NALURI ISTRI

NALURI ISTRI
PART 19


__ADS_3

Rencana Emma untuk balas dendam kepada suaminya gagal total. Ia kalah lagi oleh rasa cinta yang lebih besar dari rasa dendamnya. Richard bukan tipe pria yang gampang menyerah. Ia tak lelah untuk berjuang memperbaiki semuanya. Namun usaha kerasnya belum membuahkan hasil. Emma masih bersikap dingin, cuek dan jarang menanggapi pembicaraannya.Meskipun begitu Richard tidak berhenti, ia tidak menyerah untuk memperbaiki hubungan mereka.


" Aku memang salah, tetapi akan kubuktikan bahwa aku tulus mau berubah tanpa paksaan dari siapapun. Niatku ini murni dari hatiku. Aku salah telah mengkhianatimu dan pernikahan suci kita. Salahku sangat besar, tapi aku punya kemauan dan niat yang kuat untuk berubah. Aku akui bahwa ternyata aku memang tak bisa hidup tanpamu disisiku"


Richard bekata dalam hatinya sambil menatap wajah Emma yang sedang tertidur pulas. Ia sangat merindukan cerwetnya Emma yang tak pernah bosan mengingatkannya untuk makan tepat waktu, untuk selalu berhati hati dan untuk selalu berdoa. Perlahan ia berjalan mendekati Emma.


Cup.. sebuah kecupan lembut di kening Emma. setelah mengecup kening istrinya Richard buru-buru keluar dari kamar.


*****

__ADS_1


Richard seperti merasa kehilangan. Emma yang dulu sangat berbeda dengan Emma yang sekarang. Ia merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan ini. Jarang sekali melihat Emma tersenyum. Ada perasaan rindu di hati Richard. Tak ada lagi yang mengingatkannya makan tepat waktu, tak ada lagi yang bermanja manja dengannya, semuanya terasa berbeda. Awalnya Richard bisa bertahan namun akhirnya ia menyerah. Ia berpikir untuk berbicara dengan Emma. Ia tak sanggup diabaikan, ia tak biasa tanpa perhatian istrinya. Suatu hari Richard sengaja pulang kantor lebih cepat dari biasanya. Sampai di rumah anak-anaknya menyambut kedatangannya dengan sangat gembira. Berbeda dengan Emma. Ketika Richard masuk dan mengucapkan selamat sore, Emma hanya mengangguk tanpa menatap wajah Richard. Ia sibuk memainkan ponselnya. Richard sangat stress menghadapi perubahan sikap Emma. Ia tertekan, di dalam hatinya ia protes, namun ia belum memiliki keberanian untuk mengungkapkan semuanya di hadapan Emma. Emma benar-benar membatasi komunikasinya dengan Richard. Bahkan jika Emma ingin mengatakan sesuatu terlebih jika mengenai anak Emma lebih memilih mengirim pesan singkat melalui whatsaap ketimbang berbicara langsung dengan Richard.


Tak seperti dulu, setiap kali mereka berkomunikasi melalui whatsaap atau SMS pantang bagi mereka berdua untuk tidak menyapa dengan kata SAYANG. Namun kini Emma telah melepaskan sapaan sayangnya.


Richard tersikaa, ia tak nyaman, pikirannya kacau. Istrinya berubah menjadi seperti orang asing.


Ia tak bisa tinggal diam, ia sudah tak tahan lagi hingga akhirnya ia terpaksa berbicara langsung kepada Emma.


Emma : Hmm.. ( sambil tetap menatap layar ponsel)

__ADS_1


Richard : Aku ingin bicara mah


Emma : yap..silahkan ( sambil meletakan *ponselnya di atas meja)


Richard : Mamah berubah, mamah sangat berbeda dengan yang dulu. Aku tau aku sadar mamah masih marah, kecewa dan kesal padaku tapi tolong mah jangan begini kepadaku. Aku tak sanggup mah*.


Emma : Begini bagaiman??? aku tidak mengerti maksudmu. jelaskan.


Richard : Mah tak bisakah kamu menyapaku seperti dulu? Tolong jangan diam kepadaku mah, jangan cuekin aku. Aku merasa asing mah. Aku sangat stress, aku tak bisa fokus dengan pekerjaanku. Aku kacau mah,, aku mohon jangan begini.

__ADS_1


Emma : Kenapa? kamu protes? apa kamu tahu bagaimana perasaanku ketika kamu masa bodoh dan mengabaikanku?? apa kamu peduli ketika aku menangis memohon perhatianmu?? Apa kamu menatapku ketika aku memeluk kakimu memohon kepadamu, mengemis belas kasihanmu, memintamu agar jangan pergi?? Kamu bahkan membuang muka, mendorongku, membiarkanku jatuh terduduk menangis meratapi nasibku dan pergi begitu saja. Apa yg kamu rasakan sekarang tak sebanding dengan semua yang kurasakan. Jangan pernah memintaku untuk menjadi baik kembali karena aku yang sekarang adalah hasil dari perbuatanmu. Jangan memintaku untuk kembali seperti dulu karena aku sudah tak tahu jalan pulang, aku sudah kehilangan sandaran. Biarkan aku tersesat seperti ini. Jika kamu tak tahan kamu boleh pergi tinggalkan aku. Aku tidak akan menahanmu lagi. Perasaanku sudah mati, karena racun yang kau berikan.


Deg..jantung Richard seolah berhenti mendengar semua perkataan istrinya. Kini ia bisa melihat ada dendam yang terselubung di hati Emma. Lidahnya kelu, bibirnya seolah terkunci. Ia tak bisa menjawab lagi. Ia hanya bisa tertunduk diam dan meneteskan airmata. Sedangkan Emma?? Ia sama sekali tak peduli, ia mengambil ponselnya, berdiri dan berjalan menuju ke kamar tanpa sedikitipun melihat ke arah Richard.


__ADS_2