
Pagi yang cerah dikediaman Naga,begitu indah dengan suara burung berkucauan.
"Arghhhhhhhhhh".
Ok skip,pagi yang harus nya indah sekarang 'sedikit ' hancur karena teriakan xin xin yang menggema di lapangan pelatihan.
"Hah..ayolah..kalian ber enam dan aku sendiri,cepat bangun". Ujar Xin Xin.
"Oh ayolah nona..walaupun kami ber enam ataupun sepuluh juga akan kalah saat melawanku". Ujar Lai Nang.
"Emmm dia benar". Setuju semua yang ada disana.
"Heh..ayolah..berdiri cepat,kalian juga harus berlatih,ayo cepat berlatih dengan giat,apa kalian tak malu dengan para junior di organisasi?". Bentak Xin Xin .
"Oh ayolah..jika dirimu hanya ingin berlatih agar tak kalah dengan ibu mertuamu jangan bawa kami semua". Ujar Yi Fang.
Xin xin menatap tajam Yi Fang.
"Ihh siapa bilang diriku takut kalah dengan mertua sendiri". Bantah Xin Xin.
"Terserah apa kata mu nona Xin xin yang terhormat". Ujar Liu Liu.
"Oh ayolah cepat kembali latihan sebelum siang dan kalian akan mengeluh karena kepanasan yang menyebabkan kulit kalian menghitam".
°^°
"Ahhh Nona kau gila".
"Aku tak sanggup lagi"
"Aku menyerah,aku menyerahhhh"
"Aku mau istirahat..hikss..hiks..aku mau istirahat"
"Aku ingin minum,sedikit saja..minummmm"
"Kau akan membunuh kami semua sekarang".
Ocehan setiap ocehan selalu keluar dari mulut enam pelayan dan sekaligus teman latihan.
"Aiyoo baru segitu kalian sudah lelah? memalukan". Ejek Xin xin.
"Ahh sudahlah, aku lebih baik pergi menuju lapangan prajurit kerajaan utama saja". Ujar Xin xin sambil pergi.
"Gege, apa istrimu itu siluman?" Tanya pemuda muda disebelah kanan.
"Dia sangat menyeramkan ,jika aku ingin menikah aku tak akan menikahi gadis sepertinya". Ujar pemuda disebelah kiri. Mengarah kearah Yi Fang.
"Heh..kalian berdua aku malah akan kasihan jika kalian tidak menikahi gadis seperti dia". Ujar pria yang berada ditengah. Hao Chun.
__ADS_1
"Umm tapi pelayan yang mengepang dua rambutnya itu terlihat lucu,apalagi saat dia mengeluh sambil menatap lucu". Ujar pemuda disebelah kanan sambil tersenyum sambil menatap kearah Sisi Huangli
"Matamu sangat lah jeli adik se perguruan ". Ujar pemuda disebelah kiri.
"Aiyaa... Kalian berdua harus tau,istriku itu wanita paling berbakat,berbakat dalam hal '4 keindahan' dan 'Teknik melawan langit' ". Ujar Hao Chun bangga.
*°4 keindahan \= Seni dasar yang wajib dipelajari oleh perempuan*
*°Teknik melawan Langit \= Ilmu yang wajib dipelajari oleh para laki laki bangsawan untuk membantu kaisar dimasa depan dalam hal melindungi wilayah, contoh : Berkuda,pedang,panah dan lainnya😂*
*Btw ini Ira ngarang y*
"Apa itu patut dibanggakan gege?". Ujar Sang Lian,pemuda yang berada disebelah kanan Hao Chun.
"Tentu saja,di masa sekarang dimana kalian akan menemukan gadis yang pemberani seperti itu,hah?". Ujar Hao Chun sambil menaikan dagunya.
"Itu bagimu ge,tapi tidak bagiku.. bagiku gadis yang menatap kakak ipar itu yang lucu...kau lihat pelayan yang menatap kakak ipar garang itu,entah kenapa aku tertarik pada nya". Ujar Nie Jiang.
pemuda disebelah kiri Hao chun.
"Aiss kalian ini,tunggu saja,selepas aku berhasil mengambil semua hati kakak ipar mu itu,aku akan menjodohkan kalian dengan para gadis impian kalian..sekarang kalian berdua harus bekerja sama dengan ku..aku mendapatkan hati istriku dan kalian akan mendapatkan gadis kalian". Ujar Hao Chun.
Nie Jiang dan Sang Liang menatap kakak seperguruannya denganata berkobar layaknya api.
"Setuju" Ujar mareka berdua.
"Putra mahkota,salam". Ujar prajurit dari arah belakang.
Hao Chun dan Dua curutnya bebalik dnegan cepat sambil menunjukan ekspresi datar.
