
Masalah memang mendewasakan namun ada imbas buruk disampingnya, Emma wanita yang sabar menerima semua hinaan dari mulut Tasya si pelakor itu, meskipun diteror tanpa henti, dicap bodoh oleh Tasya namun Emma tetap kuat bersabar menghadapi semuanya. Siapa sangka dibalik kesabarannya ia menjadi sensitif, mudah marah, mudah tersinggung dan penuh curiga. Namun segala perasaan itu tetap ia pendam. Luka karena pengkhianatan berangsur pulih namun sayang, pulihnya luka di hati tak bisa membawa kembali cinta yang hampir hilang, malah semakin jauh, dan nyaris lenyap. Perjuangan Richard memang membuahkan hasil namun apadaya luka yang ia berikan kepada Emma terlalu dalam menusuk sampai di dasar jiwa.
Perlahan tapi pasti perasaan cinta Emma mulai menghilang, entahlah ia sendiri tak mengerti namun itulah kenyataan yang dirasakannya.
Richard : Mah, aku sudah tiba di kantor.
__ADS_1
Richard : Mah, aku sedang bekerja
Richard : Mah aku sedang dalam perjalanan pulang.
Emma yang dulu yang rutin mengirimkan pesan via whatsaap ketika suaminya di kantor kini telah berubah. Ia membaca semua pesan suaminya namun tak satupun yang dibalasnya, entahlah namun Emma tak berniat sama sekali untuk membalasnya. Ia malah lebih sering mematikan ponselnya sampai suaminya pulang kerja. Disaat perasaan Emma menjadi berantakan tanpa kejelasan Christ selalu hadir, ia tak pernah melewatkan hari tanpa menanyakan kabar Emma. Perhatian yang diberikan oleh Christ perlahan membuat Emma mulai berubah, Emma mulai merespon perhatian Christ, sebelumnya ia yang jarang mengirmkan pesan kepada Chris terlebih dahulu kini perlahan mulai sering bertanya kabar. Ada rasa rindu jika sehari tanpa kabar dari Christ.
__ADS_1
Ada banyak hal yang mereka bicarakan. Christ memang tipe pria yang sangat bertanggungjawab, penuh perhatian dan lembut, bertahun tahun lalu sejak Emma mengenalnya untuk pertama kalinya Christ masih Christ yang dulu, tak banyak yang berubah. Jika saja Emma menuruti emosinya ia pasti sudah jatuh kembali dalam pelukan Christ. Namun Emma ternyata mampu mengendalikan dirinya. Ia ingin membunuh rasa yang perlahan hadir kembali di hatinya. Ia tak ingin perasaan itu tumbuh dan berbunga, Ia ingin membuang jauh semua kenangan masa lalu yang kembali mengusik.
Jika dahulu ia bersikeras untuk membalaskan dendamnya kepada suaminya dengan cara yang sama, sekarang ia malah menolak niatnya sendiri. Baginya pernikahan bukanlah permainan, pernikahan adalah suci, janji kepada Tuhan adalah janji yang pantang diingkari, seribu masalah sekalipun Emma percaya akan ada solusi meskipun tak mudah. Berulang kali dikhianati tak lantas membuatnya menyerah begitu saja, meskipun terluka, hatinya penuh dendam dan amarah namun jauh di dasar hatinya masih ada sisa-sisa harapan yang tertinggal bersama cinta yang terkubur karena kecewa. Dendam memang mampu menguasai hatinya namun tak bisa mengambil tempat dan tetap tinggal di hati karena hati itu tak sedang kosong, ada cinta yang terkubur dalam yang sangat kuat yang telah menjadi penghuni disana. Lantas masihkah dendam berusaha menerobos mendobarak dan memporakporandakan? Tidak,, karena kekuatan cinta itu maha dahsyat, tak terlihat bukan berarti tak ada, terkadang sesuatu yang tak terlihat adalah yang paling kuat daripada yang kelihatan.
Kesabaran Emma perlahan menampakan hasil, Tuhan maha Cinta maha mengetahui, Emma membalut luka di hati dengan Doa dan harapan, ia percaya jika Tuhan telah mempertemukan dan merestui dalam ikatan pernikahan yang suci maka hubungan itu akan sangat kuat dan Tuhan ikut serta selalu mengontrol segala yang terjadi. ia yakin semuanya dalam kendali Tuhan.
__ADS_1