My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please

My Wife,My Sugar Baby : Love Me Please
Bab 70


__ADS_3

"Grandpa boleh aku pinjam tongkat mu?"


"Tentu saja boleh," ucap kakek Jullius.


"Tapi grandpa, apakah kau tidak keberatan jika tongkat mu kotor karna pria brengsek itu?"


"Nanti grandpa akan menggantinya dengan yang baru, dan yang ini akan grandpa pajang bersama darahnya. Agar semua orang tahu tidaklah mudah mencari perkara dengan keluarga Van Xander." Lysny tersenyum mendengar ucapan kakek Jullius.


"Terima kasih grandpa, kalau begitu aku ambil ya?" Kakek Jullius memberikan tongkatnya pada Lysny. Lysny membalai tongkat itu dari atas hingga bawah.


Jlebbb!


"Agrhhhhh!!"

__ADS_1


Lagi-lagi tanpa aba-aba Lysny menyerang Adnan, Lysny menusuk mata Adnan dengan tongkat yang dipinjamkan kakek Jullius. "Aku sudah puas menyiksanya, permintaan sahabat ku juga sudah terkabulkan, ini grandpa tongkatnya aku kembalikan," ucap Lysny memberikan kembali tongkatnya pada kakek Jullius.


Sekarang Lysny beralih pada Zaira. "Apa ya yang harus kulakukan pada mu? Mengingat kau mau merebut suami ku?" Ucapnya seraya meletakkan jarinya di dagu. "Ahh... Aku punya ide, agar tidak ada pria yang mau dengan mu, maka kita akan bermain dengan pisau." Tanpa diminta pisau sudah diberikan Bob pada Lysny. "Jangan menangis ya, ini tidak akan sakit," ucap Lysny seperti ia sedang membujuk anak kecil. Lysny mulai membuat garis lurus tapat dibawah mata Zaira. Ia membuat dua garis, jadi kesannya Zaira seperti sedang menangis darah. Zaira menangis kesakitan, ia memohon ampun berkali-kali. Tapi Lysny hanya menganggapnya sebagai angin lalu. "Nah sekarang nggak bakal ada pria yang mau dengan mu, bahkan hantu sekali pun akan lari melihat wajah mu." Lysny puas dengan hasil karyanya. Bukannya ia kejam, tapi mereka yang membuatnya seperti ini. Inilah akibatnya memancing amarah seorang Lysny Willy Johnson.


Selesai membuat perhitungan, Lysny berbalik menatap Jason. "Sekarang giliran ku, aku akan langsung membunuh mereka saja," ucap Jason.


Dengan segera Lysny menghentikan suaminya. "Honey... Jangan mengotori tangan mu dengan membunuh mereka. Lebih baik mereka dipenjara seumur hidup di negara mereka. Mereka sudah melakukan pembunuhan, penculikan, dan percobaan pembunuhan pada mu." menjeda sebentar. "Oh ya, apakah keluarga gadis itu sudah tahu kalau anak mereka sudah tiada karna pria biadab ini?" Joe mengangguk, menggantikan Jason untuk menjawab.


***


Puas bersenang-senang dengan para tawanan, Lysny dan Jason ke rumah Stefan untuk menjemput Eros. Tentunya setelah mengganti pakaian, ia tidak mau jika nanti Eros sampai melihat noda darah dipakaian mereka dan bertanya-tanya.


"Keinginan mu terwujud, Del." Della menaik turunkan alisnya, mencoba untuk mengikuti ke mana arah pembicaraan Lysny.

__ADS_1


"Maksud mu?"


"Apa keinginan mu tadi untuk memberi pelajaran pada si brengsek?" Della mengerti sekarang apa maksud dari ucapan Lysny.


"Kau melakukannya? Aku tidak percaya ini, sejak kapan kau berubah dari Lysny yang lembut menjadi Lysny yang kejam?" Tanya Della tak percaya.


"Hehehhe..." cengirnya. "Siapa suruh mereka mencari masalah dengan ku. Coba saja tadi pistol ku tidak meleset saat ini dia pasti sudah didalam tanah," ucapnya dengan santai.


"Della, kau tidak akan percaya bagaimana sadisnya Lysny saat membuat perhitungan dengan mereka tadi, aku bahkan tidak percaya kalau dia benar-benar melakukannya. Mulai sekarang aku harus berhati-hati padanya, aku takut kalau aku melakukan kesalahan dia akan mencekik ku saat tidur." Lysny melotot kesal kearah Jason.


TBC


Budayakan meninggalkan jejak setelah membaca ya, kakak-kakak

__ADS_1


__ADS_2