NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Cerita masa lalu ortu Xin xin


__ADS_3

Xin Xin sengaja tak menjadikan ning mei termasuk maharnya,karena bagaiman pun ning mei harus membantu nya di wilayah WEI.


Satu minggu...dua minggu...empat minggu..satu bulan..


Waktu terus berlalu,semua persiapan telah jadi,semuanya.


Xin Xin sempat ragu pada minggu terakhir,apakah dirinya benar benar akan menikah tepat pada umur yang baru saja genap 17 tahun.


Oh ayolah jika di kehidupan nya yang lalu pada saat umur 17 tahun semua orang masih bermain main ,menikmati masa remaja,bersenang senang dengan sahabat.


Dan disini? arhhghh,menikah?


Hah..mau menolak pun sudah terlambat..nasi sudah menjadi bubur..tak mungkin bisa dikembalikan seperti semua.


Xin Xin yang setiap harinya di suguhi berbagai perhiasan untuk pernikahan pun menjadi gemas sendiri..bagaimana tidak kelima pelayannya semua sibuk menyiapkan perhiasan dan seperti apa nanti Xin Xin saat mengenakannya.


Hah..Xin Xin jadi rindu dengan ning mei. Apa kabar dengan pelayan kecil nya itu?


Yap Xin Xin telah membebaskan ning mei dari tugasnya sebagai pelayan,kini ning mei menjabat sebagai kepala organisasi...etss masih di bawah pengawasan Xin Xin tenrunya.


Hari menjelang malam,didalam kediaman Li..Xin Xin terdiam dalam kamarnya,dia berpikir..disini kehidupannya lumayan lucu..bukan malah sangat lucu.


Dulu dirinya saja tak pernah yang namanya pacaran,boro boro menikah,berdekatan dengan seorang pria saja tak pernah..dalam artian dekat kata lain ya...


Kalo sebatas bersalaman,bercakap cakap sih Xin Xin sering bersama rekan kerja maupun rekan bisnis.


Dan sekarang disini dirinya pada saat..bukan hampir tepat 17 tahun..dirinya akan menikah..tinggal menunggu hitungan hari saja.


Xin Xin berdiri dari ranjangnya lalu berjalan keluar kediaman,sepi. Itu yang Xin Xin rasakan bagaimana tidak ini sudah hpir tengah malam.


Namun dirinya tak bisa tertidur karena selang hitungan hari dirinya akan berpisah,berpisah dari keluarga Li.


Namanya pun akan berubah saat setelah menikah.Hao..marga yang akan dirinya terima dalam beberapa hari kedepan.


Xin Xin berjalan disekitar lorong..hiasan mberwarna merah menghiasi setiap bangunan yang berdiri dalam kediaman Li.


Tembok,bagian atap,tiang tiang penyanggah,bahkan kini taman dan kolam ikan pun dihiasi oleh batu batu berwarna merah.


Hah..anda ini di kehidupan nya yang lalu dirinya akan mengambil tema barat..serba putih..mengenakan gaun putih yang panjang..dengan hiasan di kepala nya yang tak terlalu susah..berjalan menuju altar dengan didampingi oleh ayahnya.


Hah tapi itu mustahil..disini mana bisa seperti itu..yang ada malah akan dijadikan bahan hujatan karna melanggar tata Krama.


Xin Xin memilih duduk di batu berukuran sedang dan berbentuk bulat..didepannya Xin Xin melihat kolam ikan,dengan dihiasi bunga dipinggir kolam dengan batu batu berwarna merah.

__ADS_1


Xin Xin melihat ikan yang entah sedang tertidur atau apa,oh iya ikan tidur bagaimana ya? Ya kali ikan tidur ngambang kayak mati..


Okay ganti topik.


Hah..entah sudah berapa kali dirinya menghembuskan nafas..kalian hitung saja sendiri dari awal membaca.


Xin Xin menatap bulan. Disana bulan terlihat sangat indah cahayanya benar benar indah,menerangi seluruh kediamannya.


Xin Xin diam sambil terus menatap kearah bulan,hingga se buat tepukan di bahu kanan Xin Xin menyadarkan Xin Xin dari lamunanya.


Xin Xin menengok dan melihat ibunya yang tersenyum lembut,Xin Xin ikut tersenyum.


"Tak bisa tidur hemm?"Tanya jang wan,ayah Xin Xin.


"Umm". Xin Xin mengangguk dan menjawab hanya dengan dehaman pelan.


Jang wan mendekati Xin Xin dan mengusap surai panjang anaknya itu dengan lembut.


"Kau tau nak,dulu ibumu itu bahkan sampai menangis selama dua hari saat menjelang hari pernikanan". Ujar Li jang wan sambil terus mengusap surai Xin Xin.


Xin Xin mendongak dan menatap ibunya penasaran.


(mimin berharap kalian ngerti arti kata mendongak..ituloh yang mukaknya naik keatas natap orang yang lebih tinggi..intinya itu)


Jang wan duduk sambil memegang kedua tangan anaknya itu. Dirinya menatap dalam mata anak nya.


