NALURI ISTRI

NALURI ISTRI
PART 20


__ADS_3

Seperti mendapat sebuah tamparan keras Richard tak percaya dengan semua yang di dengarnya dari mulut istrinya. Ia tak mampu berbicara lagi, ada rasa sakit yang amat sangat di dalam hatinya. Ia menahan semua rasa itu namun ia tak mampu. Titik titik airmata jatuh membasahi pipinya.


" Ya Tuhan beginikah rasanya?? ini benar-benar sakit. Aku mohon ya Tuhan kembalikan istriku seperti dulu "


Penyesalan Richard sepertinya sudah terlambat. Hati wanita memang mudah memaafkan namun jika ia sudah tak tahan lagi sekali pergi ia susah untuk kembali. Rupanya Emma telah sampai ke puncak sabar.


******


" jika kamu tak sanggup lagi menghadapi sikapku kamu bebas untuk pergi. Jangan memakasa dirimu untuk tetap tinggal. Aku ingin kamu melupakanku anggap saja aku bukan siapa-siapamu "

__ADS_1


Suatu hari, tiba- tiba Emma berkata kepada Richard yang sedang menyelesaikan pekerjaannya di depan laptop. Richard menghentikan pekerjaannya ditatapnya Emma yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


" Aku tidak akan pernah pergi. Aku anggap ini sebagai hukuman atas semua perbuatanku kepadamu. Aku akan tetap disini menghadapi semua ini mah. Karena semua ini adalah salahku. Meskipun kamu memaksaku atau bahkan mengusirku pergi aku tak akan pernah beranjak karena inilah keluargaku, hidupku, cintaku. Kamu boleh marah kepadaku atau mencaci maki aku silahkan mah, aku pasrah."


Richard menjawab sambil terus menatap Emma yang masih sibuk dengan ponselnya. Ia menjadi serba salah, tak ada yang bisa dilakukannya untuk sekarang selain pasrah dengan semua keadaan ini.


" Terserah..!! "


******

__ADS_1


Hampa rasanya menjalani hubungan seperti ini. Richard mencoba untuk mempertahankan sedangkan di satu sisi Emma sudah tak peduli lagi dengan hubungan mereka. ibarat roda kadang di atas kadang di bawah. Richard yang dulu tak peduli kepada Emma kini terbalik, Emma yang menjadi tak peduli. Kini Richard merasakan apa yang dulu pernah Emma rasakan. Mereka kini berganti posisi. Yang satu berjuang yang lainnya menyerah.


Kehidupan mereka terlihat normal. Emma dan Richard mampu menyembunyikan fakta tentang hubungan mereka dengan rapi. Emma sudah tak peduli lagi dengan semua gosip dan cibiran, ia malah semakin sering keluar rumah meskipun hanya sekedar bertandang ke rumah tetangga dan teman-temannya.


"bagaimana kamu bisa menjadi bodoh seperti ini? sudah jelas-jelas Tasya itu pelakor, dia sudah merusak rumah tangga kamu. Kenapa kamu tak bertindak sedikitpun Emma? Apa kamu takut dengannya?? Cukup berikan satu tamparan sebagai peringatan untuknya. Apa kamu tidak merasa sakit hati melihatnya setiap hari? Kamu terlalu lemah, jika aku jadi kamu entahlah mungkin Tasya sudah babak belur kuhajar. "


Dina sangat berapi api berbicara ketika Tasya baru tiba dan duduk di di teras rumahnya. Dia yang selalu mengompori Emma dan ia yang pernah melabrak Tasya. Namun Emma tak pernah sekalipun menuruti kata-katanya. Emma bukan tipe wanita yang mudah dipengaruhi, Emma sosok wanita yang bijaksana, ia tidak menelan mentah-mentah perkataan dari orang lain, ia tidak gegabah mengambil keputusan. Ia sangat teliti memilah milah mana fakta dan mana gosip.


" kamu benar Din aku memang bodoh, aku lemah karena cinta. aku ingin melakukan seperti yang kamu katakan tapi ebtahlah suara hatiku selalu melawan, ini bertentangan dengan apa yang ada di dalam hatiku. Aku tak bisa melakukannya. Aku percayakan semuanya kepada Tuhan dan aku yakin Tuhan pasti menolongku dengan caranya dan aku pasti bisa menyelesaikan semuanya. maaf Din "

__ADS_1


Batin Emma. Ia hanya terdiam mendengar semua perkataan Dina. Pandangannya jauh ke ujung jalan, sampai akhirnya ia beranjak dan pergi ketika gerimis datang. Tak dipungkiri Emma merasa malu dengan perbuatan suaminya. Bagaimanapun juga suami istri adalah satu. Aib suami adalah aib istri juga, begitupun sebaliknya. Untuk apa Emma mempermalukan suaminya jika pada akhirnya dia juga yang malu.?


Inilah takdir yang harus ia jalani.


__ADS_2