
"Tanda tangani surat ini, maka semuanya akan selesai, kau akan menjadi milikku dan suami mu akan menjadi milik adikku."
"Apakah kau ini sudah gila ha?! Apakah kau tidak malu sebagai seorang pria beristri, kau menginginkan wanita yang sudah bersuami? Kau jangan harap aku akan menandatangani surat itu. Aku yakin suami ku sebentar lagi akan datang menjemput ku. Aku memberi mu peringatan sekali lagi, lepaskan aku atau suami ku akan memberi mu pelajaran."
"Suami mu?" Adnan tertawa mendengarnya. "Berhentilah bermimpi, suami mu itu tidak akan datang. Mereka semua mengira kau sudah tiada, orang-orang itu dalam masa berduka sekarang."
"Suami ku akan tahu aku belum tiada, ikatan suami istri itu sangat kuat kau jangan meremehkannya. Suami ku sangat mencintai ku, aku yakin sebentar lagi dia akan datang menjemput ku dan kau..." tunjuknya pada Adnan. "Kau akan ia beri pelajaran, kau tidak hanya memisahkan istri dari suaminya. Tapi kau juga memisahkan seorang anak dari ibunya. Aku mengutuk mu, suatu hari kau juga akan merasakan hal yang sama."
Adnan tak bereaksi apa pun mendengar perkataan Lysny, ia menanggapinya dengan santai. Ia yakin mereka semua pasti mengira Lysny sudah tiada. Tapi ia tak tahu, badai sebentar lagi akan datang dan merubah seleruh hidupnya.
"Minumlah sayang... Dari tadi kau terus bicara, aku yakin kau haus, iya kan?"
__ADS_1
"Cih! Berhenti memanggil ku dengan panggilan sayang, aku jijik mendengarnya." Seorang gadis datang dan menginterupsi pembicaraan keduanya.
"Kak Kabeer," panggilnya dengan manja. "Apakah calon istri mu sudah menandatangani surat itu," tanyanya.
"Kenapa kau memanggil ku dengan nama asli?"
"Kakak, kau ini kenapa? Dia kan calon istri mu, dia berhak tahu nama asli mu."
"Kau benar," ucapnya lalu keduanya tertawa bersama.
"Zaira apa yang kau lakukan?! Lepaskan dia, dia calon kakak ipar mu! Hormati dia, bersikaplah sopan padanya!"
__ADS_1
"Kakak membentakku? Ini kali pertamanya kakak bicara pada ku dengan nada yang tinggi, hanya demi wanita yang tidak seberapa."
Hanya begitu saja ikatan mereka akan melemah? Akan kubuat mereka saling membenci.
"Wanita bar-bar dan kasar seperti mu tidak pantas mendampingi seorang Jason Van Xander. Kau tidak pantas menjadi menantu keluarga Van Xander. Tau apa kau tentang mereka? Bagaimana pun aku itu lebih unggul dari mu, dan lebih pantas dari mu. Aku ibu dari anak Jason."Ucap Lysny yang sengaja memancing Zaira untuk berbuat kasar padanya.
"Berani sekalai kau berbicara seperti itu! Kau tidak tahu siapa aku yang sebenarnya, dan pria yang kau tolak, kakak ku. Kau tidak tahu siapa kami!" Adnan tidak suka melihat Zaira meninggikan intonasi suaranya saat berbicara dengan Lysny.
"Zaira! Cukup aku peringatkan sekali lagi, jaga sikap dan juga ucapan mu!" Zaira merasa tidak percaya apa yang dilakukan kakaknya, ia diam saja. Ia sedang tak ingin berdebat dengan sang kakak.
"Kau yang tidak tahu siapa aku sebenarnya, tunggu dan lihat saja suami ku akan datang dan memberi kalian pelajaran. Minimal kalian kehilangan semua perusahaan kalian, aku mau melihat kalian menjadi gelandangan. Dan kau Adnan, kau akan dipenjara karna kasus pembunuhan, penculikan, dan percobaan pembunuhan."
__ADS_1
TBC
Kakak-kakak jangan lupa sedekahnya