
Kehidupan Emma perlahan kembali membaik, meskipun tak seperti dulu. Komunikasinnya dengan Christ masih berjalan meskipun hanya sekedar saling menyapa dan menanyakan kabar karena Emma sudah menjelaskan kepada Christ bahwa ia hanya ingin berteman dan meminta Christ untuk tidak menaruh harapan lebih. Richard suaminya kini perlahan kembali seperti dulu, namun bagaimanapun juga luka di hati Emma butuh waktu untuk sembuh. Tidak mudah untuk melupan semuanya begitu saja. Emma tak ingin memaksa dirinya untuk segera melupakan karena semakin ia mencoba melupakan justru semua bayangan kejadian masa lalu yang menyakitkan semakin menghantuinya. Ia biarkan semuanya mengalir begitu saja.
*****
ponsel Emma berdering. Ada pesan masuk dari nomor tak dikenal.
X : ibu Richard bagaimana kabar anda? pasti anda sedang menangis darah, anda tahu kan kalau suami anda tidak mencintai anda dan hanya mencintaiku? suami anda ingin menikahiku karena anda sangat membosankan. sangat memprihatinkan nasib anda.
__ADS_1
Emma kaget membaca sms itu. Emma tahu ini pasti Tasya atau orang-orang dekat Tasya yang coba mengusiknya. Ia memilih untuk tidak merespon.
Tak lama kemudian ada pesan masuk lagi dari nomor tersebut.
X : kenapa diam? sakit hati ya? makanya jadi istri jangan bodoh, kamu tahu apa tentang perasaan suami kamu? kamu tau kenapa dia berani menipu kamu berulang kali, itu karena dia lebih memilih membahagiakan saya, dia lebih mementingkan perasaan saya daripada perasaan kamu.
" Aku tak boleh terpengaruh, aku harus kuat." batinnya.
__ADS_1
Richard tak terlihat mencurigakan namun entah kenapa hati Emma merasa tak tenang. Ia gelisah dan khawatir sesuatu akan terjadi lagi di dalam hidupnya. Namun ia tetap bersikap wajar. Hampir setiap hari Emma mendapat pesan dari nomor tersebut namun Emma mengabaikan.
Hingga pada suatu hari kesabaran Emma sampai pada puncaknya, ia sangat marah, karena mendapat sms yang sangat menyakitkan. Biasanya ia bisa menahan dirinya dan tak merespon tetapi kali ini akhirnya ia membalas pesan tersebu.
X : kasihan ya, suamimu lebih mementingkan wanita lain daripada anda, dasar wanita menyedihkan, makanya kerja di kantor seperti saya biar bisa tampil beda setiap hari. kasihan kamu hanya jadi ibu rumah tangga tidak berguna. Maaf ya tapi suami anda tidak mencintai anda lagi jadi tolong sadar akan posisi anda.
Emma : Terima kasih untuk semua penghinaanmu, satu yang kamu harus tahu, kamu dan aku beda. kamu boleh bangga bahwa kamu adalah pekerja kantoran jadi seenaknya kamu menghinaku, apakah kamu lupa bahwa kamu juga seorang ibu rumah tangga?? sebaiknya kamu berkaca dahulu sebelum berkoar koar. saya pikir kamu sedang membanggakan kebodohanmu sendiri.
__ADS_1
Tak ada balasan namun Emma sudah merasa sedikit lega. Disaat ia sedang berusaha menenangkan pikirannya ada saja gangguan-gangguan kecil seperti ini. Terkadang ia merasa sangat lelah dan ingin menyerah saja. Terlalu banyak yang ia simpan di dalam hatinya di dalam diammnya. Emma,,, wanita ini terlihat selalu tersenyum namun tak banyak yang tahu ada perkara yang sangat besar yang ia pendam di dalam hatinya. Ia tak bisa menyerah begitu saja. sesuai komitmennya ia akan berjuang menyelesaikan persoalan rumah tangganya. Tak peduli bagaimana hasil akhirnya yang pasti dia ingin melepaskan semua beban di hatinya dan ingin merasakan kebahagiaan yang sejati, meskipun ia tahu tak akan sama seperti dulu lagi.