" Um dulu ibumu itu benar benar manja terhadap mendiang nenek mu,dirinya akan selalu manja kepadanya,semua orang beranggapan dia itu gadis aneh..karna dulu kebanyakan gadis akan mempercantik diri ..namun tidak dengan ibumu itu,dirinya memilih belajar pedang dengan kakekmu,lalu pergi berburu dengan pamanmu setiap dua hari sekali..


nenek mu bahkan hampir merah setiap saat,apalagi saat ibumu yang nakal itu kabur dari kediaman,hahah..aku bahkan masih ingat saat pertama kali bertemu ibumu. kau tau ayahmu ini dulu sangat pengecut..jujur saja dulu aku bertemu ibumu mu saat berburu dengan pamanmu dari pihak ibumu.


saat itu ayahmu ini sedang diajak untuk berburu,sebenarnya lebih kepada pemaksaan,lalu ya,ayahmu ini terpisah karena berniat kabur..bukannya keluar dri hutan,diriku yang malang itu malah tersesat.


Hingga sampai kepinggir sungai,diriku terdiam duduk sambil menangis sambil bergumam..ibu..ibu.


Tepat saat itu ibumu yang bagaikan bidadari mendadak menepuk pundak ayahmu ini..terkejut,pastinya apalagi saat melihat wajah ibumu yang penuh dengan darah..awalnya aku berfikir itu darah manusia yang ibumu bunuh..


tapi ternyata idu darah dari rusa hasil buruannya". ujar li jang wan ,ayahnya.


"Hei apa aku boleh bergabung dengan kalian". Suara bariton namun sedikit halus memberhentikan cerita jang wan.


Xin Xin menatap kearah suara itu dan disana ada kakaknya yang sedang tersenyum hangat.


Berjalan mendekat lalu menghampiri Xin Xin sambil mengusap pelan surai Xin Xin,setelah nya dirinya duduk dekat dengan xin xin.

__ADS_1


"Aku hanya menceritakan pertemuan ku dengan ibu kalian". Ujar jang wan.


Li huanzheng,menatap adiknya yang tersenyum manis.


"Baiklah lanjutkan cerita tentang pendekar hitam kita itu". Ujar huanngzeng


"Pendekar hitam?". Xin Xin bingung.


"Umm ibumu terkenal akan nama pendekar hitam pada masa sebelum kaisar wei sekarang. Kau tau ibumu diam diam ikut berperang dengan cara menyamar sebagai pria..lalu memimpin perang bersama jendral Li dulu..kakek mu dari pihak ayah dan tentunya juga kakek pihak ibumu yang saya itu berteman.. ya saat perang selesai dan tentunya dimenangkan oleh kerajaan wei..semua orang kaget saya mengetahui kalau ibumu yang nakal ini ikut berperang,bahkan kakek dari pihak ibumu.. menghukum dirinya selama dua bulan.


Dan ayahmu yang pengecut ini hanya diam menyaksikan,yap dulu aku tak bisa bermain pedang bahkan sangat takut akan yang namanya pedang dan darah. Hingga aku bertemu ibumu di pinggir sungai.


Xin xi membolakan matanya,serius? ayahnya ?seorang jendral besar yang bahkan namanya sudah diketahui oleh lima kerajaan. waoo


"Saat itu aku ditolong oleh ibumu yang pemberani ini,hingga aku dibawa ke kediaman ibumu..kediaman BAIXI ..umm ibumu bermarga BAIXI, Baixi wang su. Aku jatuh hati pada pandnagan pertama,hingga aku terus mengejar ibumu yang berhati batu ini.. ujar jang wan sambil mengingat kenangan manis nya.


"Ya bahkan saat selesai perang dan dirinya dihukum ayahmu ini sering sekali mendatangi kediaman BAIXI saat tengah malam hanya untuk membawa makanan,kadang kue bulan,buah kering,bahkan ayahmu pernah membawa ayam panggang yang pastinya dicuri dari dapur..


ok Xin Xin tak bisa tak tertawa dirinya terbahak bahak saya mendengar ayahnya bercerita.


Dan sampai saat itu ayah menyatakan lamaran untuk ibumu..tentunya langsung di tolak mentah mentah".


Xin Xin merasa kasihan akan ayahnya..bayangkan betapa sakitnya ditolak.


"Ibumu meminta jika diriku bisa mengalahkan nya dalam hal bermain pedang,panah dan juga strategi perang maka dirinya baru akan menerima lamaran ayahnya yang malang ini.. dan tentunya ayahmu ini yang mendadak memiliki sifat pejuang ,berlatih dengan kakekku siang dan malam..hingga akhirnya diriku berani menantang ibumu dalam adu kekuatan..tapi.." jang wan berdehem sedikit sambil menggaruk lehernya yang dijamin tak gatal.


"Tapi apa ayah?" Tanya Xin Xin penasaran.


"Tapi ayah kita yang gagah ini dikalahkan oleh ibunda kita yang tangguh". Sambung huanzeng.


Hah?? hahahah Xin Xin kembali terbahak bahak..tak terduga..waoo...ini sungguh luar biasa.


"Ya walaupun ayahmu kalah dirinya terus berjuang hingga empat tahun mengghilang hanya untuk berlatih dna kembali menjadi orang berbeda..dan kau tau saat itu ibumu ini kalah telak dari ayahmu dan harus setuju menepati janji lamanya". Ujar jang wan bangga.


Xin Xin mengarahkan kedua jempolnya pada ayahnya..dengan menatap bangga ayahnya yang berjuang hanya untuk mendapatkan ibunya..


Kalian bayangkan saja betapa susahnya ayahnya berjuang..


Malam itu di habis kan dengan canda tawa..dari Xin Xin,ayah nya dan tentunya kakaknya yang hebat.


Rasanya Xin Xin masih enggan untuk meninggalkan kediaman Li.


holaaa mimin comeback semoga kalian senang y...dan maaf karna mimin dulu lama banget up nya jadi mimin up kali ini lagi

__ADS_1


__ADS_2