
Seiring berjalannya waktu cerita tentang perselingkuhan Tasya dan Richard perlahan tak terdengar lagi.
Berbicara tentang Tasya seorang wanita berusia sekitar 28tahun, bertubuh sangat kurus dengan tinggi badan yang tak masuk dalam kategori ideal. Ia sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan. Suaminya merantau dan sudah bertahun tahun tak kembali. Sebuah fakta mengenai Tasya wanita yang sudah terbiasa dengan perselingkuhan, ia bekerja di salah satu instansi ia bahkan pernah hampir dipecat karena perselingkuhannya dengan sesorang pria beristri.tak dapat dipungkiri ini memang sudah menjadi kebiasaannya. Ia sangat berani dan tak tahu malu. Meskipun beberapa tetangga bahkan trmannya sudah memperingatkannya namun ia tak pernah jera, ia sangat pintar bersandiwara, sangat licik memutarbalik fakta, ia sangat lihai berbohong, ini sangat berbanding terbalik dengan tampangnya yang terlihat alim dan sangat sopan. Ia bagai serigala berbulu domba.
__ADS_1
*****
Pengkhianatan yang bertubi tubi meninggalkan jejak dendam dan kebencian yang teramat dalam di lubuk hati Emma. Ia tak tahan terus terusan tinggal di dalam hubungan yang baginya sudah tak ada arah lagi.Baginya ia kini sendiri tanpa suami yang menjadi sandaran meskipun pada faktanya Richard suaminya masih serumah dengannya. Raga Emma memang bersamanya namun hatinya telah pergi jauh. Emma memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada kedua orangtuanya, ia merasa tak sanggup menyelesaikan ini sendirian ia butuh orangtuanya. Emma mengatur pertemuan dengan orangtuanya, dan menceritakan semua apa yang telah terjadi antara suaminya, Tasya dan dirinya. Orangtua manapun pasti tak akan terima anaknya disakiti. Ayah dan ibunya terdiam setelah Emma menceritakan semuanya, jelas terlihat raut wajah kesedihan dari kedua orangtuanya. Sampai pada akhirnya ayahnya mulai berbicara,
__ADS_1
Tak ada satu katapun yang terucap. Emma terdiam namun di dalam diamnya ada airmata yang mengalir perlahan dan semakin deras, kini terdengar isak tangisnya. Ibunya beranjak memeluknya. Emma menumpahkan segala perasaannya, Menangis sepuasnya melepaskan segala sakit hatinya dalam dekapan ibunya.
" kamu dengar apa kata papa kan sayang? Mama sependapat dengan papamu, mama akan selalu berdoa untukmu, kamu harus jadi wanita yang kuat, jangan menyerah. Ingatlah anak-anakmu yang masih kecil "
__ADS_1
Ibunya brbisik sambil mengelus kepalanya.