
"Kau tidak mau kita bersentuhan bukan, jadi guling ini yang akan menjadi pembatasnya. Aku tidak akan melewati batasnya dan menyentuh mu. Sungguh!" Jason mengeluarkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
Lysny masih diam di tempat, merasa kikuk dengan keadaan sekarang di tambah canggung. Namun karena sudah tak dapat menahan kantuknya, ia naik ke atas tempat tidur dan tidur di sisi kiri ranjang.
Jason tersenyum, ia juga ikut naik dan tidur sebelah kanan ranjang dangan guling yang berada di tengah mereka sebagai pembatas.
Sebelum mereka tidur Lysny sudah menidurkan Eros terlebih dulu. Beruntung karena anaknya sudah tidak rewel di malam hari jadi ia bisa beristirahat dengan tenang.
Pagi hari menyambut sepasang suami istri itu. Sinar mentari pagi memasuki kamar mereka lewat gorden. Jason tak bisa bergerak ada sesuatu yang memeluknya. Saat tidur semalam Lysny mengira Jason adalah guling dan memeluknya. Padahal guling yang berada di tengah mereka masih berada di tempatnya. Tidak jatuh ke lantai. Jadi Lysny memeluk guling dan juga suaminya Jason.
Lysny merasa ada hembusan nafas di atas kepalanya, perlahan ia membuka matanya, pemandangan pertama kali yang ia lihat adalah suaminya Jason.
Seketika ia mendorong tubuh itu hingga terhempas ke lantai. "Auchhh," Jason menjerit kesakitan, menggusap b0k0ngnya yang kesakitan.
"Kenapa kau mendorong ku?!" Protesnya tidak terima ketika di dorong Lysny.
"Kenapa kau tidak menjauhkan ku dari mu ketika kau tau aku memeluk mu??" Lysny juga ikutan protes, tidak terima saat ia memeluk Jason.
__ADS_1
"Aku tidak mau melanggar janji ku untuk tidak menyentuh mu ketika tidur," Jason membela diri.
"Lain --," belum sempat Lysny menyelesaikan kalimatnya terdengar suara tangisan bayi. Eros menangis ketika mendengar kedua orang tuanya berdebat.
"Lihat Eros jadi menangis karena mu." Dengan segera Lysny menghampiri box bayi Eros dan menggendongnnya agar tidak menangis lagi.
"Kenapa jadi aku yang salahkan?" Jason tak terima ketika ia disalahkan.
"Kau lupa? Kau tidak menjerit. Sudahlah laki laki semua sama saja tidak terima ketika disalahkan padahal memang berbuat salah."
Pagi itu mereka lalui dengan perdebatan pagi. Perlahan Lysny mulai terbiasa dengan perdebatan mereka berbeda dengan Jason yang terlihat menikmatinya. Perdebatan ini ia anggap sebagai usaha yang sudah berhasil untuk memenangkan hati istrinya.
Sepanjang perjalanan Lysny terus memikirkan beberapa hal yang mengusiknya. Ia mau bertanya pada Joe tentang pertanyaan kemarin tapi tidak sanggup mendengarnya jika tidak sesuai keinginannya.
"Mmmmm....... Joe"
"Iya nona, apa kau membutuhkan sesuatu?"
__ADS_1
"Joe kau belum menjawab pertanyaan ku yang kemarin"
Oh Tuhan..... Tolong selamatkan aku. Lagi lagi pertanyaan l4kn4t itu.
"Pertanyaan yang mana nona?"
"Yang apa yang terjadi saat hari pernikahan mereka? Kenapa Jason belum menikah? Seharusnya dia sudah menikah bukan? Dan anaknya dengan Velin pasti sudah sebesar Eros sekarang"
Ternyata nona masih mengingatnya dengan baik. Sekarang aku harus menjawab apa?
"Ayo jawab, kenapa diam?"
"Eummmm..... Begini nona," lidah Joe terasa keluh, tiba tiba saja ia kesulitan untuk berbicara karena gugup. "Tuan Jason belum menikah"
"........"
"Tuan Jason dan nona Velin tidak jadi menikah karena....."
__ADS_1
"Karena?"
TBC