NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Perkenalan


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat sekarang xin xin beserta anggota keluarga besar lainnya bersiap menuju kerajaan barat atau kerajaan wei.


Xin xin telah bersiap dengan pakai biasanya, tak ada kesan mewah seperti anak gadis bangsawan pada umumnya. Beda lagi dengan dua cabe merah,dikediaman Li.Li yang mei dan Li wei na. Xin xin heran melihat mareka berdua.


Li wei na,menggunakan hanfu berwarna merah menyala dengan brokat emas gambar bunga mawar. Dengan rambut yang disanggul dan diberi hiasan rambut yang berbentuk bunga. Jika boleh ia akan menjadikan rambut li wei na sebagai toko emas berjalan,karena rambut yang begitu full akan hiasan.


Sedangkan Li yang mei gadis yang xin xin baru tau kalau umurnya sama seperti nya yakni 16 tahun. Ia menggunakan gaun berwarna hijau tua dengan hiasan brokat emas bergambar bunga tulip. Rambut yang disanggul dengan hiasan bunga alami. Kalau bisa ia lebih mirip dengan toko bunga berjalan.


Xin xin sama sekali tak berniat satu gerbong kereta dengan dua cabe merah itu maka jadilah ia menggunakan kuda berwarna putih bersih milik kakaknya. Sedangkan huanzheng ia menggunakan kuda hitam hadiah saat ia lolos sekolah kemiliteran.


Awalnya keluarganya tak setuju namun karena keras kepalanya,xin xin menang setelah hampir setengah jam berdebad dengan orang tuanya maupun kakaknya.


"Apa kau yakin menggunakan kuda? Hiasan mu bisa jatuh saat menunggang kuda,kenapa tidak menggunakan kereta saja kan lebih enak?". Tanya dan tawar huanzhen lagi. Entah sudah yang jeberapa kali kakak nya ini menawarkan hal yang sama berulang ulang.

__ADS_1


"Ayolah gege aku hanya menggunakan satu hiasan dan aku malas bersama mareka berdua lebih baik aku disini menggunakan kuda". Jelas xin xin.Sambil menunjuk hiasan dikepalanya.


Hiasan konde dengan motif bunga


Setelah siap semua berjalan menuju kearah istana,sedangkan dikerajaan mareka semua juga telah bersiap siap,kerajaan wei berniat membawa sekitar seribu orang diantaranya prajurit,tabib,juru masak dan pastinya anggota kerajaan.


Setelah menempuh waktu sekitar dua puluh menit,xin xin dan rombongannya sampai didepan gerbang tinggi yang tentunya terbuat dari baja pilihan.


Xin xin beserta anggota lainnya masuk dan disambut dengan hormat,karena bagaimana pun keluargannya adalah orang terhormat kedua setelah kaisar dan anggota keluarganya.


Jendral besar Li turun dari kudanya diikuti huanzhen dan xin xin dan kedua saudara ayahnya. Hanya mareka berlima yang menggunakan kuda dan sisanya turun dengan anggun gemulai dari kereta kuda. Xin xin hampir muntah melihat kelakuan kedua kue cubit itu.


Dari arah depan pintu masuk kerajaan ada seorang laki laki parubaya dengan jubah kebesarannya. Entahlah xin xin melihat laki laki tua itu dengan cermat,walaupun usianya telah habis dimakan waktu namun aura kewibawaannya masih terasa. Dan xin xin bisa tebak bahwa laki laki tua itu adalah raja atau kaisar.

__ADS_1


Setelahnya disebelah raja seorang wanita yang tak kalah termakan waktu namun masih cantik dan berwibawa yang xin xin tapsir adalah permaisuri.


Dan ada empat pemuda dengan satu gadis yang xin xin sudah tau pastinya adalah para pangeran dan putri kerajaan.


Setelah nya Li jang wan menuju kearah kaisar dan membungkuk hormat diikuti oleh semua orang kecuali xin xin tentunya. Entah kenapa ia merasa aneh saat membungkuk untuk menghormati seseorang,karna biasanya ia yang dihormati bukan sebaliknya.


"Salam hamba dan keluarga hamba kepada kaisar agung,kaisar wei. Hamba beserta semua keluarga berada disini untuk mengikuti kaisar". Salam Li jang wan.


Kaisar hanya mengangguk lalu menyuruh li jang wan berdiri diikuti semua orang.


"Apakah yang tua ini boleh bertanya kepada nona yang berada disana,kenapa ia tak membungkuk kepada yang tua ini". Ujar raja wei sambil menunjuk kearah xin xin.


Xin xin menaikan sebelah alisnya dan tanpa ragu berjalan kedepan tepat disebelah ayahnya.

__ADS_1


"Salam kaisar wei saya....


__ADS_2