NALURI ISTRI

NALURI ISTRI
PART 6 ( september 2018 )


__ADS_3

Hari-hari Emma kini menjadi kacau. Ia lebih banyak diam, mudah emosi dan terkadang ia menangis sendiri.


Ia berusaha melupakan semua yg terjadi namun ia tak mampu. Ia tak pernah menyangka suaminya yang sangat dicintainya dan sangat dipercayainya bisa membohonginya, mengkhianatinya dan melukai perasaanya. Ia menjadi susah tidur dan sering gelisah.


Suatu malam sebelum tidur,


" mah..apakah kamu menghubungi Tasya? Apa yang kamu katakan kepadanya mah? "


Suaminya tiba-bertanya kepadanya. Tentu saja Emma kaget, bagaimana bisa suaminya tahu dia menghubungi Tasya? Sedangkan suaminya tidak pernah memeriksa ponselnya.

__ADS_1


" darimana kamu tau pah? Apa Tasya yang memberitahumu? Apa dia masih menghubungimu? Atau kamu yang masih menghubunginya?"


Tak menjawab pertanyaan suaminya Emma lantas melontarkan beberapa pertanyaan sekaligus dengan penuh curiga.


" papah hanya bertanya mah, papah sudah memblokirnya dan tidak pernah berkomunikasi dengannya lagi."


Suaminya menjawab pelan sambil mengelus pipi Emma.


" baiklah pah..aku hanya mencoba mengingatkan Tasya, aku juga tak marah kepadanya, dan kami sudah menyelesaikan semuanya dengan baik"

__ADS_1


Suaminya mengangguk pelan tanda mengerti.


Untuk sementara, Emma merasa bahagia melihat usaha suaminya untuk berubah hari demi hari. Meskipun masih ada kecurigaan di hatinya namun Emma selalu berusaha bersikap normal dan menyembunyikan semuanya dengan rapi. Emma sangat menghargai usaha suaminya untuk berubah, bagaimanapun suaminya adalah lelaki yang baik, lembut dan sangat menyayangi Emma, tak pernah sekalipun suaminya membentaknya. Jika terjadi salah paham suaminya lebih banyak mengalah, bukan berarti Emma egois namun suaminya sangat menghargainya, mungkin juga karena terpaut perbedaan usia  yg lumayan jauh.


Sejak pacaran, menikah dan mempunyai anak-anak kehidupan mereka sangat rukun, suaminya juga tipe lelaki yg romantis. Ia sangat memanjakan Emma. Itulah alasan mengapa Emma masih memberikan kesempatan kepada suaminya. Emma sempat berpikir untuk membalas perbuatan suaminya namun Emma tak sampai hati, cintanya sangat besar kepada suaminya.


" aku telah memilihnya menjadi pasangan hidupku, aku mencintai segala yang baik yg ada pada dirinya, tidak adil jika aku tidak menerima kekurangannya, ini tak adil..aku mencintainya berarti tak hanya baiknya saja yang aku terima tetapi buruknya juga, baiklah aku memberikan kesempatan kepadanya untuk memperbaiki semua yg hampir hancur."


Wanita lembut dan mudah luluh ini berjuang menyembuhkan luka hatinya sendiri, menjalani hari -harinya dengan sewajarnya, tanpa mengungkit semua hal menyakitkan yang telah dilakukan suaminya kepadanya. Kebahagiaannya yang hilang perlahan kembali lagi, meskipun masih belum bisa melupakan namun luka hatinya perlahan sembuh melihat perubahan sikap suaminya yang mulai kembali seperri dulu, penuh cinta, perhatian, dan penyayang. Emma percaya suaminya telah berubah dan tak akan lagi mengkhianatinya. Meskipun di luar sana masih terdengar desas desus tak enak mengenai hubungan suaminya dengan Tasya, Emma lebih memilih diam dan tak peduli. Ia berpikir itu hanyalah gosip yang diciptakan oleh orang-orang yang ingin menghancurkan kebahagiaannya.

__ADS_1


Terkadang suaminya mengingatkan Emma untuk tidak mendengarkan cerita orang yang tak ada buktinya dan meyakinkan Emma bahwa ia tak akan mungkin mengulangi kesalahan yang sama. Inilah yang membuat Emma semakin yakin bahwa suaminya telah benar-benar berubah.


__ADS_2