
Emma berhasil mengendalikan dirinya, dan bersikap sewajarnya, namun di dalam hatinya ia terluka. Ia melaksanakan tugasnya sebagai istri seperti biasanya, menyiapkan segala keperluan suaminya untuk ke kantor. Sejak kejadian malam itu Emma lebih banyak diam namun bibirnya senantiasa tersenyum menyembunyikan sakit yang luar biasa.
"Selamat pagi mah..."
ucap Richard sambil berjalan menuju ke meja makan. Tak ada jawaban, Emma melirik sekilas ke arah suaminya lalu tersenyum dingin. Richard kehilangan semangat, ia menyantap sarapannya. Suasana yang biasanya penuh kegembiraan berubah menjadi sepi seketika.
" ini tasnya pah "
Emma meletakan tas Richard di atas meja ruang tamu. Biasanya Emma memberikannya langsung kepada Richard namun kali ini tidak.
" Terima kasih mah."
Ucap Richard sambil menatap istrinya. Yang ditatap hanya mengangguk tanpa melihat, Emma sibuk memainkan ponselnya. Richard tak bisa melakukan apapun lagi, ia merasa sangat bersalah. Ia menyesal namun semuanya telah terlambat.
" Mah, papah berangkat dulu ya."
Pamit Richard, sambil mendekati Emma, menunduk dan mengecup kening istrinya. Emma terdiam tak bergerak, lagi2 ia hanya mengangguk namun kali ini ia tersenyum kepada suaminya. Senyuman terpaksa.
********
Setelah Richard berangkat ke kantor, Emma menghubungi Indri temannya yang tinggal di sebuah kota yang sangat jauh.
" Hallo? "
Terdengar suara Indri yang lembut
" Ndri, ini aku Emma, bagaimana kabarmu? apakah kamu sibuk?"
__ADS_1
" Hai Emma, aku tidak sibuk, aku baik, bagaimana denganmu, aku sangat merindukanmu, kapan kita bertemu lagi?"
" Ndri..kabarku tak baik, aku"
" What??kamu kenapa Emma? ada apa cerita kepadaku."
Belum sempat Emma menyelesaikan perkataannya Indri sudah memotong pembicaraannya.
" Ndri,, Aku akan cerita nanti, ini bukan saat yang tepat, bisakah kau pesankan tiket pesawat untukku? aku ingin pergi ke tempatmu."
" Emma, aku sangat senang kamu mau datang ke tempatku, tapi aku tidak mau jika kamu pergi karena masalah, ingatlah anak-anakmu Emma, pergi bukanlah satu-satunya cara menyelesaikan masalah, kalau kamu punya masalah sama Richard kalian harus bicarakan baik-baik, jangan mengambil keputusan seperti ini, aku bukannya menolakmu datang namun aku mau kamu pergi dengan cara yang baik2 dari rumah.
Emma terdiam beberapa saat
" Ndri aku sudah cukup sabar selama ini, aku sangat lelah menghadapi Richard, rasanya aku tak mampu lagi hidup dengannya, aku sudah kehikangan arah, aku bingung aku tak tahu harus kemana."
" Tidak pernah ndri."
" Apa Richard pernah memakimu?"
"Tidak pernah ndri."
Emma menjawab datar, ia bingung kenapa Indri menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu, namun ia tetap memilih menjawab apa yang ditanyakan Indri
" Apakah Richard membagi dua gajinya untukmu dan untuknya?"
Indri bertanya lagi
__ADS_1
" Tidak, kalau gajinya ia berikan penuh kepadaku, setelah itu aku yang mengatur uangnya."
" Baik, pernahkah ada pria lain yang menggodamu di facebook atau di dunia nyata?"
"Pernah ndri."
" Apakah kamu mereponnya?"
"Yah kadang aku merespon tetapi aku hanya iseng dan aku tak sering merespon, Richard juga tahu."
" Apakah Richard protes? atau marah ketika tahu ada pria yang menggodamu dan kamu merespon?"
" Tidak, ia sama sekali tak marah, ia mengerti dan ia tahu aku tak pernah serius menanggapi."
" Apa Richard sering membantumu di rumah?"
" Sangat sering, ia bahkan tidak membiarkanku melakukan pekerjaan berat dan ia tidak pernah memaksaku bekerja, ia hanya ingin melakukan apa yang ingin kulakukan tanpa beban."
" Baiklah coba kau hitung apa saja kesalahannya yang membuatmu ingin pergi meninggalkannya."
" Ia berselingkuh ndri, aku sudah memaafkannya tetapi ia malah berhubungan kembali dengan wanita itu, aku melihat di ponselnya ada panggilan masuk dari wanita itu."
" Karena panggilan masuk itu kamu menyimpulkan bahw suamimu berselingkuh lagi? apakah Richard mengakuinya?"
" Tidak ndri, dia tidak mengakuinya, ia mengatakan tidak tetapi aku tetap tidak percaya."
" Emma, kamu keliru sayang, aku tak membela Richard, juga tak membelamu., kalian berdua sama-sama keliru. Emma, jika perasaan dan luka di masa lalu masih kau ingat-ingat percayalah, kau sedang menyakiti dirimu sendiri., jika satu kesalahan Richard kau hitung terus menerus dan kau ingat terus, maka selamanya apapun yang dilakukan Richard akan selalu salah dimatamu dan meskipun ia melakukan kebenaran tetap kau anggap salah, meskipun ia berusaha jujur kau tak bisa lagi percaya.Bukalah hati dan pikiranmu sayang, tenangkan dirimu, tinggalkan semua luka masa lalu, mulailah dengan hidup yang baru, bangkit dari kesalahan dan mau berubah itu bukan hal yang mudah, jangan turuti amarahmu, emosimu, egomu, tapi cobalah sekali saja tatap suamimu ketika ia tidur bayangkan semua kebaikan dan kebahagiaan yang pernah ia berikan kepadamu, lupakanlah perlahan rasa sakitmu karenanya.hanya dirimu yang bisa menyembuhkan sakit hatimu Emma tergantung mau atau tidaknya kamu.pikirkanlah dan pertimbangkanlah.."
__ADS_1