NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Janji


__ADS_3

"Apa apaan ini". Ujar seseorang,xin xin menileh dan menatap biasa saja orang tersebut.


Huangzhen.


Baru saja hendak melihat cara adiknya melatih para sepupu mareka,namun apa yang dilihatnya sekarang.


Li zhen jang,salah satu sepupu dari keluarga kerabatnya atau kakak dari ayah mareka.


"Xin xin ayah menyumuh mu untuk mengajari mareka bukan untuk melukai mareka". Ujar Hungzhen.


"zhen gege aku memang sedang mengajari mareka.Dalam kehidupan ku jika ingin aku mengajari mareka,maka mareka harus menanggungresikonya,dan jika kalian ingin berlatih namun tak ingin terluka,lebih baik semua nya mundur. Karena aku tak suka berbelah kasih".Ujar xin xin lalu pergi bersama enam sengkawan.


Huangzhen yang melihat perubahan dalam sikap xin xin menjadi sedih,dirinya memandang punggung sang adik yang perlahan menghilang bersaman dengan pelayannya.


"Obati lukanya". Ujar Huangzhen datar tanpa melihat kearah belakang.


Sedangkan Li zhen jang yakni korban yang terlukan,dirinya hanya diam saat tubuhnya di bopong oleh dua sepupu laki laki lainnya.Li hang yu dan Li hang Yi.


Dari balik tembok tempat pelatihan Li jang wan, ayah xin xin hanya bisa terdiam.


"Inikah yang dimaksud dalam ramalan sewaktu xin xin lahir?". Ujar jang wan pelan,lalu pergi dari tempat pelatihan.


o0o


Xin xin disisi lain juga menjadi aneh,tubuhnya seakan merasakan sakit,namun tak ada luka ditubuhnya. Dirinya merasa panas seakan ada api disisinya,namun cuaca saat ini malahan sejuk,bahkan lebih ke dingin,karena ini akhir tahun dimana musim semi tiba.


"Tuan apa kau tak apa apa?".Tanya Yi fey.


"Aku tak apa,kalian semua pergilah menuju markas'Scorpio' berada,peta ,obat dan juga tanda telah ku berikan pada kalian semua. Katakan pada ning mei,aku mau saat aku berada dimarkas,nama 'Scorpio' sudah menyebar,jika tidak? Kalian semua tau kelanjutannya". Ujar xin xin dengan wajah serius,namun hawa yang dikeluarkannya membunuh.


Xiao bi dan yang lain meneguk ludah mareka masing masing,takut.


Selama xiao bi berada disisi xin xin tak pernah xiao bi merasakan hawa sekental ini,bahkan ini hampir serupa dengan hawa dikejadian penyerangan tempo hari lalu. Saat ibu xin xin meninggal.


Semua menunduk,lalu xin xin mengayun kan tangannya,kode untuk menyuruh enam sengkawan itu pergi.


Setelah semua pergi,xin xin yang sendiri ditaman bunga milik ibunya pun merasa sakit yang sama lagi,namun kini lebih parah.


Xin xin memegang dadanya bagian jantung. Rasanya jantung nya seperti dikeluarkan secara paksa.

__ADS_1


Sakit yang benar benar tak bisa xin xin tahan,air mata juga telah mengalir begitu deras. Xin xi sudah merasa tak snaggup untuk berdiri,saat lutut nya hampir mencium tanah,tubuh xin xin langsung digendong, layaknya putri dalam dongen.


Xin xin tak bisa melawan karena rasa sakit di dadanya dan juga yang membuat tubuhnya menjadi lemah.


Pingsan!! Xin xin pingsan didalam gedongan dan pelukan seorang pemuda bertubuh kekar,baju kebesaraya yang berwarna hijau tua dengan sulaman benang emas bergambar sepasang phoenik.


Huangzhen yang merasa adiknya sedang bersedih pun,langaung mencari xin xin,namun tak berhasil ditemukan.


Setelah berkeliling kediaman,Huangzhen akhirnya terpikir,taman ibunya Hanya satu tempat itu saja yang belum Huangzhen periksa.


Dengan kecepatan kilat,Huangzhen berlari layaknya sedang kesetanan, bahkan dirinya tak ada gagah gagah nya saat berjalan layaknya seorang anak jendral,yang bahkan bisa dibandingkan dengan bangsawan.


Huangzhen berlari tanpa memperdulikan pandangan orang orang didalam kediamannya.


Huangzhen berlari dan berlari hingga sampai ditaman milim ibunya dulu,sebenarnya disini itu adalah kediaman ibunya dan didepan kediaman adalah taman yang dirancang sendiri oleh ibu marekaxin xin dan huangzhen.


Huangzhen melihat dan mencari,huangzhen melihat kilasan seorang laki laki. Bisa Huangzhen ketahui tentunya dari punggung maupun tubuh laki laki tersebut.


