NALURI ISTRI

NALURI ISTRI
Part 40


__ADS_3

Tak seperti biasanya disaat Richard kembali ke rumah tak ada lagi yang menyambutnya di depan pintu. Ia lalu masuk dan langsung menuju ke dapur. Emma tak juga kelihatan. Ia menuju le kamar dan mendapati istrinya sedang tertidur lelap. Richard menatap wajah istrinya, ia merasa sangat bersalah.


Ia menunduk perlahan lalu mengecup kening istrinya. Disaat ia hendak mengganti pakaiannya ponsel Emma berdering, ada pesan masuk. Richard penasaran lalu pelan-pelan ia mengambil ponsel Emma dan mengeceknya.


Ada pesan masuk dari Tasya.


" Baiklah kak, kita akan bertemu disana besok. aku tunggu kak."


Rupanya diam-diam istrinya membuat janji ketemu dengan Tasya. Ia lalu meletakan kembali ponsel istrinya.


" Tidak, apapun terjadi besok aku harus ikut, aku tidak mau membiarkan istriku menemui Tasya seorang diri."


Selesai mengganti pamaiannya Richard menuju ke meja makan, ia sangat lapar. Biasanya Emma akan menyiapkan makanan untuknya namun kali ini ia melakukannya sendiri, ia tak ingin mengganggu tidur istrinya.


Ketika sedang makan tiba-tiba Emma muncul di hadapannya membuatnya sedikit terkejut.


" Eh, mah sudah bangun?"


" Papah sudah lama disini? pulang jam berapa? maaf ya aku ketiduran. aku buatkan kopi ya."


"Belum lama mah, sekitar 30 menit yang lalu, tak apa mah aku mengerti , "


Emma lalu membuatkan kopi untuk suaminya.


*****


Keesokan harinya. Emma bangun pagi-pagi sekali mengerjakan pekerjaan rumah dan membuat sarapan. Biasanya Richard bangun pagi-pagi sekali untuk bersiap ke kantor, namun pagi ini ia belum bangun juga.


" Pah,, bangun., sudah terlambat, ayo bangun."


Emma membangunkan suaminya.


" Aku tidak ke kantor hari ini mah."


sahut Richard sembari menyelimuti tubuhnya kembali.


"libur pah? atau kamu sakit??"

__ADS_1


" Tidak mah aku sengaja tidak ke kantor, aku mau mengikutimu bertemu dengan Tasya."


Emma kaget mendengar ucapan suaminya,


" Darimana papah tahu?"


" Dari hp mamah..papah ikut, kita selesaikan ini bersama."


" Baiklah."


Sahut Emma lalu keluar meninggalkan suaminya.


******


Setelah selesai urusan rumah dan makan dan bersiap. Richard dan Emma berangkat ke tempat dimana Emma sudah membuat janji untuk bertemu dengan Tasya. Ketika mereka sampai, terlihat Tasya sudah menunggu.


Jantung Emma berdebar kencang melihat Tasya, perasaannya campur aduk, kesal, marah, kecewa, sakit hati semuanya dirasakannya.


" Ayo kita duduk disana kak,"


Ajak Tasya sambil menunjuk ke arah bangku panjang di taman. Richard dan Emma mengikutinya dari belakang. Keriganya menempati bangku yang jauh dari keramaian.


" Kak Emma, maafkan aku. aku sudah melakukan kesalaham besar, ini semua salahku, aku yang sengaja menjebak Richard agar kak Emma marah dan meninggalkannya. Jujur kak aku sangat sakit hati melihat kakak bahagia, aku tak rela melihat kakak bahagia kembali dengan Richard, jadi aku mengatur semuanya untuk menghancurkan kebahagiaan kakak lagi, aku kira aku akan menang dan berhasil namun ternyata aku salah, aku merasa beban, aku tak tenang dan aku malah semakin sakit hati, aku juga yang menyuruh temanku meneror Richard, aku sunggu melakukan kesalahan besar dengan kebodohanku.."


