
Sehabis menelepon Indri Emma duduk termenung. Ia bingung apa yang harus dilakukannya. Teringat kembali bagaimana ia melalui masalah sebelumnya, bagaimana ia berjuang untuk tetap mempertahankan rumah tangganya. Disaat itu tidak sedikit orang yang menyarankan untuk berpisah termasuk teman- temannya, banyak pula yang menyarankan untuk membalas perbuatan suaminya dengan melakukan hal yang sama, banyak yang mengatakannya bodoh karena tidak melakukan apapun kepada Tasya. Satu-satunya yang mendukungnya untuk tetap bertahan dan sabar melewati semuanya adalah orangtuanya. Emma tak bisa membohongi perasaannya..Richard adalah pria yang sangat dicintainya.
*******
Di kantor Richard tidak bersemangat, ia terlihat murung. Merasa tak tenang Richard menghubungi Tasya. Ia membuat janji bertemu dengan Tasya di sebuah restoran.
" Hai..silahkan duduk."
__ADS_1
Richard mempersilahkan Tasya duduk
" Ada apa Richard? kelihatannya ada hal yang penting yang mau kamu bicarakan."
" Iya Tasya, ini menyangkut rumah tanggaku, istriku sudah tahu bahwa kita kita masih berhubungan."
" Lalu apakah kamu sudah menjelaskan padanya? aku tidak berniat merusak kebahagiaan kalian lagi, aku tak ingin punya musuh. Aku juga seorang wanita, ini adalah salahku, harusnya aku tak menghubungimu lagi."
__ADS_1
" Maafkan aku Richard, aku tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Aku benar-benar menyesal. Aku akan berusaha memperbaiki semua karena aku yang salah. Aku akan menemui istrimu, aku akan menjelaskan sendiri kepadanya. "
" Terserah kamu Tasya, aku hanya minta satu hal, tolong hapus nomorku jangan pernah kamu menghubungiku lagi, anggap saha kita tidak saling kenal, maafkan aku.aku pergi dulu."
Richard berjalan meninggalkan Tasya. Ia terlihat sangat kacau. Ia sudah pasrah sekarang. Ia hanya berharap keajaiban.
Bayangan Emma mengusik pikirannya sepanjang hari. Ia mengambil ponselnya lalu mengirmkan pesan kepada istrinya
__ADS_1
" Mah..maafkan papah, papah sungguh-sungguh menyesal telah mengecewakan mamah, lagi dan lagi. Papah sudah terlalu jahat membuat mamah menderita, papah akui cara papah sangat salah, papah begitu bodoh, papah tak memaksa mamah untuk percaya tapi papah yakin mamah membaca pesan papah ini, papah ingin mamah tahu, sungguh tak ada sedikitpun niat untuk mengulang kesalahan yang sama mah, papah hanya tidak ingin bermusuhan dengan siapapun, papah hanya berteman saja tapi papah akui itu sangat salah dan papah sangat menyesal, papah mohon dengan sangat meskipun mamah marah dan kecewa sama papah tolong jangan pergi tinggalkan papah, jauh-jauh papah datang, melamar mamah dan menikahi mamah, ikut tinggal di tempat mamah itu bukan hal yang gampang. Papah nekad melakukan itu karena papah sangat sangat mencintai mamah. papah tidak akan sanggup tanpa mamah, ingatlah anak-anak kita mah, sungguh papah tak akan bisa dan tak akan pernah mampu menggantikan mamah menjadi ibu untuk anak-anak kita. maafkan, maafkan papah. katakan apapun yang mamah mau papah lakukan untuk membuktikan bahwa papah sangat mencintai mamah, asal jangan meminta papah untuk melepaskan mamah. papa tidak akan pernah melakukan itu sayang.
ini salah papah, ini kelemahan papah yang terlalu gampang tergoda."