Tak mungkin seorang perempuan memiliki punggung yang lebarnya sama seperti pria,dan juga jangan lupa lengan pria itu juga sedikit berotot.


Huangzhen melihat terus pria yang kini duduk diatas kursi batu dengan menghadal kearah kolam ikan,milik mendiang ibunya.


Namun setelah Huangzhen lihat secarateliti,Huangzhen melihat sepatu perempuan dna itu juga sama sepeti mili xin xin.


"Siapa kau?". Tanya Huangzhen.


Heh


Pemuda itu hanya tersenyum,lalu menolehkan wajahnya.


Huangzhen melotot terkejut,lalu dirinya segera membungkukan badan tanda hormat.


"Maaf yang mulia,hamba tak menyadari keberadaan Yang Mulia,hamba mohon maaf juga atas ketidak sopanan hamba". Ujar huangzhen dengan tetap menundukkan badanya.


"Tak apa,kau tak bersalah,itu hanya reaksi seorang kakak kepada adiknya jika dalam bahaya,Kau tenang saja xin xin tadi sedang kesakitan,mungkin karena mengingat kejadian lampau". Ujar Hao chun,sambil mengelus surai xin xin.


Huangzhen hanya terdiam,matanya tak lepas dari adiknya,dan tentunya perlakuan calon raja sleuruh lima kerajaan.


"Maaf yang mulia,bukannya aku tak suka,namun dirimu dan mei mei ku...kalian masih belum terikan apapun,dan jika kejadian ini terlihat dan disebarkan...". Ujar Huangzhen dan dibalas dengan cepat oleh hao chu.

__ADS_1


"Aku tau maksud perkataan mu, kau tunggu saja saat perayaan naga api aku akan kembali dan melamar xin'er". Ujar Hao chun,lalu menyerahkan xin xin kepada huangzhen.


Lalu Hai chun pergi dalam hitungan detik saja.


^^^" Perayaan naga api sama seperti perayaan tahun baru". ^^^


Xin xin tersadar,lalu dirinya sadar bahwa sekarang tubuhnya tengah dibopong oleh kakanya,jangan pernah meragukan indra oenciuman xin xin.


Setelah beberapa menit Huangzhen berjalan dan sampai dikamar xin xin,dengan perlahan meletakan Xin xin diatas ranjang.


Xin xin memegang tangan kakaknya saat dirinya hendak pergi,huangzhen yang melihat lalu duduk disebelah xin xin yang masih terbaring.


Xin xin menjulurkan kedua tangannya.


"Mau peluk". Uajr xin xin.


Huangzhen langsung berbaring disebelah adiknya dan memeluk adiknya itu.


"Gege,bial nanti aku pergi apa yang akan kau lakukan". Tanya Xin xin.


Huangzhen diam. Lalu menjawab.


"Memangnya kau mau pergi kemana hah?".Tanya huangzhen.


"Entahlah,aku juga bingung".Balas Xin xin.


"Jika kau pergi,karena pernikahan,aku akan menggendong dan mengawalmu dalam perjalanan kerumah suamiku kelak.


Jika kau pergi karena igngin hidup bebas,hidup dengan apa adanya dirimu,aku akan mendukung dan memberikan keperluanmu layaknya seorang ibu saat anaknya pergi keperguruan,sekolah.


Jika kau pergi karena sakit hati,aku akan membunuh orang yang membuat mu sakit,bahkan jika kau sapai menagis aku akan membuat orang itu mederita sebanyak air mata yang kau keluarkan.


Dan jika ada yang mengacaumu,entah dirinya seorang raja ,aku akan beradadidepan mu dna akan menjadi temengmu,bahkan jika diriku akan rusak setidaknya dirimu masih bisa melanjutkan tugas ku kelak pada anak mu". Ujar Huangzhen.


Xin xin menangis dalam diam,inikah yang namanya keuarga sempurna walau telah kehilangan.


Xin xin memeluk kakaknyadengan erat,dirinya berjanji atas nama nya,jika dirinya akan melindungi kakanya maupun keluarga lainnya dengan penuh tekat.


Hao chun yang sebenarnya tak pernah pergi,dirinya melihat xin xi dari balik pohon,entah ada ras acemburu dalam dirinya saat melihat xin xin memeluk erat Huangzhen.

__ADS_1


"Jika kau menjadi permaisuriku,tak akan ku biarkan seorang pun memelukmu seerat itu selain diriku". Uajr hao chun dan langsung berbalik untuk pergi,kembali kekerajaannya untuk mempersiapkan hari dimana ,perayaan naga akan tiba.


Haiii para pembaca mimin...mohon dukungannya y.plis banget sehabis kalian baca,like,gk susah kok.ok


__ADS_2