
"Joe sediakan pengawal yang menjaga dari jarak jauh, jangan sampai Lysny yang mengetahuinya. Aku tidak ingin anak ku dalam bahaya," ucap Jason ketika Joe sudah berada di ruangannya.
"Aku rasa itu tidak perlu tuan, nona Lysny cukup cerdas jika kita menempatkan pengawal untuk menjaganya. Anda akan semakin sulit untuk memenangkan hatinya. Lagi pula aku yakin asisten nona Lysny Bob, sudah melakukan itu lebih dulu."
"Ya sudah, jika ada apa apa kau yang ku salahkan," Joe mengangguk siap menerima konsekuensi jika tidak berjalan sesuai keinginan Jason.
Jason sedang mengatur napasnya ingin menanyakan sesuatu yang mungkin akan menjatuhkan martabatnya, "Hmmm.... Joe apa kau tahu cara membuat seorang wanita senang?"
Joe tampak sedang menahan tawanya, tak disangkanya seorang CEO besar juga ketua mafia menanyakan hal seperti itu pada bawahannya. Tak bisa dipercaya.
"Aku tahu kau sedang menahan tawa mu Joe," ucapnya datar.
Joe mencoba untuk menetralisirkan wajahnya agar tidak tertawa setelah di rasa cukup ia berkata, "Mungkin anda bisa memberi wanita itu banyak perhatian tuan"
"Jangan mengekangnya. Beri apa yang dia mau."
"Kau sudah mengerjakan apa yang kusuruh?" Joe mengangguk.
*
*
__ADS_1
*
"Nona ada kiriman untuk mu," ucap Aro menyerahkan sebuah buket bunga pada Lysny.
"Siapa yang mengirimnya?" Lysny membolak balikkan buket bunga itu. Lalu ia mengeluarkan sebuah kartu dalam buket bunga itu.
*Semoga hari mu bahagia, istri ku tercinta*
Lysny yang sudah mengetahui siapa pengirimnya menyuruh Aro untuk keluar.
Kali ini bukan bunga mawar melainkan bunga lavender. Jason ingat kemarin saat ia memberikan mawar merah Lysny tak menyukainya. Jadi ia ganti bunganya.
Lysny meletakkan buket bunga itu di meja dan mengahampiri baby Er.
"Apa daddy mu itu akan mengirimi ku bunga setiap hari? Siapa yang memberinya ide konyol seperti ini?" Lysny mengecup pipi putranya dan kembali ke kursi kebesarannya dan mulai kembali bekerja, menatap layar laptopnya dengan serius.
Sebuah panggilan masuk melalui intercom , "Nona, ada seorang wanita hamil di sini yang bersikeras untuk menemui mu nona. Apa kubiarkan saja dia menemui anda?"
"Bawa saja dia masuk dengan hormat," ucap Lysny saat tahu siapa wanita hamil yang dimaksud.
Lima menit kemudian mereka sudah di dalam ruangan Lysny, "Aro, perhatikan wajahnya baik baik! Mulai sekarang dia bebas keluar masuk di perusahaan ini. Beritahu kepada semua karyawan di bawah terutama security dan resepsionis."
__ADS_1
"Maafkan saya nona, karena sudah melakukan kesalahan." Lysny memberi tanda pada Aro menggunakan tangannya agar ia segera keluar dari sana.
"Wahh wahh..... Lihat kau sudah berubah menjadi bos yang kejam sekarang," ucap Della sambil berdecak.
"Aku bahkan memotong gaji mereka pagi tadi," ucap Lysny membanggakan diri.
"Ini sudah jam hampir makan siang sisa 20 menit lagi. Mau makan di mana?"
"Ck...... Sopir pribadi ku belum datang, ini merepotkan!"
"Sopir pribadi?"
"Ya dia membuat bawahannya menjadi sopir ku atau tidak dia tidak memperbolehkan ku keluar rumah"
"Posesif sekali dia, seperti sedang memata matai mu"
"Ya aku tidak peduli sama sekali dia mau berbuat apa"
"Kau tidak peduli? Aku merasa semakin kasihan dengannya" Lysny memutar kedua bola matanya pertanda malas dengan topik pbicaraan ini.
TBC
__ADS_1