My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please

My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please
Bab 38


__ADS_3

Terdengar suara fotografer yang sedang memberi arahan pada kedua orang tua bayi sang bocah agar hasil dari foto nanti terlihat sempurna. Baby Eros yang seperti sudah mengerti bahwa ini jadwal yang dilakukannya setiap bulan menampilkan penampilannya yang terbaik. Ia tidak menangis atau merengek sedikit pun sedari tadi. Hanya diam dan terus tersenyum menghadap kamera. Para kru pun dibuat gemes dengan tingkah bocah yang sudah memasuki 3 bulan itu.


"Wahhh....... Baby Eros pintar sekali tidak menangis. Nanti mommy beliin mainan baru ya buat Eros." Lysny merasa sangat puas dengan foto keluarga hari ini. Sang bocah tidak seperti biasanya yang harus dibujuk dan ditenangkan terlebih dulu agar tidak menangis. Tapi berbeda untuk hari ini, entahlah mungkin efek Jason yang ikut berfoto dengan mereka. Biasanya hanya ia dan sang mommy.


"Iya, anak daddy hari ini pintar sekali tidak menangis. Nanti daddy beliin mainan yang banyak ya." Jason mengusap-usap kepala sang bocah sembari tersenyum.


Sang fotografer menghampiri ketiganya. "Mau lihat dulu hasilnya?" Tanya sang fotografer yang diketahui namanya Marvin.


"Aku rasa itu tidak perlu Marvin, hasil kerja mu selalu memuaskan. Aku percayakan pada mu," Lysny berucap sambil tersenyum pada Marvin. Jason yang melihat senyuman itu hanya memandangnya datar walau dalam hatinya sudah terbakar api cemburu.


Marvin mengangguk sebagai jawabannya. "Kalau begitu nanti aku menyuruh orang untuk mengirimnya kerumah mu, bagaimana?"


"Aku harap itu tidak merepotkan, terima kasih."


"Tidak sama sekali," Marvin menyalami Lysny, lalu menyalami Jason. "Aku pergi dulu, permisi." Marvin pergi meninggalkan ketiganya.


"Aku rasa kita juga harus pergi, aku harus ke kantor." Lysny mengangguk kecil sebagai jawaban. Mereka pun meninggalkan studio.

__ADS_1


***


"Apa baby Eros selalu seperti ini, diam saat difoto?"


Lysny tertawa kecil mendengarnya, "tidak ini pertama kalinya dia tidak menangis saat dipotret.


Jason berdehem kecil sebelum bicara kembali, "aku rasa ini karna aku yang juga ikut berfoto," ucapnya dengan percaya diri.


Cih! Nanti jika ku bilang mungkin saja semakin besar kepala saja dia, mendingan tidak usah dijawab.


Lysny mengendikkan bahu. "Nanti malam pulanglah tepat waktu." Lysny mengernyitkan kening mendengarnya.


"Tidak usah bertanya kenapa, patuhi saja ucapan ku," lanjutnya ketika melihat Lysny seperti ingin bertanya.


Pembicaraan mereka selesai bersamaan dengan sampainya di lobi Willy's. Corp. Jason keluar dari mobil dan sedikit berlari kecil ke sisi lainnya untuk membuka kan pintu untuk Lysny. Sebelum Lysny berjalan Jason mengecup pipi dan kening baby Er.


"Ingat pulang tepat waktu," pesannya lagi untuk yang ke terakhir kalinya.

__ADS_1


***


"Joe kau sudah melakukan apa yang ku suruh?" Tanya Jason di sela menandatangani dokumen.


"Sudah Tuan" Jason melempatkan pulpen tepat di kepala Joe. Joe meringis, merasakan sakit di bagian kepalanya.


"Sudah berapa kali ku katakan, panggil saja nama ku ketika hanya ada kita berdua." Sekarang Joe menyadari letak kesalahannya.


"Tidak usah melempari pulpen ke arah ku juga la," ucap Joe tidak terima dilempari pulpen.


"oh ya, kau sudah membeli gedung yang di sebelah istri ku bekerja?"


"Aku sedang coba menawar dengan pemiliknya, harga yang diberikan terlalu mahal"


"Beli lah secepat mungkin, aku sudah tidak sabar waktu itu tiba. Susah sekali untuk mengambil hatinya." Jason menyandar di sandaran kursi dan menghela nafas saat mengingat bagaimana gigihnya dia untuk membuat Lysny terkesan. "Apa pernah kau jatuh cinta Joe?" Pandangan keduanya bertemu ketika Jason mengahadap ke arah Joe.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan jejak ya. Maaf lama upnya.



__ADS_2