NALURI ISTRI

NALURI ISTRI
PART 32


__ADS_3

Hari sudah sore, Richard bersiap untuk pulang. Sebelumnya ia menghapus sms dari pria itu juga menghapus panggilan masuk. Ia memastikan semuanya aman sebelum pulang karena ia sangat khawatir jika sampai istrinya tahu.


Ketika ia melangkah keluar dari kantornya, ponselnya berdering.


Nomor tanpa nama muncul di layar ponselnya.


" Tasya? oh tidak."


Richard tak menjawab panggilan Tasya. Ponselnya kembali berdering, terpaksa ia mengangkat telponnya


" Ada apa Tasya? tolong jangan menelponku lagi."


" Apa maksudmu Richard? bukankah kamu mengijinkanku menghubungimu ketika kamu betada di kantor? Kamu kenapa berubah? kamu bilang sudah menganggapku sebagai teman dan akan selalu ada jika aku membutuhkan bantuanmu, aku sedang sakit sekarang."


Terdengar nada kecewa dari Tasya


" maafkan aku Tasya, aku tidak bermaksud membuatmu tersinggung. baiklah maafkan aku. kamu sakit apa? dan dimana kamu sekarang?"


" Aku tak jauh dari kantormu, aku ada di restoran seberang jalan, aku demam dan aku baru pulang dari rumah sakit. Ayo kesini kita temani aku makan, aku belum makan siang."


Tasya memelas meminta Richard menemaninya makan. Sesaat Richard terdiam, ia bingung menjawab apa.


" Maaf Tasya, aku harus segera pulang."


" Richard kamu tega ya, apa kamu takut istrimu tahu kamu makan denganku? kamu sudah berjanji akan menolongku jika aku membutuhkan bantuan, aku lagi sakit dan aku hanya minta kamu temani aku makan, kamu tidak punya rasa kasihan kepadaku?"


Richard semakin bingung, ia memikirkan istrinya namun juga tak tega membiarkan Tasya sendirian

__ADS_1


"Baiklah tunggu aku."


Richard mematikan teleponnya lalu berjalan keluar menuju ke restoran di seberang jalan. Terlihat Tasya sedang duduk menikmati secangkir teh. Ia tersenyum lebar menyambut kedatangan Richard.


" Hai, Tasya.."


" Hai Richard, ayo silahkan duduk, aku langsung pesan ya soalnya aku sudah lapar, kamu mau makan apa?"


" Tidak usah, kamu saja yang makan aku minum kopi saja."


" Yakin? ayolah kita makan ya."


" Tidak Tasya, aku masih kenyang, aku hanya ingin minum kopi.


" Baiklah." jawab Tasya lalu memanggil pelayan.


" Tasya, ? bagaimana keadaanmu? apa kamu sudah merasa baikan?"


" aku akan baik-baik saja Richard, ini hanya demam biasa."


Percakapan mereka terhenti ketika pelayan mengantarkan pesanan mereka.


"Ric..aku makan ya.."


Tanpa menunggu lama Tasya langsung menyantap makanannya, ia terlihat sangat bersemangat, mungkin ia benar-benar lapar. Akhirnya makanan itu habis tak tersisa juga Richard telah menghabiskan kopinya.


" Tasya,maaf aku harus pulang sekarang."

__ADS_1


"Kenapa terburu-buru,? "


" Maaf Tasya istriku menunggu di rumah."


Tanpa menunggu jawaban Tasya, Richard bergegas kembali ke kantor. Sepeda motornya masih berada di halaman parkir kantornya. Ia lalu meluncur kembali ke rumah. Hari sudah malam ketika Richard tiba di rumah. Kedua anaknya sudah tidur, istrinya masih terjaga menunggunya pulang.


"mah.. maaf aku terlambat." ucapnya ketika Emma membuka pintu untuknya.


" Tak apa sayang, aku mengerti, ayo masuk,sini tasnya pah."


Richard memberikan tasnya lalu masuk.


" Mandi dulu sayang,aku sudah siapkan air untukmu, setelah itu kita makan, ."


Seketika ada perasaan bersalah di dalam hati Richard. Ia menyesal telah bertemu dengan Tasya, tak seharusnya ia melakukan itu.


" Hey pah,,kenapa bingung? ayo mandi sana."


" eh iya mah, siap istriku tercinta."


jawabnya sambil mengecup pipi istrinya.


Emm merasa ada yang tak beres, ia bisa melihat sikap Richard yang sedikit aneh.


" Ah mungkin ini hanya perasaanku saja, sebaiknya aku bertanya kepadanya saja."


batin Emma, kemudian bergegas menyiapkan makan malam.

__ADS_1


__ADS_2