NALURI ISTRI

NALURI ISTRI
PART 26 ( DILEMA )


__ADS_3

Nobody perfect, begitu pula Emma. sekuat kuatnya ia bertahan, akhirnya goyah juga imannya. Ia menerima telpon dan membalas pesan Christ. Hanya satu yang tidak, ia terpaksa berbohong kepada Christ kalau ia tak memiliki akun Whatsaap, sebenarnya ia tak bisa memberikan nomor whatsaapnya meskipun ia ingin sekali memberikannya karena ia tak bisa membohongi hatinya jika ia ternyata masih merindukan Christ. Emma benar-benar mengontrol pikiran dan perasaanya. Kembalinya Christ membuat Emma bersemangat kembali menjalani hidupnya. Tanpa dia sadari sebenarnya ia telah membuka ruang dan kesempatan bagi Christ. Pria tampan itu menawarkan kebahagiaan kepadanya. Ia bahkan ingin membawa Emma pergi dan Emma tahu betul kalau Christ serius dengan apa yang dikatakannya. Hati Emma bimbang, ia benar-benar hampir tak bisa membuat pilihan. Jika ia menuruti emosinya mungkin ia telah pergi bersama Christ namun ia masih berpikir panjang.


******


Perubahan sikap Richard dari hari ke hari membuat hati Emma tersentuh. Namun di satu sisi Emma hampir tak bisa menolak semua usaha Christ untuk membahagiakannya. Emma seperti terhipnotis namun melihat anak-anaknya Emma perlahan mencoba untuk tetap menjaga kewarasannya, bagaimanapun juga ia masih sah sebagai istri Richard, ia tak sampai hati merusak pernikahan mereka. Ia mencintai Richard. Meskipun disakiti berulang kali namun hatinya tak tega untuk membalas menyakiti Richard. Meskipun ia berusaha bahkan berniat membalas dendam namun ia selalu tak mampu melakukannya. Cinta telah mengikatnya sangat kuat selama bertahun-tahun dengan Richard suaminya, ayah dari anak-anaknya, sangat tidak mudah baginya untuk meninggalkan.


*****


Terkadang setiap kali mengingat semua ucapan Richard yang menyakitkan airmatanya mengalir, namun ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa suaminya tak mungkin pergi darinya, entah apa yang membuatnya begitu yakin kalau suaminya akan kembali, ia hanya berharap di dalam Doa. Semakin hari semakin terlihat perubahan dari diri Richard, perlahan tapi pasti semuanya mulai kembali seperti dahulu. Perhatiannya kepada Emma mulai kembali. Tak dapat dipungkiri ada rasa bahagia di hati Emma, ia mulai membatasi komunikasinya dengan Christ dan mencoba menanggapi perhatian suaminya namun ia tak menunjukannya secara terang terangan, ia tak ingin suaminya terlalu cepat menyadarinya, ia ingin membiarkan suaminya berjuang.


Sedikit jahat memang tetapi Emma ingin Richard merasakan apa yang pernah dialaminya, hanya agar suaminya tahu dan merasakan bagaimana berada di posisinya, posisi ketika kehilangan perhatian dari orang yang dicintai, hingga pada suatu hari,

__ADS_1


Richard : Mah?


Emma : hmmm


Richard : Ada yang ingin kutanyakan.


Emma : Apa?


Richard : Apakah mamah masih mencintaiku, apakah mamah mau menerimaku kembali


Richard : Tolong jawab mah, aku ingin mendengar jawabanmu.

__ADS_1


Emma : Tidak sekarang,nanti.


Richard : please mah, aku mohon.


Emma : Baiklah jika kamu memaksa. Soal perasaan sejujurnya aku masih mencintaimu tetapi untuk menerimamu kembali aku butuh waktu untuk berpikir, beri aku waktu.


Richard : Berapa lama harus kutunggu mah?


Emma : tergantung, mungkin sampai luka di hatiku sembuh


Richard terdiam, ia tak ingin melanjutkan pembicaraan lagi karena ia tak ingin membuat Emma kembali mengingat semua hal menyakitkan, Ia tak ingin istrinya menangis lagi.

__ADS_1


*****


Bagaimana kabar Tasya?? Ia sudah jarang terlihat, jarang keluar rumah.banyak cerita buruk tentang Tasya yang di dengarnya dari teman-temannya. Apakah Emma peduli?? tidak sama sekali. Emma tak ingin mengenal lagi perempuan berhati iblis itu.


__ADS_2