"Ada apa?"
"Kenapa kau tiba tiba datang? membuat kami terkejut saja".
"Aishhh kau ini,untung saja aku memiliki jantung yang kuat,kalau tidak akan dipastikan aku mati ditempat,da. kau pasti akan dibunuh dan di sumpahi"
"Ma..maaf putra mahkota,Penasihat muda dan juga Jendral kanan,tapi Kaisar dna Permaisuri memanggil kalian keaula sekarang". Ujar prajurit itu sambul menunduk meminta maaf.
"Aihhh sudah lah..pergi. Kami akan ke aula sekarang". Ujar Sang Liang sambil menghempas kan tangannya mengusir.
Prajurit itu pun pergi dari hadapan tiga tuan muda.
"Kenapa ibu tiba tiba memanggil?".
"Ayo kita ke aula,jangan membuat Permaisuri dan Kaisar menunggu terlalu lama". Ujar Nie Jiang.
_///_///_///_///_///_///_
__ADS_1
"Xin Xin..ayolah,cepat persiapkan dirimu,kita akan keruang aula". Ujar xiao bi.
"Untuk apa keaula?".
"Aku mendengar ada rapat di aula,mareka sedang membicarakan mengenai masalab pemberontakan ".
"Lalu apa urusan nya dengan ku?"
"Ya ampun Nona,apa kau sudah menjadi bodoh karena mengurus banyak pekerjaan? tentu saja kau sebagai kadisat calon permaisuri berikutnya harus hadis dan memberi pendapat disana".
"Tapi mareka tidak mengundangku"
"Kau sebagai calon ibu negara tentu saja harus mencari tau sendiri masalah rakyatmu".
"Oh baiklah..siapkan pemandian".
....
Berjalan melintasi beberapa pilar untuk menuju ke ruang aula. Xin Xin beserta antek anteknya berjalan dengan anggun. Beberapa pelayanan beserta prajurit yang berkeliling memberi salam hormat untuk xin xin.
Dengan datarnya Xin Xin melintas tanpa melirik,walupun hanya sekali melintas tapi Xin Xin sudah bisa menghapal dimana letak Aula berada.
Itupun dirinya menghapal letak ,sudut bahkan jalan rahasia sekaligus dari hasil penyelidikan anak buahnya,dan dirinya yakin belum semua selesai diselidiki.
Ohh..bukan maksud apa,tapi dirinya memasuki rumah baru tentu saja harus tau menahu dulu mengenai tempat nya,bukan hanya menikmati hasilnya saja.
"Entah mengapa aku merasa seperti sejak kita latihan tadi ada yang mengawasi kita dari jarak dekat tapi jauh". Ujar
Xin Xin berhenti sambil menengok kebelakang dimana tepat berhadapan dengan Sisi Huangli sambil menatapnya.
"Maksudmu lo itu apa jumaedah? kalo ngawasin dari deket ya deket kalo liat dari jauh ya berarti jauh..trus kalimat 'liat dari dekat tapi jauh tuh apa' haha?"
"Heheheh..kan cuma perasaan". Ucap Sisi Huangli yang tertawa garing
Yang lain? hanya menatap datar tak bisa berkata kata.
"Serah lah yang penting seneng". Xin xin melanjutkan jalannya.
"Ini..apa aku salah?". Tanya Sisi Huangli pada temannya yang lain yang tertinggal oleh Xin Xin.
"Kau harus merubah sedikit otak ku agar sedikit lebih pintar,jangan hanya wajah yang di percantik". Liu liu berkomentar.
"Mari lanjutkan perjalanan,apa kalian mau ditinggal?". Ujar Xiao Bi.
Xiao bi mentap tajam ke semua arah sambil berusaha mengejar Xin Xin namun masih dengan etika Kerajaan.
Jangankan Sisi Huangli,bahkan dirinya sejak awal sudah mengetahui bahwa ada tiga orang yang terus mengawasi mareka,dan dirinya yakin bahwa nona nya yang berpura pura bodoh itu juga mengetahuinya.
Inilah kehidupan istana disetiap tembok terdapat ribuan kuping,entah itu kuping yang sama atau berbeda.
__ADS_1
(Kuping yang sama itu maksudnya masih satu pendukung..ya kayak pendukung gitu lah..dan kuping yang berbeda pastinya ya penghianat..demi uang).
🥰🥰halo gaes...maaf baru up setelah setahun kayaknya gk update..ya mau giamana ya..niatnya sih up terus tapi imajinasi mimin lagi buntu,tarus pegel ngetik karna sekolah online..jadi maaf banget..kalo kalian yang masih stay di cerita mimin,mimin ucapin makasi sebesar besarnya tapi kalo dh lupa juga gpp sih salah mimin juga hiatus lama banget