NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
PEMBERONTAKAN


__ADS_3

Xin Xin yang hampir sampai didepan Aula pun menyuruh kasim yang berada di sebelah pintu untuk tidak memberi tau tentang keberadaannya.


Dirinya hanya berdiam sebentar sambil menunggu antek anteknya mengejarnya sambil memperbaiki nafas masing masing.


Setelah beberapa menit,Xin Xin dengan ringannya membuka pintu dua sisi itu dengan satu tangan nya.



(contohnya kayak gini ya..kalo gk sesuai ekspetasi kalian bisa bayangin yang lain..intinya pintunya itu dua sisi..)


Baru saja memasuki ruang aula,suara mengelegar milik Hao Chun menerpa indra pendernagaran Xin Xin.


"APA MAKSUD KALIAN SEMUA HAH? PEMBERONTAKAN APA?". Teriak Hao Chun.


Xin Xin menatap kearah Hao Chun yang terkejut melihat kehadiran Xin Xin.


Sang Liang dan Nie Jiang bahkan ikut terkejut saat melihat pujaan hati mareka yang dengan polos mengintip dari celah barisan pelayan.


Hah itulah pesona siluman rubah dan ular hijau🤭kecantikan yang murni dna polos namun...ahhh sudahlah.


"Kenapa kau kesini? tak ada mengundangmu untuk hadir dalam rapat ini ". Hao Chun bertanya sambil menatap kearah mentri maupun deretan prajurid dan kasim yang berdiri di aula,bukan para apelayan semua menunduk karna takut.


"Tak perlu membuat semua orang menjadi takut,aku datang karna mendengar kabar burung". Xin Xing menenangkan Hao Chun.


"Memang apa yang kalian bicarakan? siapa yang memberontak? dan apa masalahnya jika diriku berada disini?". Pertanyaan pertanyaan yang keluar dari mulut kecil Xin Xin membuat Hao Chun sedikit terdiam.


Melihat suaminya tak menjawab Xin Xin memilih melihat ke sekeliling sambil tersenyum manis namun tak terasa bersahabat,malah lebih ke mengancam dengan gaya manis.


"Apa ada yang bisa menjelaskan? karna manusia batu didepanku ini tak mau membuka mulut". Xin xin berucap smabil menatap Hao Chun yang masih diam.


"Oh ayolah menantu,kau baru saja tiba satu hari kemarin,dan ini hanya mengenai pemberontakan kecil di perbatasan,hanya tikus kecil yang ingin melengser posisi ku yang sudah tua ini. Jadi celatlah berikan aku cucu kerajaan sebagai pewaris agar bisa hidup tenang di hari tua ku sekarang". Ujar kaisar Haongli kepada menantunya,Xin Xin.


Xin xin yang masih ragu,bahkan tak percaya sama sekali hanya mengangkat sebelah kanan alis nya .


"Oh ya? lalu kenapa aku merasa ini ada sangkut pautnya dengan keluargaku?". Tanyanya lagi.


Skakmat


"Jelaskan lah kalian berdua, jika kalian ingin mendekati mareka maka jelaskan semua,maka akan ku beri kalian jalan pintas". Ujar Xin Xin menatap kearah Nie Jiang dan Sang Liang.

__ADS_1


Nie Jiang dan Sang Liang saling menatap.


'Batu loncatan yang Bagus'. pikir mareka.


"Maaf kakak ipar,pemberontakan di perbatasan timur kerajaan diserang oleh komplotan bandit,namun itu masih bisa diatasi dengan mudah..lalu..


"Lalu perbatasan barat, dan selatan..kita diserang secara diam diam oleh kerajaan Wei pada tengah malam selesai acara penyambutan kakak ipar datang ke kekaisaran". Kalimat yang diawali Nie Jiang dan dilanjutkan hingga tamat oleh Sang Liang.


Hao Chun menatap tajam kearah mareka berdua,namun Nie Jiang dan Sang Liang hanya berfokus pada Yi Fang dan Sisi Huangli.


"Ohh jadi kerajaan tempat diriku dibesarkan adalah kerajaan pemberontak?". Xin Xin menaikan alisnya meminta penjelasan.


"Ya,Kaisar Wei melakukan pemberontakan kemarin malam setelah acara 'penyambutan' selesia". Hao Chun menjawab.


"Jadi kau berpikir aku ikut berkompromi dalam masalah ini?". Tanya Xin Xin lagi.


"Aku sedang dalam masa sibuk sekarang,jadi ku mohon agar Putri Mahkota bisa kembali ke kediamannya,segera". Tekan Hao Chun.


"Hahh, baiklah. Sekarang aku mengerti apa arti dari wanita terhormat dengan segala jeruji emas disekelilingnya". Ucap Xin Xin sambil berjalan keluar Aula.


