
Hancur semua harapan dan impian, bahagia kini menjadi duka. Sungguh Emma sangat terluka namun ia wanita yang kuat. Ia percaya Tuhan tak akan pernah meninggalkannya dan akan memberinya kekuatan.
" Baiklah jika ini yang kamu mau pah.. aku tak bisa menahanmu untuk tetap tinggal bersamaku. Jika kamu ingin memulai hidup baru dengan wanita pilihanmu silahkan pah..kamu bebas. ini akan sangat berat bagiku, aku mungkin tak akan bisa melewati semua ini tapi akan kucoba untuk menerima dan mengikhlaskan. Terima kasih untuk kejujuranmu, aku tak akan melupakan semua ini seumur hidupku "
Emma berkata pelan..matanya berkaca kaca, sekuat hati dia menahan airmatanya.
Suaminya menarik tangannya dan merangkulnya sambil berbisik
"maafkan aku mah, aku tahu ini berat bagimu, tapi aku yakin kamu pasti bisa,"
pelukan pengkhianatan, Emma mengangguk dan segera melepas pelukan suaminya.
" tolong sampaikan semua ini kepada orangtuamu. Aku juga akan membicarakan ini kepada orangtuaku. Aku tak bisa bertahan lebih lama di dalam hubungan seperti ini."
Emma melanjutkan pembicaraannya.
__ADS_1
" Baiklah, tapi nanti ketika aku sudah siap. Berikan aku sedikit waktu, untuk sementara aku ingin kita berpura pura agar orang lain tak tahu tentang semua ini "
jawab suaminya.
" aku tidak bisa berpura pura bahagia, kenyataannya aku hancur. Aku tidak bosa menunggu lama. Aku ingin segera menyelesaikan semua ini. Aku tak bisa menjalani hubungan yang tak jelas ini.
aku ingin kepastian, agar aku bisa berpikir bagaimana melanjutkan hidupku kembali."
Emma membantah, ia menolak permintaan suaminya untuk memainkam sandiwara untuk menyembunyikan apa yang tengah terjadi diantara mereka.
ucap suaminya,
" what?? siapa yang menyusahkan dan siapa yang disusahkan?? ini adalah keinginanmu, kamu sudah pasti dengan keputusanmu itu artinya kamu sudah siap menerima semua resiko"
Emma berkata dengan tegas. Kali ini tanpa airmata lagi. Ia sudah merasa lebih kuat meskipun jauh di dalam hatinya ia merasakan sakit yang luar biasa.
__ADS_1
suaminya terlihat mengangguk pasrah.
******
Pernikahan penuh cinta, kebahagiaan dan kemesraan kini hancur berantakan. Tinggalah duka yang menetap di hati Emma. Hari-harinya menjadi kacau. Ia hampir menyerah. Ia sungguh tak sanggup menghadapi kenyataan pahit ini, namun ia berusaha tegar tak ingin terlihat lemah. Tak ada pilihan lain untuk sementara selain berpura-pura bahagia. Meskipun suaminya telah mengkhianatinya namun Emma tetap menghormatinya sebagai ayah dari anak-anaknya. Ia tak menceritakan ini kepada siapapun, ia menjaga perasaan suaminya. Ia tidak mau merusak nama baik suaminya. Ia menutupi dan menyimpan semuanya dengan rapi.
Emma bisa menyembunyikan kehancurannya dari mata dunia namun tidak dengan hatinya, sakit yang terpendam seolah membunuhnya perlahan. Ia berjuang untuk kuat demi anak-anaknya. Ingin sekali ia membagi cerita kepada orang terdekatnya namun hatinya tak tega, ia merasa kasihan kepada suaminya. Ia tak ingin mempermalukam suaminya.
*****
komunikasi di antara mereka menjadi sangat terbatas. Mereka hanya akan saling bicara jika itu berhubungan dengan anak-anak. Mereka berpura pura di depan anak-anak seolah semuanya baik-baik saja.
Emma harus lebih kuat menghadapi kejamnya kenyataan yang dihadapinya, ia harus membiarkan suaminya bebas berhubungan dengan Tasya kapanpun.
Ia harus merelakan suaminya dimiliki wanita lain meskipun kebahagiaannya menjadi taruhan. Lelaki yang sangat dicintainya, yang sangat dihargainya telah meninggalkannya. Emma kehilangan.
__ADS_1