NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Sumpah setia


__ADS_3

"ULER KAMPUNG".Teriak xin xin. Gadis tadi yang tersenyum mendatarkan wajahnya.


Ckk decak gadis itu. "Tak bisakah kau memanggil namaku dengan benar? Namaku itu X..I..A..O..B..I.". Ujarnya kesal. Sambil menekan dan mengeja namanya.


Xin xin hanya tercengir polos." Ohh iya kapan lu berubah cobak?? Heran gue tiba tiba ada cewek cantik eh ternyata si uler kampung.. gue pikir mukaklu pas berubah jadi burik ehh ternyata lumayan lah untuk bidadari jatuh dari atep rumah hahahahah". Ejek xin xin.


Xiao bi wajahnya yang awalnya datar bertambah datar dan dingin." Ckk tak bisa kah kau memuji ku sedikit". Ujar xin xin kesal.


"Heheh ya elah ngambekan...gak boleh ngambek loh nanti nambah jelek mukaknya". Ucap xin xin sambil tertawa.


"Ck terserah pada mu. Tapi apa kau pernah bertemu seorang pemuda dan merasakan sakit didadamu?". Tanya xiao bi serius.


Xin xin menatap xiao bi serius." Kenapa kau bertanya seperti itu?". Tanya xin xin tak kalah datar.


Xiao bi hanya menampakan wajah lesu." Akan terulang lagi". Ujar xiao bi,mebuat xin xin menyeritkan dahinya bingung.

__ADS_1


"Apa maksudmu xiao bi?". Tanya xin xin lagi dengan raut wajah tak terbaca.


"Apa kau pernah bermimpi atau apa semacamnya dan melihat dirimu sendiri namun rambutmu berwarna putih?". Tanya xiao bi lagi.


Xin xin mengangguk." Apa itu sungguh diriku?". Tanya xin xin serius.


Sekarang giliran xiao bi yang mengangguk." Kau pasti penasaran..akan tetapi kau harus menjawab rasa penasaran mu itu sendiri aku hanya bisa membantu memberi petunjuk,karena itu aku disini". Jelas xiao bi.


Xin xin merasa curiga,apa maksud dari perkataan xiao bi. Seakan akan ada masalah atau peristiwa yang sudah pernah ia lewatkan.


Xiao bi mengangguk dan tersenyum." Tentu aku akan terus menjadi naga tunggangan mu seumur hidup". Ujar xiao bi.


Xin xin menggeleng." Tidak...jika ada kehidupan lainnya aku lebih ingin menjadikan mu sahabat..entahlah tapi aku merasa nanti kitaakan bertemu. Namun bukan menjadi tuan dan tunggangan melainkan sesama teman". Ucap xin xin tanpa melihat kearah xiao bi yang sudah berkaca kaca.


Xin xin melirik dan tersenyum tipis,lalu mendekar dan mengusap puncuk kepala xiao bi dengan lembut dan kasih sayang.

__ADS_1


"Jika ada kehidupan selanjutnya...ayo berteman dan saling setia tanpa ada penghianatan". Ujar xin xin sambil mengulurkan tangan kananya yang tadi ia gunakan mengusap kepala xiao bi.


Xiao bi membalas uluranĀ  tangan xin xin sambil tersenyum dan menahan isakannya walau air matanya dengan lancang turun tiba tiba.


"Jika ada kehidupan lainnya... aku bahkan dengan rela mengorbankan nyawaku demi mu xin xin...dan jika kita bersahabat..aku akan menjadi benteng mu saat kau kesusahan dan menjadi wadah untuk senyum dan tawa mu dikehidupan selanjutnya...AKU XIAO BI BERSUMPAH AKAN SELALU SETIA KEPADA TUANKU NONA XIN XIN DIKEHIDUPAN SELANJUTNYA". Ucap xin xin sambil mengangkat tangan kanannya dan sedikit mengiris telapak tangannya dengan belatih yang xiao bi selalu bawa,saat mengucapkan sumpah.


Xin xin memeluk dan mengelus pundak xiao bi. Mareka terus bercerita mengenai berbagai hal hingga xin xin tertidur dan xiao bi yang tidur disebelahnya.


Mata xiao bi yang awalnya tertutup tiba tiba terbuka dan menatap sendu kearah xin xin.


"Aku berharap...jika ada kehidupan lainnya..kau diberikan rahmat agar tidak menjalani kehiduapan seperti dulu dan yang sekarang akan terjadi... aku berharap..bukan kau yang berkorban..dan juga bukan 'dia'...aku hanya igin kalian bersama bahagia". Ucap xiao bi lalu berdiri dan berjalan kearah jendela kamar.


Disana xiao bi bisa melihat bulan yang begitu terang dan sampai menerangi seluruh tubuh xin xin.


"Kau lihat kan...mareka tetap akan bersama dan tak terpisahkan...meski dirimu dulu membunuhnya dan bahkan membuat tuanku ikut menusuk jantungnya sendiri dan beringkarnasi..tapi karena mu juga jiwa tuanku menjadi dua dan terpaksa mengubah sedikit takdir". Ucap xiao bi panjang lebar dan tetap menatap langit yang terang akan cahaya rembulan.

__ADS_1


__ADS_2