Selepasnya Xin Xin keluar Hao Chun langsung menatap kearah Nie jiang dan Sang Liang.


"Kalian berdua IKUTI AKU,SE KA RANG". Ujar Hao Chun penuh penekanan.


"Rapat ini akan kita lanjutkan bersama kelompok 12,dan teruntuk kalian para penjilat,bersiaplah karna semua akan terlihat dengan jelas". Hao Chun pergi setelab menyelesaikan ucapannya,tak lupa sambil menatap tajam kearah kelilingnya.


Para selir beserta saudarannya hanya menatap acuh tak acuh.


Inilah yang di bencinya,karna dirinya yakin salah satu selir ayahnyalah yang sengaja berkompromi dan menghasut kerajaan Wei untuk menjadi pemberontak.


Selagi kursi kebesaran masih ditempati ayah kekaisaran,maka semua hal bisa dilakukan untuk menduduki kursi berlapis emas namun harus bermandikan darah terlebih dahulu.


"Kalian akan menerima hukuman di cam pelatihan militer kelompok 3". Selepas berbicara tanpa melihat kondisi kedua teman nya yang sudah hampir menangis, Hao Chun pergi mengunjungi tempat khusus berlatih.


Karna pastinya seseorang berada disana


"Arrghhhhh Putra Mahkota bantu kami,aku tak sanggup menerima pelatihan dari Putri Mahkota".


"Aku tak sanggup ".

__ADS_1


"Putri diriku masih belum menikah,jangan kau bunuh aku dengan cara seperti ini..huhuhu,nangis".


Dan masih banyak lagi rintihan dari prajurit yang terbaring dengan kondisi yang ya,masih wajar hanya sedikit membiru di beberapa bagian pastinya.


"Ahhh kucing kecilku sudah menjelma menjadi ratu harimau". Hao Chun menggeleng pelan sebelum melihat istri nya yang berlatih bersama Jendral maupun sisa prajurit terlatih milik ayahnya.


Sedikit meringis melihat kebringgasan istrinya dan juga sedikit kasihan melihat prajurit yang sudah banyak merintih,Hao Chun langsung mengambil sebuah pedang di bagian pinggir lapangan.


prajurit yang melihat segera lari melindungi diri sendiri dipinggir lapangan.


Hao Chun langsung turun tangan melawan Xin Xin yang secara hukum adalah istri sah sendiri.


"Ayolah Xin jangan seperti orang bodoh yang melampiaskan amarah dengan menyiksa diri sendiri". Ujar Hao Chun.


Bukannya mereda,amarah Xin Xin malah semakin melunjak.


"Kalau dirimu hanya ingin mengejek diriku lebih baik kau pergi dari sini,karna diriku tak membutuhkan pria bermulut besar". Balas Xin Xin.


Hao Chun menatap tajam.kearah Xin Xin.


"Ini yang kau inginkan Bukan?". Hao Chun langsung mengeluarkan segenap tenaga untuk melawan permainan pedang.


Bahkan sudah bukan menjadi permainan lagi,karena kedua pasangan yang dia bang amarah ditambah senjata di tangan mareka,layaknya musuh yang ingin saling membunuh.


Tak ada ang ingin mengalah,keduanya sama sama imbang. Mentari semakin menjulang keatas,panas dan debu tak menghambat permainan marrka berdua,keringat sudah membasahi seluruh tubuh.


Namun masih ada yang berniat mengalah. Jujur saja marrka berdua sama sama kelelahan,namun ego yang tinggi membuat mareka tak ada yang mengalah.


Dari jauh para prajurit, pelayan,mentri bahkan Nie Jiang dan Sang Liang juga disana melihat.


Xiao bi dan yang lain pun hanya menatap tanpa berkutik,itulah tuan mareka,tak bisa dikendalikan.


Disisi lain,di sebrang perbatasan lapangan ,diatas pagoda lima keindahan. Berdiri seorang pemuda beserta antek anteknya menatap kearah lapangan tempat Xin Xin dan Hao Chun bertarung.


Pemuda itu hanya melihat dan terfokus kepada Xin Xin seorang.


"Kau akan mengerti nanti,pada saat nya tiba..kau akan mengerti kenapa aku memilihmu. Lala ku sayang". Ujarnya sambil tersenyum manis.


Hai pembaca mimin..mimin kasik nama kalian apa nih biar seru🤭

__ADS_1


Oh iya mimin cuma mau nyampein kalo mimin bakal usahain Up seminggu sekali..tpi harinya rendom ya gus..trus mimin mintol bagi kalian yang punya halu tinggi mengenai cerita bisa dibagi ya idenya di kolom komentar.. yang paling menarik entar mimin jadiin cerita selanjutnya deh..soalnya mimin lagi kehabisan ide..makasi byyy..jgn lupa like nya y kawan...


Awas gk like,mimin gk up up


__ADS_2