NALURI ISTRI

NALURI ISTRI
PART 3 ( Agustus 2018 )


__ADS_3

Di suatu senja, Emma duduk bersantai bersama suami dan anak-anaknya. Suaminya duduk di tangga depan rumah dan Emma bersama anak-anaknya duduk di kursi teras rumah. Sesekali Emma melirik suaminya yang terlihat sibuk memainkan ponselnya. Tanpa pembicaraan, hanya Emma yang sesekali bercanda dengan anak-anaknya. Ada perasaan curiga, tiba-tiba jantung Emma berdebar kencang, perasaannya tak tenang. Sekali lagi ia melirik ke arah suaminya namun suaminya masih tetap sibuk memainkan ponselnya, ia kelihatan sangat serius. Rasa penasaran Emma pun muncul. Ia ingin tahu apa yang membuat suaminya begitu sibuk dengan ponselnya tanpa peduli dengan keberadaan Emma dan anak-anaknya. Akhirnya dengan diam-diam Emma berjalan menuju ke arah suaminya dari belakang. Suaminya tidak menyadari kedatangan Emma. Emma dapat melihat dengan jelas layar ponsel suaminya.Deg... dadanya tiba-tiba terasa sesak dan tubuhnya lemas membaca sesuatu di ponsel suaminya, ia dapat melihat dengan jelas suaminya ternyata sedang mengobrol dengan Tasya melalui pesan whatsapp.


Ada yang berbeda dari isi pesan mereka,


Mencurigakan.


" Apa maksud semua ini?"

__ADS_1


Tiba-tiba Emma bertanya. Tentu saja suaminya sangat kaget karena dia tidak menyadari kehadiran Emma dan juga tidak menyangka Emma sudah membaca semua pesan. Ia terlihat panik dan buru-buru menghapus semua pesan namun terlambat karena Emma sudah membaca semuanya.


Tanpa menunggu jawaban dari suaminya Emma berjalan cepat memasuki kamarnya, kepalanya terasa pusing, dadanya sesak.


Tak lama suaminya menyusul Emma ke dalam kamar memeluknya dan berusaha menjelaskan, airmata Emma mengalir deras.


" Sayang aku bersumpah aku tidak punya hubungan apapun dengan Tasya, aku hanya sekedar iseng mah, tak ada yang istimewa. Tolong percayalah kepadaku"

__ADS_1


Suaminya terdiam untuk beberapa saat dan kemudian berkata


" sayang, aku tidak mungkin mengkhianatimu, aku sangat mencintaimu dan anak-anak kita, sumpah aku hanya iseng dan tak ada yang istimewa, aku berjanji tidak akan menghubungi Tasya lagi, akan kuhapus nomornya mah, percayalah aku tak berbohong padamu, jujur aku tak puny niat untuk berselingkuh"


Emma berhenti menangis, ia tak tega melihat suaminya tertunduk diam dan menangis, hatinya tak tega. Meskipun ia belum bisa percaya ucapan suaminya namun ia merasa kasihan melihat suaminya. Pria yang sangat dicintainya yang sangat memanjakannya, yang begitu menyayanginya. Emma berpikir tak mungkin suaminya melakukan itu kepadanya. Meskipun hati kecilnya memberontak tak percaya namun ia berusaha untuk menerima semua penjelasan suaminya dan memaafkan suaminya. Ia berusaha percaya kepada janji suaminya. Ia tak ingin berdebat lagi


Suaminya memeluknya erat dan mengecup keningnya.

__ADS_1


Keesokan harinya Emma merasa kehilangan semangat untuk beraktifitas, hatinya masih belum tenang dan pikirannya masih terganggu dengan kejadian kemarin. Ia sudah berusaha keras untuk melupakan, menganggap hanya salah paham tetapi ia gagal. Dorongan dari dalam hatinya untuk mencari tahu sangat besar. Emma bingung apa yang harus dilakukannya, ia ingin meneriksa kembali ponsel suaminya namun ia tak ingin membuat suaminya tersinggung.


Ketika suaminya sedang mandi dan meninggalkan ponselnya di meja kamar Emma akhirnya tak dapat menahan diri dan mencoba memeriksa ponsel suaminya. Ia sangat kesal mengetahui suaminya telah mengganti pola keamanan di ponselnya. Hal ini membuat Emma semakin curiga. Emma berusaha untuk bersikap normal di depan suaminya dan berjanji di dalam hatinya untuk melakukan apapun demi mendapatkan kebenaran agar hatinya tenang.


__ADS_2