mandi dulu baru boleh gendong!"
Dengan kesal Jason menghentak hentakkan kakinya ke lantai tapi masih menuruti kata kata Lysny. Dengan segera ia pun ke kamar mandi. Ia berendam terlebih dulu selama 20 menit sebelum beranjak menuju shower.
"Kenapa tidak pake baju didalam?" Lysny mengalihkan pandangannya, pasalnya Jason keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggang dan bertelanjang dada.
"Kenapa? Bukankah kau sudah melihat semuanya? Bahkan merasakannya?" Muka Lysny berubah menjadi merona berwarna merah. Saat ini rasanya ia ingin hilang saja dari muka bumi ini. Malu sekali aku, pikirnya.
Wahhhh.... Sepertinya dia malu, aku pikir dia hanya bisa marah marah saja.
Lysny berjalan ingin keluar dari kamar, ia merasa risih karna Jason yang tak kunjung memakai baju. "Mau kemana?"
"Keluar," jawabnya singkat.
Saat Lysny berbalik suaminya sudah berada diranjang mereka, "Bawa Eros kemari! Aku rindu padanya." Dengan segera Lysny juga ikut bergabung bersantai diranjang.
"Katakan negara mana yang belum kau kunjungi?" Lysny mengernyitkan dahi sembari memberi Eros pada ayahnya.
"Aku akan mengajak mu kesana," ucap Jason yang mengerti kebingungan Lysny.
"Itu tidak perlu, sama seperti mu aku juga punya jet pribadi."
"Aku memaksa nona, aku akan mengajak mu kesana. Bagaimana dengan Maldives? Sudahkah kau kesana?"
__ADS_1
"Belum"
"Besok kita akan kesana"
"Apa?! Kau sudah tidak waras ya?!" Pekik Lysny karna penyataan yang Jason berikan. Baru hari ini dibahas, besok ke sana?
π
π
π
"Indah sekali pemandangannya, tempat ini sangat bagus, bisa melihat matahari tenggelam." Jason dan Lysny sedang melihat matahari tenggelam, setelah menyelesaikan perdebatan mereka. Sembari menunggu pelayan menyelesaikan memasak makan malam. Kala itu langit sudah berwarna kuning keorenan.
"Iya sewaktu dulu aku sering kemari untuk menenangkan pikiran." Jason kembali mengenang masa masa kuliahnya dulu. Dimana ia sering berlibur kesini sendirian.
TBC
Gambar villa nya guys
__ADS_1