
Xin xin menatap sinis kearah gadis yang duduk paling ujung,dari nadanya saja sudah bisa diartikan buruk.
Sebelah kiri bibir xin xin tertarik,seperti nya ada boneka baru,pikirnya.
Xin xin dengan santuii nya duduk tanpa memperdulikan ucapan gadis yang ia yakini sepupunya namun entah siapa namanya.
Setelah duduk xin xin menatap lagi kearah gadia itu dengan pandangan dingin sambil mengeluarkan aura kepemimpinannya dan auranya yang kuat membuat ruangan yang awalnya biasa saja berubah menjadi sedikit menyeramkan.
"You know girl, I don't like bullshit from your rotten lips, so you better keep your mouth shut than I'm torn. understand?". Ucap xin xin.
Semua diam tak mengerti apa yang dikatakan oleh xin xin. Lalu xin xin dengan acuhnya memakan makanannya dengan santai tanpa mau menjelaskan apa maksud dari perkataannya.
Khhmmm .. xin xin batuk kecil untuk menyadarkan keluarganya dan yang lain. Semua nya tersadar lalu memakan makanannya. Sunyi,hanya itu yang bisa disamakan dengan ruang makan kali ini.
Hanya suara dentingan alat makan yang terdengar tanpa suara lainnya. Setelah selesai xin xin .meminum minumannya dengan santai dan mengambil buah anggur dan makan dengan santai tanpai melihat kearah keluarganya yang menatapnya.
Setelah selesai xin xin mengambil sapu tangan yang memang sudab ada diatas meja laku membersihkan mulutnya dengan anggun,layaknya putri.
__ADS_1
Lalu menatap kearah semua keluarganya dengan tampang datar.
"Hah ok fine,why?". Tanya xin xin.
"Dari mana kau belajar bahasa asing sayang?". Tanya wang su
Xin xin berpikir sebentar." Ohhh bahasa asing..mnnn..aku..belajar..dari..buku.. ya aku belajar dari buku,kau kan tau ibu aku sering berada diperpustakaan ning mei juga pernah cerita kalau aku paling suka diperpustakaan,lalu aku tanpa sengaja membaca buku mengenai pelajaran bahasa asing dan aku mempelajarinya..ya dari buku diperpustakaan". Jelas xin xin sedikit terbata.
Semua keluarga xin xin mengangguk. Sedangkan xin xin sudah menghela nafas pelan karena melihat semua keluarganya tak ada yang curiga.
"Baiklah tujuan dari berkumpulnya keluarga besar sekarang adalah karena undangan dari kerajaan HAO yang mengundang empat kerajaan untuk merayakan hari kelahiran Kaisar Haongli dan kerjasama antara beberapa negara asing.
Dan tentunya saja kita sebagai keluarga besar jendral Li diikut sertakan untuk menjaga kerajaan Wei di perjalanan saat menuju kerajaan Hao". Jelas li jang wan selaku kepala keluarga jenderal li.
"Kapan acara?". Tanya xin xin santai sambil mengambil buah apel lalu melemparnya keatas dan menggambil pisau lalu melemparnya dan.. hap buat terbelah menjadi dua lalu dengan santainya xin xin mengambil pisau yang terlebih dahulu jatuh lalu dengan anggun meletakkannya diatas meja disusul dengan buah apel yang terbagi dua.
Sebelah xin xin makan dan sebelahnya lagi xin xin beri pada huangxhen yang berada disebelahnya dengan santai.
__ADS_1
Semua melongo melihat aksi xin xin yang bahkan jendral besar li belum tentu bisa melakukannya.
Kembali tersadar." Emm besok sore kita akan berangkat dengan rombongan kekaisaran". Jelas jang wan setelah tersadar.
Xin xin hanya mengangguk seakan mengerti." Semunya ikut?". Tanya xin xin lagi.
"Ya semunya ikut... dan ohh.. niang hampir lupa memperkenalkan mu kau pasti lupa pada mareka. Dia kakak dari ayahmu Li hang zhen dan istrinya su wa dan itu anak laki lakinya namanya li zhen jang dan itu anak perempuannya li yang mei". Jelas wang su sambil menunjuk sepasang kekasih yang telah terkikis waktu yang tepatnya berada disebelah nya,dan ia melirik lagi kearah gadis yang berada disebelah gadis yang tadi mengocek omong kosong.
Lalu kearah salah satu pemuda yang berada di posisi paling pojok atau akhir.
"Laku disebelah sana adik dari ayahmu li jang man,kau pasti terkejut melihat wajah ayahmu sedikit mirip dengan paman li jang man,karena mareka itu kembar, dan disebelahnya itu istrinya jian liu,mareka memiliki dua putra dan satu putri. Putra tertua li han yu,putra kedua li han yi,mareka anak kembar lalu putri mareka li wei na". Jelas wang su sambil menunjuk dua pemuda yang ternyata anak dari adik ayahnya dan ternyata nama gadis yang memberinya sindiran bernama li wei na.
"Baik bila telah selesai kalian bersiaplah untuk besok,kita akan pergi menuju kekerajaan Wei terlebih dahulu". Jelas li jang wan. Lalu semua orang keluar dari ruang makan.
Xin xin yang berjalan berniat menuju kearah kamarnya terhenti saat mendengar seseorang berteriak memanggil namanya.
"LI XIN XIN BERHENTI".
__ADS_1