
Setelahnya xin xin menopang tubuh besar pemuda tersebut kearah batang pohon dan menyenderkannya.
Setelah beberapa menit xin xin hanya menyembuhkan luka yang berada dilengan pemuda 'tampan'tersebut. Y xin xin akui pemuda yang ia tolong 'lumayan'tampan walau wajahnya bermandikan darah. Entah darah miliknya atau milik sekelompok orang yang menyerangnya.
Setelah memberikan pertolongan dengan obat alami yang xin xin dapat dihutan. Xin xin yang berniat membuka hanfu atas pemuda tersebut untuk memastikan apakah ada luka tambahan atau tidak. Xin xin sudah biasa melihat laki laki bertelanjang dada dikehidupan dulunya,jadi ia tak merasa malu saat hendak membuka hanfu atas pemuda tersebut. Oh ayolah dimasa depan laki laki bertelanjang dada banyak dipinggiran apalagi pesisir pantai.
Namu berbeda dengan pemuda tersebut walau wajahnya bisa dibilang datar sedatar jalan tol itu menjadi memerah karena bagaimana pun pada jaman ini laki laki maupun perempuan memiliki batasan yang sangat kuat.
Pertarungan antara Xin xin yang berusaha membuka hanfu atas pemuda itu dan pemuda yang masih memperjuankan kehormatannya.Ia sudah trauma akan kejadian saat xin xin mencari uang miliknya.
"Eh bambang bukak gak ato gua tinggal lu biar jadi makana anjing liar". Ancam xin xin.
"Lepas gak,masih juga belum tentu badan situ bagus kayak badan babang jungkook gua". Gumam xin xin namun masih bisa didengar oleh pemuda tersebut.
Dan akhirnya pemuda itu mengalah dan membiarkan xin xin membuka hanfu atasnya. Setelah terbuka terpampanglah tubuh berotot dengan beberapa kotak kotak dibagian perutnya.
Xin xin menegug ludahnya. Oh my....perutnya itu loh kotak kotak. Hampir rasanya xin xin meneteskan liur nya.
Ehmm...xin xin berdehem menghilangkan rasa tanggungnya. Segera xin xin membersihkan beberapa luka sayatan. Dengan susah payah xin xin membersihkan luka sayatan tersebut apalagi sayatan yang paling dalam dekat dengan perut kotak kotak tersebut.
Padahal xin xin sudah pernah melihat bahkan hampir setiap saat melihat pemuda yang memamerkan tubuhnya,namun entah kenapa penampilan pemuda yang diobatinnya sekarang sungguh menggiurkan.
Setelah beberapa saat akhirnya racika obat buatan xin xin jadi dan xin xin membalurnya kearah luka luka pemuda tersebut,ya walau tidak terlalu manjur namun lumayan untuk menghentikan pendarahan.
Setelah selesai xin xin berdiri." Yup, selesai ,kau diam disini,aku akan mencari ikan dan kita akan membuat ikannnn bakarrrrr". Ucap xin xin sambil menunjuk kearah pemuda tersebut setelahnya ia menaikan sebelah tangannya keudara saat kalimat terakhir.
"By..by..inces mau nyarik ikan dulu". Ucap xin xin sambil melambaikan tangannya lalu berlari mencari sungai.
o0o0o0o0o0o0o0o
Setelah kepergian xin xin selebat bayangan hitam melesat menuju kearah pemuda yang masih menyenderkan badanya dibatang pohon tempat tadi dia diobati.
Bayangan hitam atau orang yang serba berhanfu serba hitam itu bersujud dihadapan pemuda tadi.
"Maaf kan yang rendah ini karena terlambat datang". Ucap bayangan tersebut. Dari suaranya semua orang juga pasti tau bahwa bayangan itu adalah seorang pemuda.
"Apa kau tau kesalahan mu ?". Tanya pemuda yang masih dengan santai bersandar dibatang pohon seakan tak terjadi apa apa.
Bayangan hitam itu gemetar. "Yang rendah ini tau dan bersedia menerima hukuman". Ucap bayangan tersebut.
__ADS_1
"Hah tak perlu lakukan saja apa seperti rencana benwang dari awal". Ucap pemuda tersebut.
(Benwang : cara memanggil 'aku'bagi pangeran)
"Yang rendah ini mengerti,...tapi apa yang mulia akan kembali kekerajaan ?,.. maaf yang rendah ini bertanya". Ucap bayangan hitam itu.
