NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Persembahan xin xin


__ADS_3

Xin xin menengok dan tercengang melihat penampilan.....mmnnn xiao bi?.


"XIAO BIIII elu kenapa cuyyy kok bisa jadi pelayan elah? Gue masih kaya ***** ,lu gak usah kerja. Ihhh berasa pemilik hewan yang kejam deh ihh". Teriak xin xin saat melihat xiao bi yang telah mengenakan pakaian pelayan beserta atribut khas pelayan. Rambut terbelah dua dan dikuncir setelahnya digulung melingkar.


(Itu loh kayak ulet kaki seribu yang kalo diganggu kaqn ngegulung tuh..nah kayak gitu).


"Hah kau tau nona jika aku harus seperti ini agar bisa selalu disebelah mu..agar saat kau membuat ' kasus' tak terlampaui". Jelas xiao bi sekaligus menyindir kelakuan xin xin.


Xin xin mendelik tak suka. "Ckk kau tenang saja aku itu gadis terhormat dan tentunya penurut". Bantah xin xin.


"Oh ya gadis penurut? Mana ada gadis penurut yang pergi kehutan setelah kabur dari pasar. Mana ada gadis penurut yang seharusnya mempelajari empat keahlian malah membuat organisasi pembunuh. Mana ada gadis penurut yang disuruh sopan kepada kaisar malah melonjak melawan kaisar itu sendiri. Dan yang terakhir gadis baik dan penurut mana yang menghajar wajah pangeran paling sadis dan kuat di seluruh negaranya ( pangeran hao cun)". Jelas xiao bi panjang lebar kali tinggi menjelaskan semua kasus kasus xin xin.


Xin xin hanya mendelik tak suka saat xiao bi menyebut semua kasus dalam dirinya.


"Serah juminten dah inces polos cuma bisa diem". Ucap xin xin deengan nada dan gaya merajuk. Kedua tangannya disilangkan lalu mengacuhkan xiao bi.

__ADS_1


"Kau sangat akrab dengan pelayanmu ya nona xin". Ucap harumi.


"Ohh itu ya..nona harumi tau aku tak pernah memandang mareka berbeda karena bagiku..orang yang setia tak selalu yang benar benar disebelahmu dan bisa jadi orang yang kau anggap musuh sebenarnya adalah penyelamatmu yang sesungguhnya". Ujar xin xin penuh keyakinan.


"Hihihi...aku kagum pada mu nona xin..diusia mu yang sangat muda kau sudah berpikir seperti wanita dewasa". Puji harumi lagi.


Xin xin hany tersenyum." Oh iya nona harumi apa kau menganggap aku sahabat?". Tanya xin xin.


"Tentu kau sangat asik dan berbeda dari nona bangsawan lainnya..kau tau..kau adalah gadis yang ceria dan terbuka..tanpa mau adanya ikatan seperti tata krama..ini..itu dan aku suka gayamu". Ucap harumi sambil tersenyum manis.


Xin xin jadi teringat saat ia masih kuliah dan tanpa sadar menyukai seniornya yang saat itu ekstra basket dan tersenyum padanya namun saat xin xin akan menuju kearah seniornya..ternyata..hikss seniornya tersenyum pada gadis dibelakang tubuh xin xin. Entah mungkinsaat itu xin xin merasa kurang percaya diri akan dirinya.


Tapi jika ia mengingat dulu penampilannya saat kuliah memang pantas tak ada yang mau berdekatan denganya. Bagaimana tidak..dulu sata kuliah xin xin menggunakan kaca mata bulat lebar dengan rambut kuncir kuda dan pakaian yang biasa. Bahkan jika dipikir dulu badan montok xin xin tertutup oleh kain lebar yang membuatnya sangat cupu.


Hah bila mengingat masa masa itu ia merasa akan menangis..entah kenapa dulu ia sangat keras kepala dan ingin mandiri yang menyebabkan dirinya seperti orang kekurangan uang.

__ADS_1


o0o


"Ohh kalau begitu aku akan membawakan satu pertunjukan menyanyi untuk mu sebagai tanda persahabatan". Ucap xin xin.


"Xiao biiii yang cantik manis gemulai kayak permen tusuk tapi yang murah..tolong ambilin gitar gue donggg". Ucap xin xin sambil mengedip ngedipkan matanya menggoda.


Xiao bi hanya menampakan wajah datar dengan sedikit jijk.


"Kalau mau menghina langsung saja tak usah dihaluskan". Ucap xiao bi lalu pergi untuk mengambil gitar milik xin xin.


Sedangkan xin xin hanya cengenges tak karuan melihat wajah xiao bi yang pergi.


Beberapa menit xiao bi datang sambil membawa gitar xin xin lalu menyerahkan nya pada  xin xin.


"Ihh uler kampung gue udah naek derajat jadi pelayan calon ratu masa depan yang paling cantik jelita membahana seantero jagat pulau. Itu aja udah cukup soalnya kalo sejagat raya takut kalah saing ama cewek bule diluar pulau hehe". Ucap xin xin lalu menyiapkan gitarnya. Ia membenarkan terlebih dahulu senar senar gitar sambil mengetes suara gitarnya apakah masih bagus atau tidak.

__ADS_1


"Baiklah..aku akan mulai...


__ADS_2