NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
-


__ADS_3

Setelah membersihkan diri dan berpakaian simple,hanya hanfu berwarna putih polos dimana didaerah pinggangnya terdapat ukiran bunga sakura.


Setelah nya xin xin melihat kearah luar kamarnya lewat jendela,hmmm matahari ternyata sudah hendah menyinari bumi bagian lain dan ditempatnya akan ada rembulan yang menggantikan tugas mentari.


Xin xin berniat pergi kearah ruangan ning mei untuk melihat para bawahannya yang sudah ia suruh berlatih,setelah sampai dikamar ning mei,xin xin sengaja membedakan tempat ning mei dengan pelayan lainnya.


Setelah sampai didepan pintu kamar ning mei ,xin xin membuka sedikit agar bisa mengintip dari celah pintu,untuk melihat apa yang terjadi didalam.


"NONA". Suar teriakan dari arah belakang membuat xin xin kaget.


"Ehh setan ancol nunggu dijembatan". Ucap xin xin karena kaget. Xin xin menatap kearah para bawahannya yang ternyata Ling ni dan Han qi , dua bocah ingusan yang membuat xin xin kaget dan hampir memukul mareka berdua.


"Nona apa yang kau katakan ?". Tanya han qi.


"Nona aku merindukan mu ,kau tau aku sekarang sudah bisa menggunakan alat alat tajam namun hanya yang kecil seperti belatih" . Jelas ling ni kepada xin xin dengan wajah cerah ,secerah langit yang didampingi pelangi.


Xin xin mengelus dadanya dan melihat dua bocah itu dan menggangguk. Ia lebih memilih mengelus kepala kedua bocah tersebut dan tersenyum tanpa kata kata.


Lalu pintu kamar ning mei terbuka dan disana ternyata liao yu yang juga terkejut melihat nonanya,ya mareka sepakat memanggil nona ketimbang tuan,karena ning mei yang menyuruh.

__ADS_1


"No..nona..salam hamba yang rendah ini kepada nona". Ucap wei li. Xin xin hanya bisa mendesah pelan padahal apa susahnya sih tanpa harus membunggkuk hormat,padahal kalau dilihat untuk sekarang umur xin xin lebih muda dari wei li namun tetap saja gadis itu memberi hormat layak nya ia adalah penguasa yang gila hormat.


Xin xin mendekat lalu dengan cepat menubruk wei li dengan pelukannya hingga tubuh wei li menegang bagaimana pun ia hanya budak.


"Heiii ayolah jie jie kenapa kau tegang begini aku sudah menganggap kalian saudara ok". Jelas xin xin lalu melepas pelukannya.


^^^Jie jie : kakak perempuan.^^^


Liao yu bungkam,"Mnnn no..nona hamba hanya inging bertanya apa itu' ok' ". Tanya wei li.


Xin xin diam." Adoh ini mulut kenapa gak bisa diajak kompromi sih kalo ngomong". Batin xin xin.


Liao yu menganggul,lalu xin xin masuk kedalam kamar ning mei dan melihat banyak bawahannya yang tertidur.


"Mareka kenapa ?" . Tanya xin xin.


"Mareka terlalu lelah berlatih,saat mengetahui nona hilang mareka ingin membantu untuk mencari namun, pelayan nona melarang (ning mei ), dan kami sadar kalau kami tak cukup kuat,untuk kabur dari perdagangan budak saja kami tak bisa apa lagi mencari nona,itu pikir kami semua jadi mareka berlatih seperti apa yang nona minta,mareka bahkan berlari dari pagi hingga siang,mareka tak ingin mengecewakan nona". Jelas liao yu panjang lebar.


Xin xin cukup terhura salah terharu akan kerja keras mareka semua. Dan saat itu pula xin xin embangunkan semua nya berniat mengajak makan bersama. Setelah semua bangun,smeua nya kaget kecuali ning mei yang baru datang dari arah dapur.

__ADS_1


"Nona kau kembali".


"Nona apa kau baik baik saja".


"Oh ya nona aku sudah bertambah kuat, aku janji akan melindungi nona".


"Nona apa latihan selanjutnya ?, aku tak sabar ingin menjadi kuat untuk melindungi nona".


Dan masih banyak lagi pertanyaan yang ditujukan untuk xin xin." Stoppp ok kalian  ini udah kayak emak emak ngrumpi pas arisan". Ucap xin xin kesal karena banyak nya pertanyaan,bahkan belum selesai xin xin menjawab sudah ada pertanyaan baru. Udah kayak ngadai kuis uang segepok,  batin xin xin.


Semua diam,lalu tanpa basa basi dan tak mau repot memberitau apa yang ia ucapkan. Xin xin segera mengajak mareka makan bersama sambil menjelaskan pelatihan selanjutnya.


Setelah selesai xin xin kembali kekamarnya dan disuguhkan dengan ular kampung yang seenak jidat tidur diatas ranjangnya layaknya ratu. Karena kesal xin xin segera menendang ular kampung itu hingga terjatuh diatas lantai.


"Enak ya lu udah numpah belagak kayak boss lagi,main tidur diatas kasur gue lagi". Amuk xin xin.


"Kau sungguh kejam, lagi pula aku ini betina jadi apa salahnya aku tidur diatas ranjang mu dan juga kau aku tak tau mau tidur dimana lagi". Jelas xiao bi menahan amarah,tak pernah ia merasa malu seperti ini,ditendang dari kasur ?? Oh ini sungguh memalukan.


"Ya elah uler kayak elu tidur dibawah juga adem kan, udah ah gue mau tidur". Ucap xin xin dan langsung tertidur diatas ranjang nya.

__ADS_1


Sedangkan xiao bi hanya menatap malas kearah tuannya,ternyata tak dulu maupun sekarang suikapnya sama saja,tak ada berubah sama sama pecicilan dan menang sendiri. Jika saja bukan karena kesetiaannya mana mau ia mendapat tuan seperti xin xin.


__ADS_2