NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
-


__ADS_3

"TIDAK". Teriak Daiyun.


"Kenapa tidak?? Aku sudah memberikan apa yang kau mau". Ucap xin xin dengan datar.


Daiyun melirik kearah belakang xin xin sebelah kanan dimana huangzhen berada.


Huangzhen yang merasa ditatap pun hanya melirik dingin dengan wajah datar. Sedangkan disebelah kiri ada hao cun yang dimana ia hanya melirik kearah xin xin dan memberikan tatapan. Mnn menggoda??.


Xin xin mulai jengah akan celoteh dari Daiyun yang tak terima jika dirinya dijadikan pelayan untuk li wei na. Masih inget kan si mulut bebek yang kerjaannya cuma hias diri ama nyoscos pada saat makan malam sebelum pergi kekerajaan hao.


"Aku memang ingin bekerja  sebagai pelayan tapi aku mau menjadi pelayan dari tuan muda huangzhen bukan menjadi pelayn sepupu jauh nya". Jelas daiyun.


"Elah ngejelasin nya jelas amat mbak...panjang kali lebar kali tinggi kali keliling". Gumam xin xin mulai kesal.


"Kau itu mau bekerja jadi aku pekerjakan..dan untuk menjadi pelayan huang ge harus memiliki standar yang tinggi". Jelas xin xin lagi dengan sabar.


"Pokonya aku tidak mau...aku mau nya bekerja sebagai pelayan dari tuan muda huangzhen". Bantah daiyun kembali.


Xin xin sudah kehabisan kesabaran. Heyy bagaiman lun kita sudah memberi hati tapi orang yang diberi malah mencuri jantung. Bukan kah harus diberi pelajaran sedikit.


Xin xin mengeluarkan aura hitam nya. Huangzhen,bahkan hao cun sampai berkeringan dan sedikit demi sedikit menghindar. Mareka beedua saja bisa takut. Apalagi daiyun yang telah basah oleh keringat dingin.


Xin xin menunduk tapi kedua tanggannya mengepal.


Hao cun dan huangzhen hanya bisa diam dari belakang dengan menjaga jarak sekitar dua meter.


.


.

__ADS_1


"Kenap aku takut.. .hey aku kan raja pernag yang terkenal dingin kenapa malahtakut dengan calon permaisuri sendiri". Batin hao cun.


"Ohh mei mei ku tersayang siapa yang akan menikahimu jika kau berkelakuan seperti seorang jendral...huhuhu aku sebagai jendral muda saja takut pada mu". Batin huangzhen.


.


.


.


"JIKA.KAU.TIDAK.MAU.LEBIH.BAIK.KAU.KU.JADIKAN.WANITA.RUMAH.LOTUS".Tekan xin xin sambil mengangkat kepalanya dan menatap tajam daiyun.


(Rumah lotus : rumah hiburan/ rumah bordil)


Daiyun hanya diam membatu.


Xin xin pergi kedalam tenda nya dan tidur diatas ranjang yang tidak bisa dibilang ranjang. Kenapa?? Ranjang ini sangat keras bahkan aku bis ajamin kasur pembantu dirumah dulunya (masa moderen ) lebih bagus.


Karena lelah dan juga angin malam yang begitu sejuk membuat xin xin cepat terlelap dalam mimpi.


Pagi hari


.


.


Xin xin keluar dengan sangat ceria. Sebelumnya xin xin meregangkan otot ototnya yang kaku selepas bangun tidur dengan olah raga ringan.


Pagi ini belum terlalu ramai karena masih sedikit yang baru bangun dan sisanya yahh masih bermesraan dengan kasur.

__ADS_1


Xin xin beralan jalan disekitar pantai untuk menghilangkan kejenuhannya. Xin xin berjalan dengan pelan. Melihat kaki kecil dan putih milik nya berjalan membuat tapakan kaki diatas pasir putih kecoklatan.


"Xin xin!". Panggil sessorang.


Xin xin menengok dan melihat. Xiao bi sedang berjalan dan menghampiri xin xin.


"Apa?". Tanya xin xin tanpa minat.


"Kau kenapa?? Tidak seperti biasa". Tanya xiao bi.


"Ck..entahlah...aku sering mendapatkan mimpi yang aneh semenjak aku bertemu dengan mu". Jelas xin xin.


Xiao bi diam." Apa yang ada di dalam mimpimu?". Tanya xiao bi.


Xin xin hanya melirik sedikit kebelakang dimana xiao bi berada.


"Untuk apa aku memberi tau dirimu,tak ada untung juga bagiku." Jelas xin xin.


"Hah..kau tau..awalnya nya aku bermimpi diriku memiliki sayap putih dan indah lalu aku sering disapa  nona bunga..entah lah aku pun tak tau... tapi didalam mimpi aku melihat diriku dengan kedua sayapku yang dipotong dan aku juga melindungi seorang pria namun pria itu berbeda". Jelas xin xin.


"Berbeda bagaimana?". Tanya xiao bi dnegan tenang namun berbeda dengan jantungnya yang berdetak tak karuan.


"Hahhah bisa dibilang..ummnn kau tau aku putih dan dia hitam. Semua accecoris nya berwarna hitam,sayap hitam,mahkota hitam. Dan syukurnya hanya kulitnya yang putih jika tidak mungkin ia akan dianggap kegelapan". Ucap xin xin sambil sedikit tertawa.


Xiao bi hanya diam tanpa satu pun suara. Sama halnya dengan xiao bi xin xin pun sama ia hanya diam tanpa beekata kata.


Mareka berjalan dalam keheningan hingga kembali keperkemahan.


"Xin xin ayo bersiap..ini hari terakhir kita dikerajaan hao". Jelas huangzhen yang melihat adiknya hendak masuk kedalam tendanya.

__ADS_1


__ADS_2