NALURI ISTRI

NALURI ISTRI
Part 35


__ADS_3

" Mah..aku berangkat ya ke rumah Jorgy."


Pamit Richard sambil berjalan keluar kamar.


" iya pah, hati-hati, segera pulang jika sudah selesai, jangan pulang larut malam."


" Siap cintaku." Sahut Richard


*********


Terlalu lama menunggu Richard akhirnya Emma tertidur. Jam sudah menunjukan pukul 22.30 WITA Emma tiba-tiba terbangun, Richard belum juga kembali. Emma mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi suaminya. Tidak diangkat. Berkali-kali Emma mencoba menghubungi suaminya namun sia-sia. Richard tidak menjawab panggilan. Perasaan Emma gelisah, ia mencoba untuk tetap berpikiran positif. Ia sabar menunggu suaminya kembali. Tepat tengah malam suaminya kembali. Emma membuka pintu. Richard langsung memeluknya dan meminta maaf.


" Maafkan aku mah, aku tak tahu kalau mamah menelpon,."


Emma diam saja, ia melepaskan pelukan Richard lalu masuk ke kamar.

__ADS_1


Richard menutup pintu lalu mengikutinya ke kamar.


" Mah..maafkan aku mah."


Richard mendekati Emma lalu menggenggam jemari istrinya kemudian mengecup keningnya.


" sudahlah pah, aku mau tidur."


" Mamah tidak percaya kepadaku? mamah boleh tanya Jorgy besok, papah tidak bohong,sungguh mah."


" Mah, papah tau mama pasti curiga tapi percayalah mah, papah sudah berubah, papa ingat semua janji papah, papah tak ingin menyakiti mamah lagi. papah ingin kita hidup aman dan bahagia mah."


" Yakin papah sudah berubah?yakin pah?"


Emma menjawab dengan nada sinis

__ADS_1


" Mamah kenapa jadi begini? tolong mah cobalah untuk percaya kepada papah, papah juga sadar papah sudah banyak melakukan kesalahan dan papah tidak mungkin mengulang lagi, papah ingin berubah mah, papah mohon percayalah mah."


" Percaya?? maaf pah, aku sungguh tak percaya lagi sama papah."


" Kenapa mah? apa mamah masih belum memaafkan papah? apa mamah terpaksa menerima papah kembali??"


Kali ini airmata Richard pun akhirnya tumpah..


" Bagaimana mungkin aku percaya keladamu pah, sedangkan papah masih menyembunyikan hubungan papah dengan Tasya? apa papah pikir aku tidak tahu kalau papah masih berhubungan dengan Tasya? mana pah, papah bilang sudah blokir nomor Tasya, sudah hapus nomor Tasya tapi nyatanya apa pah? kalian masih saling bicara di belakangku. apa papah pikir aku ini bodoh? aku diam tetapi bukan berarti aku bodoh, bukan berarti papah seenaknya berbuat. aku diam tapi aku terus memantau pah. katakan apa mau papah? papah seperti ingin membunuhku perlahan, papah enak, santai tapi aku, sakit pah, sakit namun kutahan, apa papah tahu betapa sulitnya untuk tetap tersenyum meskipun hati ini sangat sakit?? papah yang berjanji, papah pula yang mengingkari. aku lelah sangat amat lelah. Jika tahu tak sanggup meninggalkan Tasya harusnya dari awal papah bilang agar aku yang mundur."


Richard kaget tak menyangka bahwa Emma tahu apa yang disembunyikannya.


Airmatanya mengalir deras, bibirnya terkunci. Ia tak mampu bicara, Diraihnya tubuh Emma lalu dipeluknya erat. Emma merontak melepaskan pelukan suaminya namun sia-sia. Richard semakin mempererat pelukannya. Emma pasrah namun ia tak luluh begitu saja. Hatinya seperti membeku. Tak seperti dulu ia mudah merasa kasihan, sekarang melihat Richard menangispun ia sama sekali tak merasa kasihan. Ia tak percaya apapun lagi termasuk airmata Richard.


"maaf, maaf, maaf mah, maafkan papah, maaf sayang, maaf."

__ADS_1


Hanya ini yang bisa diucapkan Richard disela-sela tangisnya. Ia butuh menenangkan hatinya sebelum ia menjelaskan semuanya kepada istrinya.


__ADS_2