
Suatu malam, gerimis, cuaca menjadi dingin..
Perasaan gelisah kembali muncul dan sangat mengganggu Emma. Bahkan sampai pukul 23.00 WITA Emma belum bisa tidur. Pikirannya sangat kacau. Perubahan sikap suaminya cukup membuatnya kacau kini ditambah lagi gelisah tak jelas yang memporakporandakan pikirannya.
" Tuhan..ada apa sebenarnya, apa lagi yang akan terjadi besok? aku sungguh lelah dengan semua ini, aku pasrah Tuhan, jika aku harus menghadapi kemungkinan buruk yang akan terjadi esok tolong kuatkanlah hati ini Tuhan "
batin Emma sembari melihat ke arah suaminya yang tertidur pulas.
Jarum jam sudah menunjukan pukul 03.00 WITA menjelang subuh, Emma sama sekali tak bisa tidur. Rasa curiga telah menguasainya. Timbul niat ingin tahunya yang begitu kuat. Perlahan ia mengambil ponsel.suaminya dan mencoba memeriksanya. Hampir saja ia membanting ponsel suaminya setelah mengetahui pola keamanan ponsel sudah dirubah.
" ini mencurigakan, biasanya dia memberitahuku jika ia merubahnya"
batin Emma. Dengan kesal ia meletakan kembali ponsel suaminya. Otaknya berpikir keras bagaimana caranya ia mencari tahu. Entah darimana datangya ide tak terduga itu.
__ADS_1
Ia mengambil ponselnya, membuka aplikasi facebook miliknya, dikliknya tulisan logout lalu ia mencoba login kembali dengan menggunakan nomor ponsel suaminya. Ia melakukannya begitu saja. setelah memasukan nomor ponsel suaminya ia mengklik tulisan lupa kata sandi dan muncul notif kode dikirimkan ke nomor telepon suaminya.
Ia segera mengecek ponsel suaminya,
"Yes...meskipun dikunci aku masih bisa membaca kode yang muncul di layar ponsel ini."
Ia buru-buru memasukan kode dan mengganti kata sandi. Muncul sebuah akun facebook dengan nama yang asing.
" licik.. dia punya akun palsu. aku akan mencari tahu"
Deg..Emma kaget.. hanya ada satu pesan tersimpan dari seseorang yang ia kenal, Tasya. Ia segera membaca isi pesan tersebut. Tubuhnya lemas seketika, tangannya gemetar dadanya mulai terasa sesak. Kecurigaannya terbukti, ternyata suaminya mempunyai sebuah akun facebook yang digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan Tasya. Semua isi pesannya berbanding tetbalik dengan pengakuan Tasya dan suaminya. Emma terpaku ia hampir kehilangan keseimbangan, ia mencoba duduk di tepi ranjang. Airmatanya perlahan menetes.
" aku bodoh..aku sangat lemah..aku sangat mudah dibohongi,dipermainkan oleh suamiku sendiri,aku bodoh.."
__ADS_1
Sambil menangis Emma mengutuk dirinya di dalam hatinya. Ia sangat kecewa, marah, kesal semua menjadi satu di dalam hatinya membuatnya tak bisa berpikir dengan baik lagi. Ia gagal mengontrol dirinya, ia sangat amat marah. Dengan segera ia membangunkan suaminya, setelah beberapa kali ia menggoncang goncangkan tubuh suaminya untuk membangunkannya akhirnya suaminyapun bangun. Tanpa ba bi bu Emma langsung menyodorkan ponselnya kepada suaminya. Suaminya terlihat bingung.
" kamu kenapa mah? mengapa tiba-tiba membangunkanku? dan mengapa kamu menangis?
tanya suaminya sambil mendekatinya, namun Emma segera menghindar menjauhi suaminya sambil terus menangis, Ia sangat marah.
Hatinya sangat hancur. Ia tak sudi membiarkan suaminya mendekatinya. Ia benar-benar kacau. Suaminya duduk di tepi ranjang dengan bingung.
" kemarilah mah, katakan ada apa sebenarnya. kamu kenapa mah? kamu membuatku bingung aku sangat mengantuk"
suaminya kembali bertanya.
Emma tak menjawab, ia mengumpulkan kekuatannya begerak mendekati suaminya.
__ADS_1
plakk !!! ia menampar suaminya..