"Tidak benwang akan menginap dan mencari tau apakah kerajan barat memiliki bukti kuat untuk mendukung kudeta dari selir Jing fei". Jelas pemuda tadi.
"Baik,yang rendah ini mohon undur diri untuk kembali". Ucap bayangan tersebut dan langsung melesat diantara pepohonan.
.
.
.
.
.
.
Searang huangzhen sendiri yang pergi mencari adiknya. Ia baru saja melihat adiknya menjadi cerita dan gara gara pengawal bodohnya adiknya malah hilang bahkan sempat dihina dan areka hanya diam menonton. Awas saja ia akan membalas tamparan yang diberi anak mentri itu kepada adiknya dengan 2 kali lebih parah.
.
.
.
.
.
.
.
Xin xin yang telas selesai mencari sungai dan menangkap ikan segera melesat kearah pemuda yang ia tolong tadi.
__ADS_1
"OOIII LIAT DAPET 4 IKAN". Teriak xin xin dari arah yang lumayan jauh. Pemuda itu hanya tersenyum kecil. Xin xin berlari menuju kearah pemuda tersebut lalu menggangkat hasil tangkapannya dengan dada yang dibusungkan,bangga.
Pemuda itu terkekeh kecil,kelakuan gadis didepannya ini sangat unik. Namun ada yang terasa aneh. Melihat raut wajah pemuda didepannya itu xin xin melihat apa ada yang aneh. Oh..
"Hei jangan melihat ku seperti itu,kau tak tau didalam sini ada banyak obat obatan tau". Ucap xin xin sambil menunjuk kearah rok hanfunya yang menggelembung karena terikat dan didalamnya terdapat obat obatan.
Xin xin tak tau bagaimana cara membuat api dijaman ini karena bagaimana pun dikehidupan lamanya masakan yang paling mudah adalah mie instan.
.
.
.
"Kau..kenapa ?". Suara baditon itu terdengar dan itu berasal dari pemuda dibelakangnya.
Xini xin menoleh dan menunjukan mata teraniayanya. Pemuda tersebut bahkan hampir memuntahkan darah melihat wajah gadis didepannya.
Xin xin menunjuk kearah ranting yang sudah ia tumpuk. Pemuda itu menaikan alisnya,tak paham maksud gadis kecil itu.
"Ihh aku tak bisa menghidup kan api bodoh". Ucap xin xin kesal karena pemuda didepannya itu tak peka sama sekali.
Mengatur nafasnya pwmuda itu berusaha menuju kearah gadis itu dan duduk disebelah nya. Pemuda itu mengambil batu dari kantung rok hanfunya. Lalu menggosok bersamaan dan terpeciklah api. Xin xin menatap berbinar batu itu. Dulu ia pernah belajar namun malas mempraktekkan dan sekarang langsung didepan matanya wah xin xin pikir itu akan membutuhkan waktu yang lama.
Setelah api siap xin xin mengambil ikan yang ia tangkap dan bersihkan disungai tadi.setelahnya xin xin menusuk lalu membakarnya. Jangan pikir ikan tangkapan xin xin hanya 4 tapi tak akan mengenyangkan bahkan jika mareka memakan 1 ekor untuk berdua sudah dipastikan akan kennyang.
Setelah ikan terbuakar semua mareka pun memakan in tersebut ya walau tak ada bumbu tapi lumayan lah.
Setelah makan xin xin melihat matahari yang sepertinya sebentar lagi akan tertidur dan diganntikan oleh rembulan pun bergegas akan pulang.
Saat hendak pergi sambil membawa 2 ekor ikan bakar dan obat obatannya. Tangan xin xin dicekal oleh pemuda tersebut.
"Apa gua harus pulang dh mau malem soalnya,byy". Ucap xin xin namun tangannya masih diceka.
Pemuda itu berusaha berdiri lalu setelah berdiri ia menyelempangkan tas rotan ke leher xin xin tak lupa ia mengalungkan sebuah giok biru bercampur hijau.
"Hou chun". Ucap pemuda itu lalu mennghilang seakan dirinya adalah udara.
Xin xin merinding lalu pergi dengan cara berlari.
__ADS_1
"EMAK GUA LIAT SETAN". Teriak xin xin sambil berlari. Tanpa xin xin sadari seseorang dari atas pohon terkekeh melihat kelakuannya.