Tasya menjelaskan samb tertunduk


" Kalian mau bersandiwara lagi di depanku? aku tahu ini adalah permainan kalian, kalian sberpura-pura kan? Tasya berapa rupiah kamu dibayar oleh suamiku untuk memainkan drama singkat ini? Aku tahu pasti suamiku memintamu datang kepadaku untuk meyakinkanku agar aku percaya kan? lalu setelah ini kalian berdua akan menertawakanku di belakang, iya kan?..'


" Sumpah kak, aku mengatakan yang sebenarnya dan tak ada yang menyuruhku melakukan ini, mengakui kesalahanku dengan niatku tanpa paksaan dari siapapun kak."


" Mah...dengarkan ini."


Richard membuka suara lalu menyetel rekaman pbicaraannya dengan Tasya kemarin. Emma duduk dan terdiam untuk waktu yang lama. Ia akhirnya menjatuhkan airmata.


" Pulanglah Tasya, aku akan mengurus istriku. dan tolong jangan pernah muncul lagi di kehidupan kami. sudah cukup kau hancurkan kebahagiaan kami."


Tasya pun melangkah pergi tanpa kata. richard berusaha menenangkan Emma, ia mengajak istrinya kembali ke rumah.

__ADS_1


" Pah..maafkan aku."


Emma mwmbuka pembicaraan.


" Aku terlalu egois, aku merasa pikiranku yang paling benar tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu bahkan aku menutup hatiku tak percaya semua penjelasanmu.


" Mah tidak mah papah yang salah, papah terlalu gampang tergoda.maafkan papah..ini kelemahan papah, mamah adalah kebahagiaan hidup papah. papa mohon mama jangan pergi. kita bisa memperbaiki semua ini mah."


" pah, mamah tidak akan pergi. mamah tetap disini,."


Airmata Richard mengalir, ia memeluk erat tubuh istrinya, ia terharu., ia mengecup kening istrinya sambil mengucapkan kata maaf berulang kali."


" Biarlah ini menjadi pelajaran untuk kita pah, mamah akan berusaha.lebih dewasa lagi menghadapi setiap masalah. "


Richard menyodorkan ponselnya kepada Emma


" ini mah ambilh, kapanpun mamah boleh menggunakan ponsel papah, papah akan menggunakannya jika perlu saja.Papah tak ingin menyembunyikan apapun lagi dari mamah, papa khilaf, papah tidak mau ini terulang lagi.papa sangat beruntung memiliki istri sebaik mamah yang tak pernah menyerah menghadapi papah."


" Tidak usah pah, papah pakai saja pknsel papah."


Emma menolak dengan halus.


" Tidak mah, ambilah, papah serius. papah sangat mencintai mamah, kita lupakan hal-hal menyakitkan di masa lalu ya mah, kita mulai kembali dengan yang baru. sungguh papah tak ingin kehilangan mamah, papah sangat mencintai mamah."


Emma memeluk suaminya, airmatanya mengalir, airmata kebahagiaan


" Aku mencintai papah dan akan selalu bersama papah dalam keadaan apapun seperti janji pernikahan kita, aku ingat sumpahku di depan altar gereja, aku telah berjanji menerima papah dalam keadaan apapun, dan selalu setia bersama papah dalam suka maupun duka, aku tak mau mengingkari sumpah dan janji pernikahan kita pah."


" Terima kasih mah papah akan selalu ingat janji suci pernikahan kita di gereja. dan papah yakin Tuhan tidak akan membiarkan kita terus tinggal dan terjebak di dalam masalah, puji Tuhan kita mampu melewati semuanya. Terima kasih mah untuk kesabaran dan telah bertahan sejauh ini.


aku mencintaimu sayang."


********


Terima kasih untuk semua pembaca, maafkan bila banyak terdapat kesalahan penulisan. Terima kasih sekali lagi untukmu semua yang telah setia mengikuti kisah ini. Ini adalah benar-benar sebuah kisah nyata. semoga ada pelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini.


Salam sayang & Doa untukmu semua.

__ADS_1


#Author 💛


__ADS_2