
"Kau yakin bisa memasak? Jangan membuat dapurnya berantakan." Sekarang adalah jam waktunya makan siang, Jason berinisiatif memasak untuk istri tercintanya.
"Jangan meragukan kemampuan ku nona, Aku tidak hanya bermodal tampang dan kekayaan. Katakan kau mau makan apa? Aku akan memasak makanan yang paling enak khusus untuk mu hari ini," ucap Jason dengan percaya dirinya dan kenarsisannya yang tinggi mungkin melebihi menara Eiffell.
"Apa saja akan ku makan. Sudah masak sana." Lysny menggendong baby Er menuju ke ruang tamu sembari menunggu Jason selesai menyiapakan makan siang.
Lysny menayalakan televisi dan mencari saluran favoritenya. Ia menikmati acara yang disajikan sedangkan baby Er sudah tertidur lagi setelah Lysny selesai menyusuinya tadi.
Dari dapur Jason bisa melihat wanitanya sedang duduk santai dengan kaki yang diluruskan menonton televisi. Sementara ia dengan cekatan sedang memotong semua bahan yang diperlukan untuk masakannya nanti.
Setelah selesai dengan potong memotong, kini ia beralih membuat adonan. Yah, untuk makan siang hari ini ia akan membuat pizza. Jadi, ia membutuhkan adonan. Saat adonannya sudah jadi, ia mendiamkannya selama 30- 1 jam agar adonannya dapat berkembang.
__ADS_1
Selesai dengan adonan sekarang ia membuat toping untuk pizzanya nanti. Ia membuat saus ayam lada hitam. Pertama ia menuangkan minyak kedalam wajan, saat minyaknya sudah panas ia memasukkan bawang bombai. Setelah menumisnya, ia memasukkan bahannya yang lain hingga saus itu jadi.
Tepat setelah sausnya jadi, adonannya juga sudah bisa digunakan. Ia menumbuk adonan itu hingga adonannya mengeluarkan angin. Lalu ia membuat bentuk bulat bak koki profesional dengan melemparkan adonannya ditempat dengan posisi diudara.
Ia memasukkan saus yang sudah ia buat, dan langkah terakhir ia masukkan dalam oven selama 30 menit. Sembari menunggu ia menghampiri Lysny yang yang sedang menonton. Saat ia melihat ke depan istrinya, ternyata ibu satu orang anak itu tertidur.
Dia tertidur, gemas sekali dia saat sedang tidur. Menggemaskan sama seperti Eros. Aku jadi ingin memakannya, bolehkah?
Ting.....
Dengan perlahan ia mengeluarkan pizza itu dalam oven dengan menggunakan sarung tangan khusus. Lalu memotongnya menjadi beberapa bagian, setelahnya ia kembali menghampiri Lysny dan membangunkannya dengan perlahan.
__ADS_1
"Sayang bangun.... Makanannya sudah jadi," ucapnya sembari menepuk pelan pipi istrinya.
Merasa pipinya ditepuk membuat Lysny menggeliat pelan, karna tak nyaman. Akhirnya ia membuka matanya, "Hmphh?" racau nya ketika melihat Jason sudah didepan matanya.
"Ayo makan.... Makanannya sudah jadi." Jason mengambil Eros dari gendongan Lysny dan dengan perlahan ia menarik tangan istrinya agar beranjak dari sofa lalu menuntun Lysny ke ruang makan.
Makanan yang didepannya mengunggah selera, pasalnya ia sudah tak sabar untuk mencicipi pizza yang bertaburan keju mozarela diatasnya. Dengan terburu buru ia mengambil sepotong pizza setelah mencuci tangan tadi.
Ia mengarahkan potongan itu ke mukutnya dan...."Hap" ia memakannya. Lezat itulah kata yang pantas untuk ia sematkan untuk masakan Jason. Tak hanya bermodal tampang dan kekayaan, ternyata pria itu juga pandai memasak.
"Bagaimana? Enak?" Tanya Jason yang mendapat anggukan dari Lysny.
__ADS_1
"Ini sangat lezat, seperti yang aku makan di restoran biasa."
TBC